<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503</id><updated>2012-02-16T03:54:07.921-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='politik'/><category term='berita'/><category term='terkaya'/><category term='barus'/><category term='mandailing'/><category term='kemenyan'/><category term='milyarder'/><category term='batak'/><category term='mursala'/><category term='toleransi'/><category term='nias'/><category term='pardede'/><title type='text'>Milyarder Batak</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>59</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-6092319241264546506</id><published>2010-03-25T03:34:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T03:36:20.661-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Martua Sitorus</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src ="http://2.bp.blogspot.com/_jZ--8VHhOBY/S5nsu5Qj9oI/AAAAAAAAAiM/n-xhHhQdOTA/s200/3948032871-sitorus-yang-semakin-kaya.jpg"&gt;Martua Sitorus born 49 years ago in Siantar, North Sumatra, Indonesia. He earned his economics degree from the University HKBP Nommensen, Medan. When he was a child, he was known as Hap Seng Thio, and also known as the A Hok.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Martua Sitorus started his business career as a palm oil trader in Indonesia, and Singapore. In 1991 Martua success to have his own oil palm plantation area of 7100 hectares in North Sumatra. In the same year, Martua Sitorus could build a plant palm oil processing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He then spread his wings with the flag of Wilmar International Limited. Largest agribusiness companies in Asia, is a public company listed on the Singapore Stock Exchange. In fact, for the biodiesel plant, he has the world's largest production. Although as the owner, Martua still served as executive director of Wilmar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meanwhile, Bill Gates, The Microsoft Tycoon, is no longer the richest man in the world. After for the 16 years he held the title, now he was dethroned by Carlos Slim. Carlos Slim is a Mexican telecommunications businessman, who has an estimated annual income of $500 million more than Bill Gates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Other famous people who included in the list of world's richest people are, Oprah Winfrey with $2.4 billion, Donald Trump with $2.00 billion, and the designer Ralph Lauren with $4.6 billion. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-6092319241264546506?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6092319241264546506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6092319241264546506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2010/03/martua-sitorus.html' title='Martua Sitorus'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_jZ--8VHhOBY/S5nsu5Qj9oI/AAAAAAAAAiM/n-xhHhQdOTA/s72-c/3948032871-sitorus-yang-semakin-kaya.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-6682713432492290154</id><published>2010-03-25T03:32:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T03:34:01.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Luhut Panjaitan</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src ="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/l/luhut-panjaitan/luhut_panjaitan.jpg"&gt;Akhirnya, terkuak juga siapa di balik nama cantik Novela dalam rencana penyelesaian utang Kiani Kertas. Hashim Djojohadikusumo ternyata ada di belakang Novela. Hashim tak lain dari adik Prabowo Subianto, pemilik Kiani. Komisaris Utama Kiani Luhut Panjaitan mengatakan, lewat Novela Hashim telah menyetorkan dana US$ 50 juta (sekitar Rp 465 miliar) terkait restrukturisasi utang dengan Bank Mandiri.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Luhut mengatakan, dengan penyetoran dana itu, penandatanganan restrukturisasi dengan Bank Mandiri bisa terlaksana pada 27 Desember 2004. Dalam perjanjian itu juga disepakati Kiani akan melunasi pembayaran utang sekitar US$ 201 juta (sekitar Rp 1,7 triliun) dalam tiga tahun sejak ditandatanganinya perjanjian. Namun, kata Luhut, ?Butuh perpanjangan masa pembayaran. Kalau tidak, Kiani dipastikan mengalami gagal bayar.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Mandiri agaknya akan menyetujui permintaan Kiani. Direktur Utama Mandiri E.C.W. Neloe mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan perpanjangan masa jatuh tempo pelunasan utang Kiani kepada Bank Indonesia. Bank Mandiri mengusulkan perpanjangan waktu 7-8 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian. ?Tapi belum ada jawaban dari Bank Indonesia,? ujar Neloe. Luhut menduga, BI belum menjawab karena khawatir dinilai terlibat praktek KKN dengan menyetujui perpanjangan masa jatuh tempo. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-6682713432492290154?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6682713432492290154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6682713432492290154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2010/03/luhut-panjaitan.html' title='Luhut Panjaitan'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-7042626381461323408</id><published>2010-03-25T03:28:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T03:29:42.056-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Duaman Panjaitan</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src ="http://batakpos-online.com/images/stories/duam00.JPG"&gt;SELAIN penasihat Harian Umum BATAKPOS, Duaman M Pandjaitan adalah pengusaha sukses yang bergerak di bidang perminyakan. Ia rela meninggalkan pekerjaan di pemerintahan atau perusahaan swasta demi mendirikan usaha perminyakan (pengeboran minyak).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan ini menuntutnya untuk bepergian ke daerah-daerah terpencil sekalipun. Satu hal yang menarik bagi Duaman, setiap kali berkunjung ke daerah-daerah, dia selalu bertemu orang Batak. Termasuk saat mengunjungi Bengkalis, di pesisir Sumatera yang ditempuh dengan menggunakan perahu motor selama berjam-jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, perahu motor yang ditumpanginya kehabisan bahan bakar. Setelah berjam-jam menelusuri pinggiran Bengkalis, akhirnya mereka melihat perahu. Setelah mencari-cari siapa pemiliknya ternyata pemiliknya orang Batak.   “Saya tidak menyangka orang Batak ternyata ada di mana saja,” katanya melepas senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Duaman yang seorang pengusaha minyak ini ternyata lebih dikenal sebagai pengamat budaya  Batak. Rasa cintanya pada budaya Batak terlihat jelas saat ia mengasuh rubrik budaya Dalihan Na Tolu di harian BATAKPOS. Selain itu Duaman sebagai pembicara dalam seminar atau dalam acara-acara masyarakat Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oktober lalu, Duaman masih sempat tampil sebagai pembicara di Kalimantan, Batam dan daerah lain menyangkut masalah habatahon (kebatakan) Lebih dari itu, dia juga seorang aktivis dan cukup terkenal dalam berbagai kegiatan gereja. Ia juga mendirikan tabloid Horas yang kini berubah menjadi Majalah Horas. Dan tentu saja sebagai penasihat di harian BATAKPOS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Banyak filosofi yang selalu dipaparkan Duaman kepada siapapun yang menjadi lawan bicaranya. Salah satunya adalah, jangan buat perdebatan atau pertengkaran menjadi permusuhan dan ini selalu dikatakannya kepada karyawan BATAKPOS. Sebagai aktivis gereja, ketika menolong seseorang, dia mengatakan, kalau tangan kanan memberi, jangan sampai diketahui oleh tangan kiri. Itu selalu diterapkan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semua karyawan BATAKPOS pasti akrab dengan Duaman. Mulai dari OB (office boy) hingga pemilik BATAKPOS. Karena dia memang terkenal ramah dan mudah tertawa. Tak salah kalau dia adalah sosok yang sangat mengayomi. Di bidang sosial, Duaman Pandjaitan juga tak pernah ketinggalan. Ia pernah terpilih sebagai Ketua Umum Panjaitan Se-Jabodetabek. Jabatan ini di Panjaitan termasuk salah satu jabatan yang terpandang karena kelompok marga ini sudah terkenal, selain komunitasnya banyak, kelompok marga ini juga banyak yang berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tidak hanya itu saja, dia juga termasuk salah satu pendukung berbagai punguan (perkumpulan) dalam masyarakat Batak di antaranya, Ketua Dewan Penasehat Kerukunan Masyarakat Batak dan fungsionaris di Marsirarion.  Salah satu yang cukup menonjol dari Duaman Panjaitan  adalah, bersama dengan terman-temannya berjuang dan berani mereformasi bagian-bagian dari adat masyarakat Batak tanpa mengurangi makna dari adat tersebut. Salah satunya adalah pengurangan pemberian ulos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Yang pertama melakukan ini adalah marga Panjaitan yang tadinya pemberian ulos bisa sampai puluhan, di marga ini yang berlaku hanya 11 saja. Dan ini sudah banyak diikuti oleh marga-marga lain masyarakat Batak terutama yang ada di perantauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-7042626381461323408?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/7042626381461323408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/7042626381461323408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2010/03/duaman-panjaitan.html' title='Duaman Panjaitan'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-4026086391361491819</id><published>2010-03-25T03:24:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T03:26:11.911-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Gayus Tambunan</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src ="http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/03/25/1126218p.JPG"&gt;Usianya baru 30 tahun. Namun, dia bisa saja disebut sebagai salah satu pegawai negeri sipil (PNS) terkaya di Indonesia. Pegawai pajak golongan IIIA ini memiliki Rp 25 miliar di rekeningnya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lantas, berapa sebenarnya gaji Gayus yang sehari-hari menjadi penelaah keberatan pajak (banding) perorangan dan badan hukum di Kantor Direktorat Jenderal Pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manao memperkirakan Gayus mendapatkan gaji bulanan sebesar Rp 12,1 juta. "Catatan tidak resmi perkiraan gaji seorang PNS Ditjen Pajak setingkat Gayus Tambunan (GT) mencapai Rp 12,1 juta per bulan," kata Hekinus melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (25/3/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merinci, setiap bulannya Gayus mendapatkan gaji pokok dan berbagai tunjangan Rp 2,4 juta. Kemudian, remunerasi sekitar Rp 8,2 juta dan imbalan prestasi kerja rata-rata Rp 1,5 juta sehingga total penghasilan per bulannya mencapai Rp 12,1 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, GT menjadi top sejak mencuatnya kasus penggelapan pajak senilai Rp 25 miliar. Dia dituding terlibat dalam kasus yang masih ada kaitannya dengan makelar kasus di tubuh Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-4026086391361491819?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4026086391361491819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4026086391361491819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2010/03/gayus-tambunan.html' title='Gayus Tambunan'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-646787930674428786</id><published>2010-03-17T04:26:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T04:29:06.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terkaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Syamsul Sianturi dengan kekayaan Rp.56,16 Milyar</title><content type='html'>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px;" src ="http://www.antarasumut.com/wp-content/uploads/2008/10/pilkada.jpg"&gt;Dalam pengumuman harta kekayaan tersebut, calon Bupati Syamsul Sianturi tercatat sebagai orang terkaya dengan total harta senilai Rp56,16 miliar. Pengumuman laporan daftar kekayaan pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah Taput 2008 mengacu kepada ketentuan Undang-Undang No 12/2008 tentang Persyaratan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dalam Pilkada.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anggota KPU Taput Divisi Pendaftaran dan Penetapan Calon Lambas Hutasoit mengatakan, pengumuman harta kekayaan itu dilakukan karena merupakan kewajiban KPU.&lt;br /&gt;Dikatakan dalam undang-undang sudah diatur bahwa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah wajib memberikan laporan daftar kekayaan dan bersedia diumumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian, apa yang diterima KPU tersebut adalah syarat kelengkapan administrasi. Laporan harta kekayaan itu disertai dengan bukti laporan yang diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini semua harta kekayaan tersebut telah beres baik, secara laporan ke KPK ataupun pajak. Terkait penggunaan harta kekayaan untuk kampanye, Lambas mengatakan setiap pasangan calon wajib menggunakan rekening khusus dana kampanye yang nantinya diperiksa oleh akuntan publik yang ditunjuk KPU Taput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa laporan harta kekayaan berbeda dengan dana kampanye. Untuk itu dana kampanye, nanti menyusul dan akan diumumkan. Salah satu pasangan calon Bupati Taput Wastin Siregar sebelumnya mengatakan bahwa laporan harta kekayaan itu bukanlah syarat mutlak. Harta kekayaan pasangan calon yang diumumkan KPU tersebut hanya tolok ukur untuk menjadi pertimbangan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Taput akan lebih jeli melihat sendiri siapa calon yang dianggap mampu menjadi pelopor pembangunan.&lt;br /&gt;Kalau harta kekayaan adalah suatu persyaratan yang harus kita penuhi, tetapi itu tidak mutlak. menurutnya syarat mutlak itu adalah kesanggupan membangun Taput yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan jika nantinya KPU Taput mengumumkan laporan harta kekayaan, masyarakat akan mengetahui sendiri besaran kekayaan si calon. Dia berkeyakinan masyarakat tidak akan melihat dari besaran harta itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk itu masyarakat Tapanuli Utara yang perlu dilihat adalah kinerja, totalitas, dan latar belakang si calon. Nantinya dari beberapa hal itu, masyarakat dapat lebih mengenali siapakah calon yang akan dipilihnya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-646787930674428786?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/646787930674428786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/646787930674428786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2010/03/milyarder-syamsul-sianturi-dengan.html' title='Milyarder Syamsul Sianturi dengan kekayaan Rp.56,16 Milyar'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-1763332261432253230</id><published>2010-03-17T03:27:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T03:29:25.081-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pardede'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terkaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Pardede Senator Terkaya, Anang Termiskin</title><content type='html'>&lt;img src="http://hariansib.com/news/wp-content/uploads/2007/11/gubsu-temui.jpg" width="100" align="left"&gt;Harta kekayaan para senator (anggota DPD) kemarin (15/3) diumumkan. Di antara 124 orang yang kekayaannya dibeberkan, Rudolf Mazvoka Pardede paling kaya. Kekayaan mantan gubenur Sumatera Utara (Sumut) itu tembus setengah triliun rupiah.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Saya Rudolf Pardede. Kekayaan saya Rp 506,56 miliar,” ujar anggota DPD asal Sumut tersebut saat membacakan LHKPN (laporan harta kekayaan penyelenggara negara)-nya di ruang paripurna DPD, Jakarta, kemarin. Rudolf adalah putra konglomerat sejak era Bung Karno, T.D. Pardede. Keluarga tersebut dikenal sebagai pengusaha sukses dengan bendera bisnis Pardedetex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senator terkaya kedua adalah Rahmat Shah, koleganya dari Sumut. Pria yang juga menjabat ketua umum Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia tersebut memiliki kekayaan Rp 139,71 miliar. Itu belum termasuk kekayaan dalam mata uang dolar yang mencapai USD 950.783 (sekitar Rp 9 miliar). “Belum termasuk binatang,” seloroh Rahmat saat membacakan jumlah kekayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang “termiskin” adalah Anang Prihantoro dari Lampung. “Kekayaan saya minus Rp 325 juta,” ujarnya lantang, disambut tepuk tangan anggota DPD lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 124 anggota DPD kemarin menerima LHKPN dari KPK. Sejatinya, seluruh anggota DPD sudah menyampaikan LHKPN. Hanya, baru 124 LHKPN yang sudah diperiksa KPK. Beberapa di antara anggota DPD yang belum membacakan LHKPN adalah desainer kondang Poppy Dharsono dari Jawa Tengah dan Asmawati asal Sumatera Selatan. Seperti diketahui, Asmawati adalah istri Ketua DPR Marzuki Alie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk kekayaan para pimpinan, jumlah harta Ketua DPD Irman Gusman asal Sumatera Barat paling tinggi. Kekayaannya mencapai Rp 31,83 miliar. Jumlah itu ditambah dengan kekayaan mata uang asing sebesar USD 116.755 (sekitar Rp 1 miliar). Wakil Ketua DPD Gusti Kanjeng Ratu Hemas dari Jogjakarta menempati posisi selanjutnya dengan kekayaan mencapai Rp 15,77 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua DPD Laode Ida dari Sulawesi Tenggara menjadi pimpinan dengan kekayaan terminim. Kekayaannya mencapai Rp 784,52 juta. Namun, Laode memiliki utang pembelian mobil senilai Rp 139,4 juta. “Sehingga, kekayaan saya menjadi Rp 645,12 juta,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua KPK Haryono Umar menyampaikan apresiasi atas pemaparan LHKPN anggota DPD. Untuk kali pertama, para anggota DPD menyampaikan sendiri jumlah kekayaan masing-masing kepada publik. “Daripada lembaga lain, LHKPN DPD mencapai 100 persen,” puji Haryono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar data KPK, penyampaian LHKPN sejumlah lembaga lain belum sempurna 100 persen. Di tingkat legislatif, penyampaian kekayaan DPR dan DPRD mencapai 98,6 persen, mendekati DPD. Di tingkat lembaga hukum (yudikatif), baru 88,92 persen personel badan hukum di semua tingkat yang melaporkan kekayaan. Pada tingkat eksekutif (pemerintahan), persentase penyampaian kekayaan lebih kecil, baru mencapai 77,79 persen. Yang paling rendah terdapat di tingkat BUMN. Persentase pelaporan kekayaan pejabat BUMN baru mencapai 56,20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haryono menyatakan, penyampaian LHKPN itu adalah sejarah baru. Diharapkan, lembaga-lembaga lain juga bersedia menyampaikan laporan tersebut, seperti halnya dengan DPD. “Sehebat apa pun disinfektan yang disemprotkan di ruang ini, kalau masih tertutup, tidak ada gunanya,” ujarnya mengingatkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-1763332261432253230?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1763332261432253230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1763332261432253230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2010/03/pardede-senator-terkaya-anang-termiskin.html' title='Pardede Senator Terkaya, Anang Termiskin'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-6859653572608065299</id><published>2009-06-11T07:21:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T07:22:32.613-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Baby Cyclops born in India</title><content type='html'>&lt;img src="http://english.pravda.ru/img/idb/cyclops.jpg" width="300" align="left"&gt;Two weeks ago, in the Kasturba Ghandi Hospital in the city of Chennai, a baby with one eye was born. Doctors believe that the baby has a good chance of living on. &lt;a href="http://english.pravda.ru/science/mysteries/11-08-2006/83896-Cyclops-0"&gt;A similar case also occurred in Russia. &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-6859653572608065299?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6859653572608065299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6859653572608065299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2009/06/baby-cyclops-born-in-india.html' title='Baby Cyclops born in India'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-7087349721861101461</id><published>2009-06-09T19:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T19:53:22.263-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>KPK: Kalau Periksa Medis Gratis Tak Ada Aturan, Itu Bisa Gratifikasi</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.detiknews.com/images/content/2009/06/10/10/MJaSIN-KPKdlm.JPG" width="300" align="left"&gt;Fasilitas medis gratis yang diterima pejabat instansi pemerintah bisa dikategorikan gratifikasi bila tak ada aturan yang menaunginya. Kalau tak ada, fasilitas itu bisa termasuk gratifikasi dan harus dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/06/10/090404/1145236/10/kpk-kalau-periksa-medis-gratis-tak-ada-aturan-itu-bisa-gratifikasi"&gt;&lt;br /&gt;"Kalau itu sudah diatur dalam suatu aturan, ya bukan. Seperti ada Permen (Peraturan Menteri) atau Perpres (Peraturan Presiden) instansinya bahwa pejabat ini mendapatkan fasilitas. Kalau tidak ada aturannya itu pemberian, ya bisa dianggap gratifikasi," ujar Wakil Ketua KPK M Jasin kepada detikcom, Rabu (10/6/2009).&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-7087349721861101461?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/7087349721861101461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/7087349721861101461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2009/06/kpk-kalau-periksa-medis-gratis-tak-ada.html' title='KPK: Kalau Periksa Medis Gratis Tak Ada Aturan, Itu Bisa Gratifikasi'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-5953155988540351186</id><published>2009-06-09T19:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T19:52:08.171-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Pengumuman Servis Gratis RS Omni untuk Jaksa yang Menggemparkan Itu</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.detiknews.com/images/content/2009/06/10/10/pengobatanGratisDLM.jpeg" width="300" align="left"&gt;Pemeriksaan medis gratis dari RS Omni International untuk jaksa di Kejaksaan Negeri Tangerang diduga membuat jaksa kasus Prita Mulyasari mengalami konflik &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/06/10/071404/1145213/10/pengumuman-servis-gratis-rs-omni-untuk-jaksa-yang-menggemparkan-itu"&gt;kepentingan. Berikut foto dan isi pengumuman pemeriksaan medis gratis itu.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-5953155988540351186?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5953155988540351186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5953155988540351186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2009/06/pengumuman-servis-gratis-rs-omni-untuk.html' title='Pengumuman Servis Gratis RS Omni untuk Jaksa yang Menggemparkan Itu'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-3142437795170681090</id><published>2009-06-05T02:21:00.001-07:00</published><updated>2009-06-05T02:23:39.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>KPU Medan Temukan 1.000 Nama DPT Ganda</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.tatv.co.id/files/berita/3-KASUS%20DPT%20GANDA.jpg" width="300" align="left"&gt;Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menemukan 1.000 nama daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres 2009 yang diduga ganda, sehingga pihak KPU terus melakukan pemeriksaan terkait penemuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.antarasumut.com/berita-sumut/pemilu-2009-berita-sumut/kpu-medan-temukan-1000-nama-dpt-ganda/"&gt;“Sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2009 kami melakukan pemeriksaan DPT  dengan mamasukkan data di program komputer dan dari data yang kami dapatkan ada sekitar 1.000 nama pemilih ganda,” kata anggota KPU Kota Medan, Rahmat Kartolo Simanjuntak, di Medan, Rabu.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-3142437795170681090?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/3142437795170681090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/3142437795170681090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2009/06/kpu-medan-temukan-1000-nama-dpt-ganda.html' title='KPU Medan Temukan 1.000 Nama DPT Ganda'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-5639207816914639565</id><published>2009-06-05T02:21:00.000-07:00</published><updated>2009-06-05T02:22:42.186-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Kader PKS Sumut Solid Dukung SBY-Boediono</title><content type='html'>&lt;img src="http://rumahsejutaide.files.wordpress.com/2009/05/sby_budiono.jpg" width="300" align="left"&gt;Ketua Pelaksana Dewan Pimpinan Wilayah  Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Sumatera Utara, Mustafa Ismail menegaskan, kader partainya solid mendukung pasangan calon presiden/wakil presiden SBY-Boediono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.antarasumut.com/berita-sumut/pemilu-2009-berita-sumut/kader-pks-sumut-olid-dukung-sby-boediono/"&gt;Pernyataan itu menjawab isu-isu perpecahan di tubuh PKS menyusul mengemukanya soal jilbab istri pasangan capres JK-Wiranto. “Bagi PKS Sumut keputusan mendukung SBY-Boediono sudah final,” katanya kepada ANTARA di Medan, Rabu.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-5639207816914639565?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5639207816914639565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5639207816914639565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2009/06/kader-pks-sumut-solid-dukung-sby.html' title='Kader PKS Sumut Solid Dukung SBY-Boediono'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-5258075857038317919</id><published>2008-12-19T01:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T01:36:43.403-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Pencetak Kartu Nama Panen</title><content type='html'>&lt;img src ="http://wb4.indo-work.com/pdimage/95/178495_kartunama.jpg" align= "left" border=3 width="200"  HSPACE=5 align="left"&gt;Pencetak kartu nama panen order menjelang Pemilu 2009. Salah seorang pencetak kartu nama, Zusri mengatakan, dua bulan terakhir pendapatannya meningkat tajam mencapai Rp 3 &lt;a href="http://www.antarasumut.com/berita-sumut/ekonomi-dan-bisnis/jelang-pemilu-2009-omset-pencetak-kartu-nama-naik/"&gt;juta hingga Rp 5 juta per bulan.&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-5258075857038317919?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5258075857038317919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5258075857038317919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/12/pencetak-kartu-nama-panen.html' title='Pencetak Kartu Nama Panen'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-529156122659920242</id><published>2008-12-02T03:37:00.002-08:00</published><updated>2008-12-02T03:38:38.483-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemenyan'/><title type='text'>Warga Menunggu Izin Menhut</title><content type='html'>Warga Humbang Hasundutan hingga kini masih menunggu izin resmi dari Menteri Kehutanan perihal pembuatan enklave di area konsesi PT Toba Pulp Lestari di kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Pembuatan enklave diusulkan DPRD Humbahas dan Bupati Humbahas terkait banyaknya pohon kemenyan rakyat yang tumbuh di area konsesi yang Februari lalu ditebangi PT TPL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hingga kini kami masih menunggu turunnya izin dari Menteri Kehutanan,” tutur Anggota Komisi B DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas), Aslin Simamora, yang juga panitia khusus kemenyan, Kamis (24/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam siaran pers yang diterima Kompas dari PT Toba Pulp Lestari (TPL) dinyatakan bahwa perusahaan bubur kertas itu menanam kemenyan dalam jumlah besar di areal konsesinya di Tele sehingga masyarakat sekitar dapat memanen hasilnya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga April ini, TPL menyatakan sudah menanam sedikitnya 40.0000 bibit kemenyan dan bila dijumlahkan luasnya mencapai 24 hektar. Penanaman itu berada di areal konservasi atau hutan alam yang dibiarkan tetap jadi hutan karena berfungsi sebagai pelindung alur sungai dan satwa di dalam konsesi TPL di sektor Tele yang masuk dalam wilayah Kecamatan Pollung, Humbang Hasundutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kami memang mendengar mereka membuat janji itu (penanaman pohon kemenyan), tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” tutur Aslin. Aslin mengaku tidak mendengar PT TPL sudah menanam pohon kemenyan di wilayah Humbang Hasundutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas Dinas Kehutanan Humbang Hasundutan, T Silaban, saat dikonfirmasi juga belum mendengar PT TPL menanam pohon kemenyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/04/24/2357357/warga.menunggu.izin.menhut"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-529156122659920242?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/529156122659920242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/529156122659920242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/12/warga-menunggu-izin-menhut.html' title='Warga Menunggu Izin Menhut'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-1072987884180816934</id><published>2008-12-02T03:37:00.001-08:00</published><updated>2008-12-02T03:37:44.991-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='batak'/><title type='text'>Kemenyan Dibakar, Pocongan dan Nenek Tua Pergi</title><content type='html'>Sebanyak 15 siswa SMP Negeri 7 Kediri, Jawa Timur, kesurupan beberapa saat setelah mengikuti upacara Hari Pahlawan, Senin sekitar pukul 08.00.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Para siswa putri berteriak-teriak di dalam ruang kelas III-B sehingga mengakibatkan suasana di dalam sekolahan itu gaduh. "Saya seakan melihat pocong dan perempuan tua berambut panjang di ruang kelas itu," kata Alfiyatul, siswa putri kelas III-F, setelah tersadar.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ia mengaku tak sengaja memasuki ruang kelas III-B beberapa saat setelah mengikuti upacara di halaman sekolah itu.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Seakan ada yang mengajak saya untuk masuk ke ruang kelas itu. Tiba-tiba ada hal yang aneh di dalam ruang kelas itu," katanya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Sebanyak 14 siswa kelas III-B, satu di antaranya putra, turut berteriak-teriak di dalam ruangan kelas itu setelah melihat ada sesuatu yang aneh.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Beberapa saat setelah insiden itu terjadi, Heri Tole, salah seorang wali murid yang berprofesi sebagai paranormal diundang ke sekolah itu. Setelah membakar kemenyan dan memberikan sesajen di ruang kelas III-B, keadaan mulai terkendali dan satu per satu siswa yang mengalami kesurupan mulai tersadar.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Memang benar, di ruang kelas itu ada makhluk gaib yang merasuki para siswa," kata Heri mengungkapkan hasil penerawangannya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Namun, Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 7 Kediri Riadi tak percaya jika kesurupan yang dialami para siswanya itu karena kerasukan makhluk halus. "Mereka mengalami halusinasi karena kecapekan setelah mengikuti upacara tadi pagi," ujarnya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Menurut dia, sebagian dari siswanya yang mengalami kesurupan itu sebelumnya telah mengikuti kegiatan Palang Merah Remaja di sekolah itu sejak Sabtu (8/11).&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Namun, akibat peristiwa yang menggegerkan Senin pagi itu, semua siswa SMP Negeri 7 Kediri dipulangkan ke rumahnya masing-masing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-1072987884180816934?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1072987884180816934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1072987884180816934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/12/kemenyan-dibakar-pocongan-dan-nenek-tua.html' title='Kemenyan Dibakar, Pocongan dan Nenek Tua Pergi'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-4317734147995675546</id><published>2008-11-09T19:59:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T20:11:42.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>The Batak Connection</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://images.cafepress.com/product/38644569_350x350_Back.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 350px; height: 350px;" src="http://images.cafepress.com/product/38644569_350x350_Back.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://ronniedelcarmen.com/new_images/superior.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 432px;" src="http://ronniedelcarmen.com/new_images/superior.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa itu artinya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-4317734147995675546?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4317734147995675546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4317734147995675546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/batak-connection.html' title='The Batak Connection'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-429526967832347502</id><published>2008-11-09T19:55:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T20:04:42.732-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Orang Batak jadi Caleg di hampir semua partai, Tapi Orang Batak sendiri hanya memilih dua partai pada umumnya</title><content type='html'>Itulah namanya Banyak Taktik. Walau ada di mana-mana dan berada di mana-mana, kebanyakan orang batak tidak memilih partai ke mana-mana. Biarlah aku jadi caleg anu dan anu, tapi kalian tetaplah memilih partai anu. Begitulah pesan seorang Batak kepada keluarganya. Trus bagaimana jd menang???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang Batak memang berharap dipilih orang lain. Ini disebut dengan  taktik manghodai... La wong semua jatah caleg parpol sudah diborong&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-429526967832347502?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/429526967832347502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/429526967832347502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/orang-batak-jadi-caleg-di-hampir-semua.html' title='Orang Batak jadi Caleg di hampir semua partai, Tapi Orang Batak sendiri hanya memilih dua partai pada umumnya'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-4044867681104147568</id><published>2008-11-09T19:43:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T19:55:19.684-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Demam Caleg: The Batak Fenomena</title><content type='html'>Pemilu sudah dekat, nama-nama orang Batak yang menjadi Caleg juga bertaburan. Hampir di semua partai di Indonesia diisi dengan orang-orang berkualitas Batak. Mulai dari aliran kiri sampai kanan. Hmm fenomena apakah ini???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-4044867681104147568?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4044867681104147568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4044867681104147568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/demam-caleg-batak-fenomena.html' title='Demam Caleg: The Batak Fenomena'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-6367564533638332278</id><published>2008-11-09T19:36:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T19:41:49.522-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: Effendi M.S. Simbolon, 7 Milyar</title><content type='html'>See &lt;a href="http://politik.vivanews.com/news/read/1793-drs__effendi_m_s__simbolon_"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-6367564533638332278?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6367564533638332278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6367564533638332278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-effendi-ms-simbolon-7.html' title='Milyarder Batak: Effendi M.S. Simbolon, 7 Milyar'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-8103203025932993067</id><published>2008-11-09T19:29:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T19:44:38.104-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Btak: Tumpak Hatorangan Panggabean, 2 Milyar</title><content type='html'>See &lt;a href="http://www.formatnews.com/?act=view&amp;newsid=3909&amp;cat=72"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-8103203025932993067?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/8103203025932993067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/8103203025932993067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-btak-tumpak-hatorangan.html' title='Milyarder Btak: Tumpak Hatorangan Panggabean, 2 Milyar'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-1344035587787892899</id><published>2008-11-09T19:27:00.001-08:00</published><updated>2008-11-09T19:41:16.549-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: Panda Nababan, 4 Milyar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.dpr.go.id/ast/img/pic/9696.cover%20depan"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://www.dpr.go.id/ast/img/pic/9696.cover%20depan" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;See &lt;a href="http://politik.vivanews.com/news/read/3221-panda_nababan"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-1344035587787892899?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1344035587787892899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1344035587787892899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-panda-nababan-4-milyar.html' title='Milyarder Batak: Panda Nababan, 4 Milyar'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-5057584677570077881</id><published>2008-11-09T19:27:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T19:34:06.439-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: Miranda Gultom</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.detikfinance.com/images/content/2006/07/05/68/miranda-gultom.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 600px;" src="http://www.detikfinance.com/images/content/2006/07/05/68/miranda-gultom.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-5057584677570077881?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5057584677570077881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5057584677570077881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-miranda-gultom.html' title='Milyarder Batak: Miranda Gultom'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-486882659673509896</id><published>2008-11-09T19:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T19:28:49.464-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: GT Soerbakti, Pengusaha Lorena Air</title><content type='html'>See &lt;a href="http://tobadreams.wordpress.com/2008/05/12/orang-batak-punya-maskapai-penerbangan-lorena-air/"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-486882659673509896?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/486882659673509896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/486882659673509896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-gt-soerbakti-pengusaha.html' title='Milyarder Batak: GT Soerbakti, Pengusaha Lorena Air'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-1226805542729059656</id><published>2008-11-09T19:07:00.002-08:00</published><updated>2008-11-09T19:25:14.916-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: Jaegopal Hutapea</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.sitopsi.net/images/jaegopal.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 450px;" src="http://www.sitopsi.net/images/jaegopal.gif" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-1226805542729059656?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1226805542729059656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1226805542729059656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-jaegopal-hutapea.html' title='Milyarder Batak: Jaegopal Hutapea'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-9102507456701055458</id><published>2008-11-09T19:07:00.001-08:00</published><updated>2008-11-09T19:16:41.884-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: Sihar Sitorus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.waspada.co.id/images/stories/juli2008/psms-4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://www.waspada.co.id/images/stories/juli2008/psms-4.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.pemkomedan.go.id/images/news/1163.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://www.pemkomedan.go.id/images/news/1163.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;See &lt;a href="http://www.pemkomedan.go.id/news_detail.php?id=1163"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-9102507456701055458?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/9102507456701055458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/9102507456701055458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-sihar-sitorus.html' title='Milyarder Batak: Sihar Sitorus'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-2804822735651389853</id><published>2008-11-09T19:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T19:08:46.990-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: DL Sitorus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.mediamarga.com/wp-content/uploads/2008/06/dl-intrn-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://www.mediamarga.com/wp-content/uploads/2008/06/dl-intrn-1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;See &lt;a href="http://ligaindonesia.com/forums/viewtopic.php?t=13902&amp;sid=dcf926ff0eff447e9ef304bc2f69314d"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-2804822735651389853?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/2804822735651389853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/2804822735651389853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-dl-sitorus.html' title='Milyarder Batak: DL Sitorus'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-2213733625807060081</id><published>2008-11-09T19:06:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T19:59:01.546-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Orang Sunda Lebih Suka Memilih Orang Batak jadi Caleg di Jawa Barat</title><content type='html'>Yah, itulah yang kelihatan dari banyaknya dan bertaburnya anggota legislatif Batak di DPR/MPR pusat. Rata-rata mereka mewakili daerah pemilihan Jawa Barat yang memang paling padat penduduknya di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah keunggulan orang Batak ini sehingga lebih dipilih oleh orang-orang Sunda sebagai wakilnya. Apakah karena gantegnya seperti banyak dari Caleg PDIP?? ataukah orang Batak memang lebih pintar??? Sayangnya belum ada penelitian ke arah itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-2213733625807060081?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/2213733625807060081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/2213733625807060081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/orang-sunda-lebih-suka-memilih-orang.html' title='Orang Sunda Lebih Suka Memilih Orang Batak jadi Caleg di Jawa Barat'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-3859374187588862558</id><published>2008-11-09T18:57:00.001-08:00</published><updated>2008-11-09T19:03:05.558-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: Rudolf Mazvoka Pardede, Rp. 298,740,200,000 Thn 2001</title><content type='html'>&lt;a href="http://indonesia-arab.blogspot.com/2008/11/is-rudolf-pardede-richest-batak-in.html"&gt;See Here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-3859374187588862558?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/3859374187588862558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/3859374187588862558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-rudolf-mazvoka-pardede.html' title='Milyarder Batak: Rudolf Mazvoka Pardede, Rp. 298,740,200,000 Thn 2001'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-355260011088209878</id><published>2008-11-09T18:57:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T19:00:08.603-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: Maratua Simanjuntak, 1,5 Milyar</title><content type='html'>See &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/03/26/00103552"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-355260011088209878?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/355260011088209878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/355260011088209878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-maratua-simanjuntak-15.html' title='Milyarder Batak: Maratua Simanjuntak, 1,5 Milyar'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-1486042691092970749</id><published>2008-11-09T18:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T18:56:04.552-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: Abdul Wahab Dalimunthe, 11 Milyar</title><content type='html'>See &lt;a href="http://blogberita.net/2008/03/27/calon-gubsu-terkaya-dan-termiskin/"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-1486042691092970749?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1486042691092970749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1486042691092970749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-abdul-wahab-dalimunthe.html' title='Milyarder Batak: Abdul Wahab Dalimunthe, 11 Milyar'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-2440195380998773627</id><published>2008-11-09T18:47:00.002-08:00</published><updated>2008-11-09T18:58:10.322-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: RE Siahaan, 5,7 Milyar</title><content type='html'>See &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/03/26/00103552"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-2440195380998773627?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/2440195380998773627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/2440195380998773627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-re-siahaan-57-milyar.html' title='Milyarder Batak: RE Siahaan, 5,7 Milyar'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-3478790750155177880</id><published>2008-11-09T18:47:00.001-08:00</published><updated>2008-11-09T18:54:14.209-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: Drs. Toga Sianturi, Partai Damai Sehajtera, 15 Milyar</title><content type='html'>See &lt;a href="http://64.233.183.104/search?q=cache:kft6Z926wQMJ:www.bainfokomsumut.go.id/detail.php%3Fid%3D427+daftar+kekayaan+dprd+sumut&amp;hl=id&amp;ct=clnk&amp;cd=4&amp;gl=id"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-3478790750155177880?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/3478790750155177880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/3478790750155177880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-drs-toga-sianturi.html' title='Milyarder Batak: Drs. Toga Sianturi, Partai Damai Sehajtera, 15 Milyar'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-5534160913188429291</id><published>2008-11-09T18:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T18:49:29.302-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milyarder'/><title type='text'>Milyarder Batak: Syamsul Sianturi, Rp. 56 Milyar</title><content type='html'>Lihat &lt;a href="http://bersamatoba.com/tobasa/politik/calon-bupati-taput-terkaya-syamsul-sianturi-total-harta-senilai-rp5616-milyar.html"&gt;di Sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-5534160913188429291?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5534160913188429291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5534160913188429291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/11/milyarder-batak-syamsul-sianturi-rp-56.html' title='Milyarder Batak: Syamsul Sianturi, Rp. 56 Milyar'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-696070815168972914</id><published>2008-07-04T12:14:00.000-07:00</published><updated>2008-07-04T12:30:04.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mandailing'/><title type='text'>METAFORA MANDAILING</title><content type='html'>Oleh: Khaerunissa&lt;br /&gt;Universitas Pendidikan Indonesia Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstract&lt;br /&gt;This paper discusses metaphors in the Mandailing language based on the classification of semantic human perception (Haley's model) and pragmatic approaches found in traditional ceremony Mangupa. The Mandailing Society's (MS) knowledge on semantic human perception is very significant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The category mostly found for animates shows that the members of the MS help one another for good purposes. The being category indicates the MS's curiosity on abstract things, the object category means that the MS must be responsible to the necleus family and to the extended one, cosmos, terrestrial, the living and human category shows that there are some sides that may not be opposed in life. The&lt;br /&gt;last category, energy and substance, mean that the members of the MS must not only think of themselves but also the others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keywords:&lt;br /&gt;metaphors, pragmatic approaches, the Mandailing Soceity, semantic human perception&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Setiap suku mempunyai adat istiadat tersendiri yang berbeda satu dengan lain-nya. Walaupun berbeda namun adat istiadat tersebut mempunyai tujuan yang sama yaitu mendidik masyarakatnya berbudi luhur, bersopan santun, kasih sayang dan berbuat baik terhadap sesama anggota masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Mandailing (MM) adalah salah satu sub etnik Batak yang ada di Sumatera Utara. MM memiliki marga-marga yang menunjukkan keturunannya menurut garis ayah (patrilinial) . MM mempunyai bahasa Mandailing sebagai lambang identitas dan manifestasi eksistensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi yang dimaksud adalah sebagai makhluk yang bermasyarakat atau makhluk&lt;br /&gt;sosial dimana kemasyarakatan itu sendiri terbentuk dengan adanya bahasa. Falsafah&lt;br /&gt;hidup MM selalu ditemukan dalam perumpamaan yang didapati dalam upacara adat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan- perumpamaan itu tidak hanya mengemukakan peran, hukum maupun keinginan tetapi juga melambangkan ekspresi pikiran dalam mencari tahu arti hidup dan kehidupan manusia. Dengan kata lain, perumpamaan merupakan ungkapan kebahasaan yang menuntun manusia pada pemahaman realitas kehidupan melalui pelambangan atau kiasan. Salah&lt;br /&gt;satu bentuk dari perumpamaan- perumpamaan itu adalah metafora. Dengan demikian makna yang terkandung dalam metafora dapat ditelusuri melalui pemahaman terhadap apa sesuatu itu dibandingkan atau dianalogikan. Metafora tersebut biasanya terdapat pada upacara adat perkawinan, upacara kematian, syukuran karena baru melahirkan dan&lt;br /&gt;memasuki rumah baru. Namun pada tulisan ini pembahasan metafora dalam upacara adat dibatasi pada upacara adat perkawinan dan memasuki rumah baru yang disebut dengan upacara mangupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangupa adalah upacara adat dalam kehidupan masyarakat Mandailing yang lahir dari penghayatan leluhur masyarakat Mandailing terhadap keberadaan zat yang gaib, yang berkuasa, yang mengatur alam semesta termasuk perjalanan hidup manusia. Agar keselamatan dan kesuksesan manusia tercapai, di dalam adat Mandailing selalu  dilaksanakan upacara mangupa. (Harahap 1991).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam struktur hukum adat Mandailing dikenal sistem kekerabatan&lt;br /&gt;yang disebut dengan Dalihan Na Tolu (DNT). Secara etimolgis DNT&lt;br /&gt;berarti&lt;br /&gt;`tungku yang tiga'. Tungku artinya `tempat untuk menjerangkan periuk&lt;br /&gt;ke atas&lt;br /&gt;api pada waktu memasak'. Ketiga tungku ini berukuran sama dan harus&lt;br /&gt;disusun dalam keadaan seimbang sehingga kecil kemungkinan periuknya&lt;br /&gt;untuk&lt;br /&gt;jatuh. Adanya ketiga tungku yang sama menunjukkan bahwa MM mempunyai&lt;br /&gt;persamaan derajat, yang berbeda adalah tugas dan fungsi mereka di&lt;br /&gt;dalam adat.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ketiga tungku itu adalah kahanggi, anak boru dan&lt;br /&gt;mora. Kahanggi adalah barisan orang yang semarga atau sepewarisan,&lt;br /&gt;anak&lt;br /&gt;boru adalah orang yang bermarga lain dari kita yang merupakan&lt;br /&gt;kelompok&lt;br /&gt;yang menikahi anak gadis kita (boru kita) atau anak boru ialah semua&lt;br /&gt;famili&lt;br /&gt;pihak suami saudara kita perempuan. Mora adalah kelompok orang-orang&lt;br /&gt;tempat kita mengambil boru atau isteri, atau semua famili pihak&lt;br /&gt;saudara ibu&lt;br /&gt;ataupun keluarga menantu kita perempuan.&lt;br /&gt;Tulisan ini memuat tentang metafora yang terdapat pada upacara adat&lt;br /&gt;mangupa masyarakat Mandailing yang merupakan persepsi masyarakat pe-&lt;br /&gt;nuturnya dengan pendekatan pragmatik. Hal ini dilakukan karena&lt;br /&gt;pemahaman&lt;br /&gt;tentang metafora sebagai ungkapan kebahasaan yang memiliki lambang&lt;br /&gt;kias&lt;br /&gt;harus dipahami melalui konteks. Selanjutnya metafora diklasifikasi&lt;br /&gt;menurut&lt;br /&gt;medan semantik ruang persepsi model Michael C. Haley. Haley (dalam&lt;br /&gt;Wahab&lt;br /&gt;1995) mengatakan bahwa lambang dari metafora dapat di-golongkan&lt;br /&gt;berdasarkan klasifikasi medan semantik ruang persepsi manusia&lt;br /&gt;menjadi being,&lt;br /&gt;cosmos, energy, substance, terrestrial, object, living, animate dan&lt;br /&gt;human.&lt;br /&gt;Metafora yang ditampilkan dalam tulisan ini merupakan salah satu&lt;br /&gt;pelestarian nilai budaya yang berakar pada khazanah linguistik lokal&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;terungkap dalam kehidupan sehari-hari di Mandailing. Pembinaan dan&lt;br /&gt;pe-&lt;br /&gt;ngembangan bahasa daerah ini sangat penting karena dianggap sebagai&lt;br /&gt;pemerkaya kebudayaan nasional dan nilai-nilai kebudayaan tradisional.&lt;br /&gt;Kebudayaan tradisional hanya dapat dimengerti melalui ungkapan bahasa&lt;br /&gt;daerah masyarakatnya (Sibarani 2003).&lt;br /&gt;Metafora telah banyak diteliti dalam kaitannya dengan berbagai&lt;br /&gt;disiplin ilmu, misalnya hubungan metafora dengan teori linguistik&lt;br /&gt;(Jerrold M.&lt;br /&gt;Seddock, David Rummelhart, dalam Andrew Ortony 1979; Wahab 1995;&lt;br /&gt;Silalahi 2005; Siregar 2004; Hasibuan 2005; dan Purba 2000);;&lt;br /&gt;hubungan&lt;br /&gt;metafora dengan psikologi (Allan Paivio, Bruce Fraser, Andrew Ortony&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;G.A. Miller juga dalam Andrew Ortony 1979); hubungan metafora dengan&lt;br /&gt;sosiologi (Donald P.Schon, Michael J.Reddy, Robert J.Stenberg dalam&lt;br /&gt;buku&lt;br /&gt;yang sama); dan hubungan metafora dengan pendidikan (dalam buku yang&lt;br /&gt;sama, dibahas oleh Hugh G. Petrie dan Thomas G. Sticht).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. METAFORA&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang penggunaan metafora dalam interaksi dan&lt;br /&gt;komunikasi&lt;br /&gt;sehari-hari boleh jadi hanya merupakan bagian dari gaya berbahasa&lt;br /&gt;sehingga&lt;br /&gt;fungsinya hanya sebagai variasi retoris. Pembicara akan menggunakan&lt;br /&gt;suatu&lt;br /&gt;ekspresi figuratif ketika dirasakannya tidak ada bahasa literal yang&lt;br /&gt;mampu&lt;br /&gt;menghasilkan efek yang sama atau tidak ada bahasa literal yang&lt;br /&gt;sepadan&lt;br /&gt;dengan bahasa figuratif untuk menyampaikan makna yang diinginkannya&lt;br /&gt;sehingga memperoleh respon yang sama.&lt;br /&gt;Dalam retorika tradisional, metafora digolongkan sebagai sebuah&lt;br /&gt;kiasan, yakni sebagai sebuah gambaran yang mengklasifikasikan adanya&lt;br /&gt;variasi makna dalam penggunaan kata dan lebih tepatnya dalam proses&lt;br /&gt;denominasi. Sebuah metafora dijelaskan sebagai pengaplikasian&lt;br /&gt;sesuatu dari&lt;br /&gt;sebuah nama yang menjadi milik sesuatu yang lain dan secara&lt;br /&gt;proporsional&lt;br /&gt;dengan cara perbandingan yang ditandai secara eksplisit oleh suatu&lt;br /&gt;tema&lt;br /&gt;komparatif, misalnya "seperti….", dengan kata lain perbandingan&lt;br /&gt;merupakan&lt;br /&gt;sebuah bentuk perluasan metafora. Secara sederhana dapat dikatakan&lt;br /&gt;metafora&lt;br /&gt;adalah komparasi yang menjembatani (Ricoeur 2002).&lt;br /&gt;Beardsley (dalam Ricoeur 2002) mengatakan metafora adalah sebuah&lt;br /&gt;puisi miniatur. Dengan begitu hubungan antara makna literal dan makna&lt;br /&gt;figuratif dalam sebuah metafora adalah seperti versi penjembatan&lt;br /&gt;dalam&lt;br /&gt;kalimat tunggal dari harmonisasi signifikansi kompleks yang memberi&lt;br /&gt;karakter&lt;br /&gt;unik pada karya literer sebagai sebuah keutuhan. Karya literer yang&lt;br /&gt;dimaksudkan di sini adalah karya wacana yang berbeda dengan karya&lt;br /&gt;wacana&lt;br /&gt;lain, khususnya wacana sains yang membawa makna eksplisit dan&lt;br /&gt;implisit ke&lt;br /&gt;alam suatu hubungan. Dalam kaitannya dengan metafora ini, Lakoff dan&lt;br /&gt;Johnson (1980) berpendapat:&lt;br /&gt;"Our conventional ways of talking about arguments presuppose&lt;br /&gt;a metaphor we are hardly ever conscious of. The metaphor is not&lt;br /&gt;merely in the world we use … it is in our very concept of an&lt;br /&gt;argument. On the contrary, human thought processes are largely&lt;br /&gt;metaphorical. This is what we mean when we say that the human&lt;br /&gt;conceptual system is metaphorically structured and define".&lt;br /&gt;Pendapat tentang Lakoff ini mengisyarakatkan bahwa metafora bukan&lt;br /&gt;semata-&lt;br /&gt;semata dalam kata-kata yang kita gunakan tetapi lebih dari itu ia&lt;br /&gt;merupakan&lt;br /&gt;fakta bahwa proses berpikir manusia dan sistem pemahamannya sebagian&lt;br /&gt;adalah metaforis.&lt;br /&gt;Adapun Wahab (1995) mengatakan bahwa metafora terletak pada&lt;br /&gt;perannya yang penting dalam menentukan hubungan antara bahasa&lt;br /&gt;pengetahu-&lt;br /&gt;an manusia dengan dunia yang diinginkannya. Ia menambahkan bahwa&lt;br /&gt;metafora sebagai ungkapan kebahasaan yang maknanya tidak dapat&lt;br /&gt;dijangkau&lt;br /&gt;secara langsung dari lambang karena makna yang dimaksud terdapat pada&lt;br /&gt;prediksi ungkapan kebahasaan itu. Dengan kata lain, metafora adalah&lt;br /&gt;pe-&lt;br /&gt;mahaman dari pengalaman akan sejenis hal yang dimaksudkan untuk&lt;br /&gt;perihal&lt;br /&gt;yang lain. Senada dengan hal ini, Taylor (dalam Siregar 2004)&lt;br /&gt;menyatakan&lt;br /&gt;metafora tidak dipahami sebagai pelanggaran penutur terhadap kaidah&lt;br /&gt;kompe-&lt;br /&gt;tensi bahasa. Sebaliknya paradigma kognitif melihat metafora sebagai&lt;br /&gt;alat untuk mengkonseptualisasi kan ranah-ranah pengalaman abstrak dan&lt;br /&gt;tidak ter-&lt;br /&gt;bawa ke dalam ranah yang konkret dan akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PRAGMATIK&lt;br /&gt;Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa&lt;br /&gt;secara&lt;br /&gt;eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan itu digunakan dalam&lt;br /&gt;komu-&lt;br /&gt;nikasi. Menurut Leech (1993), pragmatik adalah studi mengenai makna&lt;br /&gt;ujaran&lt;br /&gt;dalam situasi tertentu. Sementara Levinson (dalam Siregar 2002) men-&lt;br /&gt;definisikan pragmatik sebagai telaah mengenai relasi antar bahasa&lt;br /&gt;dan konteks&lt;br /&gt;yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman&lt;br /&gt;bahasa.&lt;br /&gt;Dengan demikian ia merupakan telaah mengenai kemampuan pemakai bahasa&lt;br /&gt;dalam menghubungkan serta menyerasikan kalimat-kalimat dan konteks&lt;br /&gt;secara&lt;br /&gt;tepat. Pragmatik dan tindak tutur memandang konteks sebagai&lt;br /&gt;pengetahuan&lt;br /&gt;bersama antara pembicara dan pendengar dan pengetahuan tersebut&lt;br /&gt;mengarah&lt;br /&gt;pada interpretasi suatu tuturan. Pengetahuan atau konteks tertentu&lt;br /&gt;dapat&lt;br /&gt;mengakibatkan manusia mengidentifikasi jenis-jenis tindak tutur yang&lt;br /&gt;berbeda.&lt;br /&gt;Berbicara tentang pragmatik di dalam mangupa berarti berbicara&lt;br /&gt;tentang penggunaan perangkat tindak tutur dalam tuturan. Kehadiran&lt;br /&gt;perangkat&lt;br /&gt;tindak tutur ini ada yang wajib dan ada pula yang bersifat opsional&lt;br /&gt;bergantung&lt;br /&gt;kepada kepentingannya. Searle (dalam Wijana 1969) mengatakan bahwa&lt;br /&gt;secara&lt;br /&gt;pragmatis setidak-tidaknya ada tiga jenis tindakan yang dapat&lt;br /&gt;diwujudkan oleh&lt;br /&gt;seorang penutur, yaitu tindak lokusi, tindak ilokusi dan tindak&lt;br /&gt;perlokusi.Tindak&lt;br /&gt;lokusi adalah tindak tutur yang digunakan untuk menyatakan sesuatu,&lt;br /&gt;tindak&lt;br /&gt;ilokusi adalah tindak yang digunakan selain untuk menyatakan sesuatu&lt;br /&gt;juga&lt;br /&gt;digunakan untuk melakukan sesuatu sedangkan tindak perlokusi adalah&lt;br /&gt;tindak&lt;br /&gt;tutur yang pengutaraannya dimaksudkan untuk mempengaruhi lawan tutur.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal ini untuk memahami metafora dalam upacara&lt;br /&gt;mangupa harus terikat dengan konteks. Misalnya dalam masyarakat&lt;br /&gt;Mandailing ditemukan ungkapan metaforis ulos na so ra buruk yang&lt;br /&gt;bermakna&lt;br /&gt;adat yang tidak akan pernah punah. Adat itu dilambangkan kepada ulos&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;tidak akan rusak sampai kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KATEGORI RUANG PERSEPSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Kategori Keadaan&lt;br /&gt;Menurut hierarki medan semantik ruang persepsi manusia yang paling&lt;br /&gt;jauh&lt;br /&gt;adalah keadaan (being). Keadaan dikatakan jauh karena ia memiliki&lt;br /&gt;konsep&lt;br /&gt;dari pengalaman manusia yang abstrak. Konsep abstrak itu meskipun&lt;br /&gt;ada tetapi&lt;br /&gt;tidak dapat dihayati langsung oleh panca indera manusia. Dalam&lt;br /&gt;bahasa Man-&lt;br /&gt;dailing ditemukan metafora yang berkategori keadaan sebagai berikut.&lt;br /&gt;(1)&lt;br /&gt;Mudah-mudahan nian, talak tangan muyu manarimona songoni muse&lt;br /&gt;dohot marbontar niate-ate……….&lt;br /&gt;`Mudah-mudahan kalian ringan tangan dan memiliki keikhlasan hati&lt;br /&gt;menerimanya' .&lt;br /&gt;Konsep metafora marbontar niate-ate `memiliki keikhlasan hati' tidak&lt;br /&gt;dapat&lt;br /&gt;dilihat bentuknya oleh indera manusia tetapi secara konvensional&lt;br /&gt;dapat&lt;br /&gt;dipahami maknanya. Ia merupakan lambang kias yang harus&lt;br /&gt;diinterpretasikan maknanya. Apabila dikaitkan dengan konteks&lt;br /&gt;kalimatnya metafora tersebut&lt;br /&gt;diucapkan oleh pihak anak boru kepada pihak mora pada waktu meminang.&lt;br /&gt;Dalam tuturan ini anak boru meminta kepada mora agar menerima&lt;br /&gt;mereka dengan senang hati dan rela. Dengan kata lain, tindak ilokusi&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;terjadi adalah memberi kesan atau pengaruh agar mora sebagai lawan&lt;br /&gt;tutur&lt;br /&gt;mau mendengarkan sekaligus menerima anak boru dengan hati yang&lt;br /&gt;ikhlas.&lt;br /&gt;Dari metafora ini diketahui bahwa keikhlasan itu `ada' meskipun&lt;br /&gt;tidak dapat&lt;br /&gt;dilihat dengan panca indera manusia.&lt;br /&gt;(2)&lt;br /&gt;Horas tondi madingin pir tondi matogu.&lt;br /&gt;`Selamat, semoga semangatnya sejuk dan keras semangat'&lt;br /&gt;Konsep metafora tondi bersifat abstrak. Ia merupakan lambang kias&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;maknanya hanya dapat diinterpretasikan dalam konteks kalimat. Manusia&lt;br /&gt;dalam pandangan MM terdiri dari tiga bagian yaitu badan, jiwa (roh)&lt;br /&gt;dan tondi.&lt;br /&gt;Badan adalah jasad yang kasar dan nyata, jiwa atau roh adalah benda&lt;br /&gt;abstrak&lt;br /&gt;yang menggerakkan badan kasar dan tondi adalah benda abstrak yang&lt;br /&gt;mengisi&lt;br /&gt;dan menuntun badan kasar dan jiwa dengan tuah sehingga seseorang&lt;br /&gt;kelihatan&lt;br /&gt;berwibawa dan bermarwah. Tondi adalah kekuatan, tenaga, semangat jiwa&lt;br /&gt;yang memelihara ketegaran rohani dan jasmani agar tetap seimbang dan&lt;br /&gt;kukuh&lt;br /&gt;dan menjaga harmoni kehidupan setiap individu. Tondi merupkan zat&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;berdiri sendiri. Dalam keadaan tidak sadar tondi seseorang berada di&lt;br /&gt;luar badan&lt;br /&gt;dan jiwanya (Harahap 1991).&lt;br /&gt;Dalam budaya Mandailing metafora ini bermakna seseorang akan&lt;br /&gt;sanggup menghadapi setiap ancaman yang datang. Untuk itu seseorang&lt;br /&gt;harus&lt;br /&gt;kuat. Orang yang tidak mempunyai tondi mukanya agak pucat dan tidak&lt;br /&gt;bergairah. Walaupun kadar tondi berbeda untuk setiap orang, tetapi&lt;br /&gt;setiap&lt;br /&gt;orang memiliki tondi tersebut. Tondi itu dapat berpisah dari badan&lt;br /&gt;seseorang&lt;br /&gt;karena sesuatu hal, misalnya apabila seseorang mendapat kesusahan.&lt;br /&gt;Namun,&lt;br /&gt;tondi yang telah hilang dari badan dapat dipanggil kembali melalui&lt;br /&gt;acara adat&lt;br /&gt;yang disebut mangupa. Apabila kita cermati, situasi tuturan terjadi&lt;br /&gt;pada saat&lt;br /&gt;pengetua adat atau raja memberi nasihat kepada kedua mempelai dan&lt;br /&gt;ilokusinya adalah agar keduanya dapat melaksanakan nasihat tersebut&lt;br /&gt;nantinya.&lt;br /&gt;(3)&lt;br /&gt;… anso ulang on manjadi ngot-ngot i bagasan ipon sangatungkol i&lt;br /&gt;bagasan ngadol&lt;br /&gt;`… supaya jangan lagi terasa sakit di dalam gigi atau rasa sakit di&lt;br /&gt;dalam geraham'&lt;br /&gt;Konsep metafora ngot-ngot i bagasan ipon sangatungkol i bagasan&lt;br /&gt;ngadol,&lt;br /&gt;walaupun tidak dapat dilihat oleh indera, dapat dipahami apabila&lt;br /&gt;diinterpretasikan maknanya. Metafora ini bermakna cita-cita yang&lt;br /&gt;telah ber-&lt;br /&gt;hasil dilaksanakan oleh anak boru yang telah lama tertanam di dalam&lt;br /&gt;hatinya&lt;br /&gt;dan sekarang tidak lagi menjadi pikirannya.&lt;br /&gt;Apabila dikaitkan dengan konsep dalihan natolu metafora ini di-&lt;br /&gt;sampaikan oleh suhut dan anak boru kepada hatobangon pada waktu&lt;br /&gt;diadakan&lt;br /&gt;musyawarah sebelum acara perkawinan karena cita-citanya akan&lt;br /&gt;menunjukkan&lt;br /&gt;kasih sayangnya kepada anak laki-lakinya dengan membuat acara adat&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;besar (marhorja) telah dapat dilaksanakan. Dalam budaya ini ketika&lt;br /&gt;seorang&lt;br /&gt;anak laki-laki lahir kedua orangtuanya merasa bangga dan bercita-&lt;br /&gt;cita akan&lt;br /&gt;membuat adat yang besar apabila anaknya nanti berumah tangga.&lt;br /&gt;Metafora ini&lt;br /&gt;juga bermakna pentingnya anak laki-laki karena ia akan meneruskan&lt;br /&gt;garis keturunan dari ayahnya (patrilinial) . Dampak psikologisnya&lt;br /&gt;sangat berat&lt;br /&gt;apabila seseorang tidak mempunyai anak laki-laki karena ia akan&lt;br /&gt;kehilangan&lt;br /&gt;keturunan untuk seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Kategori Kosmos&lt;br /&gt;Kategori kosmos adalah benda kosmik yang memiliki jarak jauh dan&lt;br /&gt;memiliki&lt;br /&gt;ruang sebagai bagian dari cakrawala namun keberadaannya masih dapat&lt;br /&gt;dicermati oleh indera manusia. Dalam bahasa Mandailing ditemukan&lt;br /&gt;metafora&lt;br /&gt;yang berkategori kosmos sebagai berikut.&lt;br /&gt;(4)&lt;br /&gt;Mora mataniari so gokgohon, dapdap na so dahapon.&lt;br /&gt;`Kita tidak dapat menantang matahari dan pohon dapdap yang tidak&lt;br /&gt;dapat dipeluk'&lt;br /&gt;Mataniari `matahari' adalah benda angkasa yang mendatangkan terang&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;panas pada bumi di siang hari. Setiap orang tidak dapat menantang&lt;br /&gt;matahari&lt;br /&gt;karena panasnya. Metafora ini dikiaskan kepada pihak mora yang tidak&lt;br /&gt;boleh&lt;br /&gt;ditantang atau dilawan karena apabila dilawan akan menimbulkan&lt;br /&gt;bencana dan&lt;br /&gt;pihak ini dianggap melupakan dirinya sendiri sebagai manusia.&lt;br /&gt;Tuturan dari&lt;br /&gt;pihak anak boru ini secara lokusi menginformasikan keadaan dan secara&lt;br /&gt;ilokusi meminta dan sekaligus menegaskan bahwa mora tidak boleh&lt;br /&gt;dilawan.&lt;br /&gt;Metafora ini senada dengan metafora Dialo tondi, buruk pamatang&lt;br /&gt;`Melawan diri sendiri badan jualah yang menanggung akibatnya'.&lt;br /&gt;(5)&lt;br /&gt;Harana ditatap langit dao, ditombom tano pir, piran do pe na so ada.&lt;br /&gt;`Kita melihat langit sangat jauh, kalau dipijakkan ke tanah keras,&lt;br /&gt;lebih&lt;br /&gt;keras lagi yang tidak ada'&lt;br /&gt;Pada metafora ini langit termasuk kategori cosmos. Untuk dapat&lt;br /&gt;memahami&lt;br /&gt;metafora ini kita harus melihat pada budaya Mandailing itu sendiri.&lt;br /&gt;Sebelum&lt;br /&gt;melaksanakan acara pernikahan, pihak anak boru menyampaikan maksudnya&lt;br /&gt;kepada mora sehubungan dengan beban yang harus ditanggulanginya.&lt;br /&gt;Karena&lt;br /&gt;keterbatasan kemampuan baik moril maupun material anak boru&lt;br /&gt;menggunakan&lt;br /&gt;kata-kata yang yang mengandung makna merendahkan diri dengan maksud&lt;br /&gt;agar mora memaklumi keberadaannya, sehingga apa yang diinginkan kedua&lt;br /&gt;belah pihak tercapai. Tuturan anak boru ini secara lokusi memiliki&lt;br /&gt;makna&lt;br /&gt;menyatakan keadaan dan ilokusinya mengharapkan agar pihak mora&lt;br /&gt;mengerti&lt;br /&gt;akan kondisi anak boru dan tindak tutur perlokusinya adalah mora&lt;br /&gt;dapat&lt;br /&gt;memakluminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 Kategori Energi&lt;br /&gt;Kategori persepsi manusia yang langsung berada di bawah kosmos adalah&lt;br /&gt;energi. Predikasi khusus yang dimiliki oleh kategori ini selain&lt;br /&gt;menempati&lt;br /&gt;ruang ia dapat juga bergerak. Contohnya dalam bahasa Mandailing&lt;br /&gt;sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;(6)&lt;br /&gt;Di jolo muyu adong i son aek sitio-tio.&lt;br /&gt;`Di hadapan kalian ada air sitio-tio'&lt;br /&gt;Interpretasi makna pada metafora ini adalah bahwa air adalah sumber&lt;br /&gt;kehidupan. Semua kegiatan manusia tidak terlepas dari air. Oleh&lt;br /&gt;sebab itu,&lt;br /&gt;jangan menyia-nyiakan air. Tuturan ini bermakna agar kedua mempelai&lt;br /&gt;jangan&lt;br /&gt;memikirkan diri sendiri tetapi juga harus memikirkan orang lain.&lt;br /&gt;Tuturan ini&lt;br /&gt;disampaikan oleh orangtua kepada kedua mempelai. Tindak tutur ini di&lt;br /&gt;samping memberi informasi juga memiliki ilokusi agar kedua mempelai&lt;br /&gt;melaksanakan nasihat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.4 Kategori Substansi&lt;br /&gt;Kategori substansi memiliki ruang dan dapat dicerna oleh panca indera&lt;br /&gt;manusia karena memang ada pada lingkungan hidup manusia. Contoh&lt;br /&gt;metafora&lt;br /&gt;jenis ini adalah:&lt;br /&gt;(7)&lt;br /&gt;... i son adong santan pamorgo-morgoi. Ibo roha nian mago ma na&lt;br /&gt;milas....&lt;br /&gt;` … di sini ada santan yang dapat mendinginkan, yang dapat&lt;br /&gt;menghilangkan yang panas … '&lt;br /&gt;Santan pamorgo-morgoi adalah santan yang dicampur dengan tepung dan&lt;br /&gt;gula&lt;br /&gt;disebut dengan itak, yang disediakan kepada tamu pada waktu acara&lt;br /&gt;memasuki&lt;br /&gt;rumah baru. Sebelum itak ini dimakan ada pihak yang memberikan kata&lt;br /&gt;nasihat kepada pemilik rumah. Mendirikan sebuah rumah dalam MM&lt;br /&gt;merupa-&lt;br /&gt;kan suatu prestasi yang harus dicapai. Kayu yang akan digunakan untuk&lt;br /&gt;membangun rumah itu dikumpul satu demi satu sehingga berlangsung&lt;br /&gt;dalam&lt;br /&gt;waktu yang relatif lama karena mereka memperoleh kayu tersebut dari&lt;br /&gt;hutan.&lt;br /&gt;Suatu ketika bila bahan kayu yang dibutuhkan untuk mendirikan rumah&lt;br /&gt;telah&lt;br /&gt;mencukupi maka didirikanlah rumah tersebut.&lt;br /&gt;Metafora ini dituturkan oleh mora kepada anak boru yang telah&lt;br /&gt;berhasil mendirikan rumahnya dan dapat diinterpretasikan bahwa rumah&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;akan ditempati ini hendaknya menjadi rumah yang aman dan tenteram&lt;br /&gt;bagi&lt;br /&gt;penghuninya dan rezeki yang datang akan berlimpah ruah. Dengan kata&lt;br /&gt;lain,&lt;br /&gt;rumah tersebut bertuah dan bertondi. Ilokusi dari tuturan ini selain&lt;br /&gt;memberi&lt;br /&gt;informasi sekaligus menyatakan bahwa rumah tersebut boleh dipakai&lt;br /&gt;oleh para&lt;br /&gt;tetangga untuk menampung tamu-tamu yang datang baik digunakan untuk&lt;br /&gt;tempat makan, tidur dan shalat selama horja yang ada di kampung itu&lt;br /&gt;dilaksanakan karena adat di Mandailing sifatnya kolektif. Orang yang&lt;br /&gt;sudah&lt;br /&gt;dapat mendirikan rumah dianggap sebagai orang yang sudah menerima&lt;br /&gt;tuah.&lt;br /&gt;a. Kategori Terrestrial `Terestrial'&lt;br /&gt;Kategori terestrial yang berada di bawah substansi adalah objek yang&lt;br /&gt;menyatu&lt;br /&gt;dengan permukaan bumi karena objek tersebut lengket di atas permukaan&lt;br /&gt;bumi. Contohnya dalam bahasa Mandailing adalah:&lt;br /&gt;Ngada tola on jagar-jagar nami on mayup tu jae, angkon mayup tu julu&lt;br /&gt;do.&lt;br /&gt;`Anak gadis kami ini tidak boleh hanyut ke hilir, tetapi harus&lt;br /&gt;hanyut ke&lt;br /&gt;hulu'&lt;br /&gt;Metafora pada contoh ini adalah mayup tu julu `hanyut ke hulu'. Julu&lt;br /&gt;adalah hulu sungai merupakan bagian dari belahan bumi yang memiliki&lt;br /&gt;makna&lt;br /&gt;tidak langsug bila dikaitkan dengan konteks kalimat tersebut.&lt;br /&gt;Metafora ini&lt;br /&gt;memiliki makna orang yang berada, bangsawan dan tahu adat.&lt;br /&gt;Interpretasinya&lt;br /&gt;adalah bahwa pengantin laki-laki harus orang yang berada dan beradat&lt;br /&gt;sehingga kondisi ekonomi kedua mempelai tidak diragukan lagi setelah&lt;br /&gt;mereka&lt;br /&gt;memasuki hidup baru. Tuturan ini disampaikan oleh pihak suhut kepada&lt;br /&gt;pihak&lt;br /&gt;mora pada waktu meminang. Ilokusinya adalah meminta kepada pihak mora&lt;br /&gt;agar anak gadis mereka nantinya terpenuhi kebutuhannya. Contoh&lt;br /&gt;metafora&lt;br /&gt;lainnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tor marsitatapan, rura manjalahi pardomuan.&lt;br /&gt;`Dua bukit yang tingginya sama, dua sungai mencari tempat bersatu'&lt;br /&gt;Metafora pada contoh di atas ini dilambangkan dengan tor masitatapan&lt;br /&gt;yang interpretasinya adalah bahwa dua keluarga yang akan bersatu&lt;br /&gt;berasal dari&lt;br /&gt;keluarga yang setara, sama-sama memiliki adat dan berasal dari&lt;br /&gt;keturunan&lt;br /&gt;yang baik-baik.&lt;br /&gt;b. Kategori Object `Objek'&lt;br /&gt;Kategori objek di dalam medan semantik ruang persepsi manusia adalah&lt;br /&gt;sesuatu yang berkaitan dengan benda. Contohnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Laklak i ginjang pintu singkoru i golam-golom, maranak sapulu pitu&lt;br /&gt;marboru sapulu onom.&lt;br /&gt;`Laklak di atas pintu dan manik-manik yang dirangkai-rangkai,&lt;br /&gt;berputera&lt;br /&gt;17 orang dan berputeri16'&lt;br /&gt;Laklak adalah kulit kayu yang berupa pembungkus yang membuat&lt;br /&gt;tanaman tersebut dapat tumbuh dan hidup. Bila kulit kayu dikupas,&lt;br /&gt;maka&lt;br /&gt;tanamannya akan layu dan mati. Dalam metafora ini laklak letaknya di&lt;br /&gt;atas&lt;br /&gt;pintu yang mempunyai makna sebagai pelindung keluarga. Posisi laklak&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;berada di atas pintu sebagai jalan masuk ke rumah diinterpretasikan&lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;pentingnya orangtua menanamkan prinsip melindungi dan bertanggung&lt;br /&gt;jawab&lt;br /&gt;bagi anak laki-laki meski dalam jumlah yang banyak.&lt;br /&gt;Metafora Singkoru `manik-manik' merupakan biji-bijian yang diikat&lt;br /&gt;dengan benang dan biasanya digunakan untuk hiasan. Dianalogikannya&lt;br /&gt;singkoru dengan anak perempuan memberi makna bahwa anak perempuan&lt;br /&gt;harus selalu kelihatan cantik dan metafora ini juga&lt;br /&gt;diinterpretasikan agar&lt;br /&gt;orangtua mampu mempersatukan keinginan anak perempuan yang beragam-&lt;br /&gt;ragam agar memiliki kepribadian yang menyatu sebagaimana bersatunya&lt;br /&gt;rangkaian manik-manik dalam jumlah yang banyak. Selain sifat-sifat&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;telah disebutkan di atas, laklak dan singkoru juga memiliki sifat&lt;br /&gt;yang mudah&lt;br /&gt;terkelupas dan terputus. Dengan demikian metafora ini juga&lt;br /&gt;mengingatkan&lt;br /&gt;kedua mempelai yang bakal menjadi orangtua untuk tetap menjaga&lt;br /&gt;keutuhan&lt;br /&gt;agar dapat melindungi dan membimbing anak maupun borunya.&lt;br /&gt;Metafora maranak sapulu pitu marboru sapulu onom menunjukkan&lt;br /&gt;bahwa anak laki-laki itu lebih diutamakan daripada anak perempuan.&lt;br /&gt;Satu&lt;br /&gt;keluarga selalu mengharapkan anak pertamanya adalah anak laki-laki.&lt;br /&gt;Adapun&lt;br /&gt;anak yang berjumlah 33 orang dalam budaya Mandailing menggambarkan&lt;br /&gt;peranan dalihan natolu yang menganggap anak saudara kita juga harus&lt;br /&gt;dianggap sebagai anak kita sendiri, sehingga setiap orang harus&lt;br /&gt;bertanggung&lt;br /&gt;jawab kepada kemanakannya. Dengan demikian timbul falsafah amak do&lt;br /&gt;rere,&lt;br /&gt;anak do babere `tikar itu adalah tikar, anak saudara perempuan kita&lt;br /&gt;adalah juga&lt;br /&gt;anak kita'&lt;br /&gt;Tuturan ini disampaikan oleh hatobangon dalam membekali kedua&lt;br /&gt;mempelai agar menjadi orangtua yang mampu mendidik dan melindungi&lt;br /&gt;anak-&lt;br /&gt;anaknya di kemudian hari. Tindak tutur yang dsampaikan selain untuk&lt;br /&gt;mengingatkan juga mengharapkan agar nasihat yang disampaikan&lt;br /&gt;dilaksanakan&lt;br /&gt;oleh kedua mempelai. Metafora lainnya adalah:&lt;br /&gt;Ulos na so ra buruk, gobak-gobak i ngali ni ari, hundung-hundung ni&lt;br /&gt;milas&lt;br /&gt;ni ari.&lt;br /&gt;`Selimut yang tidak pernah usang yang digunakan sebagai selimut di&lt;br /&gt;hari&lt;br /&gt;dingin dan pelindung di hari panas'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep metafora ulos dianalogikan dengan adat. Dalam metafora ini&lt;br /&gt;adat dianggap dapat mendatangkan kehangatan dan menimbulkan keakraban&lt;br /&gt;kalau seseorang sedang berduka dan dapat dijadikan pelindung dalam&lt;br /&gt;suasana&lt;br /&gt;suka karena orang yang beradat akan merasa sempurna jasmani dan&lt;br /&gt;rohaninya.&lt;br /&gt;Adat yang dikiaskan dengan ulos diberikan oleh pihak mora kepada&lt;br /&gt;anak boru dalam acara marbokkot bagas (memasuki rumah baru) karena&lt;br /&gt;anak&lt;br /&gt;borunya telah berhasil mendirikan rumah dan diharapkan rumah&lt;br /&gt;tersebut akan&lt;br /&gt;bertuah. Contoh lainnya adalah:&lt;br /&gt;Titian batu na so ra buruk.&lt;br /&gt;`Titi batu yang tidak pernah lapuk'&lt;br /&gt;Metafora titian batu na so ra buruk ini disampaikan oleh anak boru&lt;br /&gt;kepada suhut yang interpretasinya adalah bahwa kalau selama ini&lt;br /&gt;hubungan&lt;br /&gt;kekeluargaan antara kedua belah pihak belum begitu jelas, maka dengan&lt;br /&gt;terlaksananya pernikahan ini menjadi jelaslah hubungan kekeluargaan&lt;br /&gt;mereka&lt;br /&gt;dan diharapkan hubungan tersebut akan langgeng selamanya. Dengan&lt;br /&gt;demikian&lt;br /&gt;tindak tutur dalam ujaran ini adalah mempertegas keinginan anak boru&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;mengharapkan adanya kebersamaan.&lt;br /&gt;c. Kategori Living `Kehidupan'&lt;br /&gt;Kategori living adalah ruang persepsi manusia yang berkaitan dengan&lt;br /&gt;kehidupan flora. Ungkapan metaforanya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Napuran nami na opat ganjil lima gonop.&lt;br /&gt;`Sirih kami yang empat ganjil lima genap'&lt;br /&gt;Metafora dengan lambang kias opat ganjil lima gonop maksudnya adalah&lt;br /&gt;apabila seseorang makan sirih biasanya sirih tersebut harus dicampur&lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;kapur, gambir dan pinang sehingga jumlahnya empat macam. Campuran&lt;br /&gt;sirih&lt;br /&gt;tersebut belum dikatakan sempurna apabila belum disertai dengan&lt;br /&gt;tembakau&lt;br /&gt;sebagai unsur yang ke lima.&lt;br /&gt;Metafora di atas ini dapat diinterpretasikan apabila seseorang&lt;br /&gt;melakukan suatu&lt;br /&gt;pekerjaan haruslah dipikirkan matang-matang dan dipersiapkan segala&lt;br /&gt;sesuatunya dengan bersungguh-sungguh sehingga menimbulkan hasil yang&lt;br /&gt;maksimal. Apabila dikaitkan dengan konteks DNT, setiap acara adat di&lt;br /&gt;Mandailing dapat dikatakan sah secara hukum adat apabila dihadiri&lt;br /&gt;oleh&lt;br /&gt;kelompok yang lima yaitu suhut, kahanggi, anak boru, mora dan&lt;br /&gt;harajaon.&lt;br /&gt;Contoh lainnya adalah:&lt;br /&gt;I son tarida do i ibana ayu ara nagodang, batangna pade parsisandean,&lt;br /&gt;torjangna parsigantungan, banirna parholipan, bulungna parsilaungan.&lt;br /&gt;`Di sini terlihat ada pohon kayu yang besar, batangnya tempat&lt;br /&gt;bersandar,&lt;br /&gt;akarnya tempat bergantung, akar besarnya tempat bersemubunyi, dan&lt;br /&gt;daunnya tempat berlindung'&lt;br /&gt;Lambang kias pada metafora di atas adalah ayu ara na godang yang&lt;br /&gt;dikiaskan kepada seorang raja yang kuat, yang punya hukum adat, punya&lt;br /&gt;serdadu yang kuat (anak boru), punya istana, bersifat adil dan suka&lt;br /&gt;membantu&lt;br /&gt;orang yang susah. Tuturan ini disampaikan oleh pihak anak boru&lt;br /&gt;kepada suhut.&lt;br /&gt;Secara implisit tindak tutur dalam ujaran ini adalah meminta pihak&lt;br /&gt;suhut agar&lt;br /&gt;mau mewujudkan keinginan anak boru.&lt;br /&gt;…dapdap na so dahapon.&lt;br /&gt;`… pohon dapdap yang tidak bisa dipeluk'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metafora pada contoh ini terdapat pada kata dapdap. Dapdap adalah&lt;br /&gt;sejenis pohon yang batangnya berduri dan biasanya tumbuh di kebun-&lt;br /&gt;kebun&lt;br /&gt;yang digunakan untuk melindungi tanaman coklat. Pohon ini tidak bisa&lt;br /&gt;dipeluk&lt;br /&gt;karena akan melukai diri kita sendiri. Untuk memahami makna metafora&lt;br /&gt;ini&lt;br /&gt;harus dikaitkan dengan budaya Mandailing dalam konsep DNT yaitu pihak&lt;br /&gt;anak boru harus menjaga hubungan baik dengan mora. Apabila timbul&lt;br /&gt;salah&lt;br /&gt;paham dapat menyebabkan terjadinya malapetaka. Dengan demikian anak&lt;br /&gt;boru&lt;br /&gt;harus berhati-hati dan penuh pertimbangan apabila bergaul dengan&lt;br /&gt;mora.&lt;br /&gt;… na mangido ma mada hami on lopok ni tobu suanon.&lt;br /&gt;`… ami meminta stek tebu untuk bibit'&lt;br /&gt;Metafora lopok ni tobu `stek tebu' beranalogi dengan punya keturunan.&lt;br /&gt;Untuk memahami interpretasi metafora ini harus dikaitkan dengan&lt;br /&gt;konteks&lt;br /&gt;budaya Mandailing bahwa anak boru berharap agar anak gadis dari mora&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;akan mereka pinang dan jadi isteri anak laki-laki mereka akan&lt;br /&gt;memiliki&lt;br /&gt;keturunan yang baik-baik.&lt;br /&gt;d. Kategori Animate `Bernyawa'&lt;br /&gt;Kategori animate adalah medan makna ruang persepsi manusia yang&lt;br /&gt;berhubungan dengan dunia fauna. Contohnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Habang ninna lanok i laut siborang binoto do dia jantan sanga boru-&lt;br /&gt;boru.&lt;br /&gt;`Ia tahu lalat yang terbang di seberang lautan mana yang jantan dan&lt;br /&gt;mana&lt;br /&gt;yang betina'&lt;br /&gt;Metafora dengan lambang kias lanok i laut siborang berasosiasi&lt;br /&gt;dengan kemampuan luar biasa yang dimiliki seseorang yang tidak&lt;br /&gt;dimiliki oleh&lt;br /&gt;orang yang biasa. Metafora ini dapat diinterpretasikan apabila&lt;br /&gt;mengacu kepada&lt;br /&gt;keseluruhan konteks kalimatnya yakni menggambarkan seorang raja dalam&lt;br /&gt;sistem DNT harus memiliki kemampuan dan kebijaksanaan yang lebih dari&lt;br /&gt;masyarakat biasa untuk kepentingan bersama. Metafora ini disampaikan&lt;br /&gt;oleh&lt;br /&gt;panusunan bulung (raja) kepada kedua mempelai dan ilokusinya kedua&lt;br /&gt;mempelai menjadi orang yang bijaksana nantinya. Metafora lainnya&lt;br /&gt;adalah:&lt;br /&gt;… rap kita tandai, na margading do on marbulele I mandailing Godang.&lt;br /&gt;`… sudah kita ketahui bahwa mereka yang datang sesuai dengan adat&lt;br /&gt;istiadat yang berlaku di Mandailing'&lt;br /&gt;Bulele dan gading biasanya dimiliki oleh seekor gajah. Metafora&lt;br /&gt;Margading do&lt;br /&gt;on marbulele bermakna bahwa pihak pengantin laki-laki yang datang&lt;br /&gt;adalah&lt;br /&gt;orang yang mempunyai kampung (bonabulu), memiliki keturunan (raja),&lt;br /&gt;adat&lt;br /&gt;istiadat dan kaya. Metafora ini juga memuat pesan bagi orang&lt;br /&gt;Mandailing agar&lt;br /&gt;berusaha lebih keras mencari nafkah dan tidak menjadi orang yang&lt;br /&gt;miskin.&lt;br /&gt;Tuturan ini disampaikan oleh pihak anak boru kepada suhut dan&lt;br /&gt;ilokusinya&lt;br /&gt;adalah meminta agar pihak suhut mau menerima pihak anak boru dengan&lt;br /&gt;baik.&lt;br /&gt;Songon langkitang di batang aek, bope inda marsitandaan tai&lt;br /&gt;marsihaholongan, muda ro musu marsijagoan.&lt;br /&gt;`Seperti siput di dalam air, walaupun tidak saling kenal tetapi&lt;br /&gt;mereka saling&lt;br /&gt;menghargai, kalau musuh datang mereka saling menjaga'&lt;br /&gt;Langkitang adalah sejenis siput yang memiliki sifat kompak walaupun&lt;br /&gt;tidak saling kenal. Metafora ini bermakna agar kedua mempelai selalu&lt;br /&gt;memiliki kebersamaan dan suka tolong menolong untuk tujuan yang baik.&lt;br /&gt;Metafora ini disampaikan oleh raja kepada kedua mempelai. Tindak&lt;br /&gt;tuturnya&lt;br /&gt;berupa nasihat sekaligus mengharapkan agar kedua mempelai&lt;br /&gt;melaksanakan.&lt;br /&gt;Biasanya metafora ini selalu dikaitkan dengan metafora lain seperti:&lt;br /&gt;Ulang iba songon gunting bola-bola, tai jadi ma antong iba songon&lt;br /&gt;jait&lt;br /&gt;domu-domu.&lt;br /&gt;`Jangan kita seperti gunting yang selalu memotong, tetapi jadilah&lt;br /&gt;seperti&lt;br /&gt;jarum yang selalu menyatukan dua benda'&lt;br /&gt;¨ … i jolo muyu sada pangupa anak ni manuk pangupa ni tondi dohot&lt;br /&gt;badan&lt;br /&gt;….&lt;br /&gt;` … di depan kamu upah-upah berupa ayam sebagai pembangkit semangat&lt;br /&gt;di dalam badan ….'&lt;br /&gt;Metafora pada pangupa ini dilambangkan dengan manuk `ayam'&lt;br /&gt;karena sifat ayam sangat bagus di dalam merawat anak-anaknya. Kalau&lt;br /&gt;ia&lt;br /&gt;mengais-ngais dan mendapatkan makanan makanan itu pertama-tama akan&lt;br /&gt;diberikan kepada anak-anaknya. Dalam budaya Mandailing metafora ini&lt;br /&gt;bermakna anak perempuan harus tinggal di rumah karena anak perempuan&lt;br /&gt;dapat merawat keluarga dengan baik. Metafora ini senada dengan&lt;br /&gt;metafora&lt;br /&gt;berikut ini:&lt;br /&gt;Parsonduk ni raja haposan.&lt;br /&gt;`Isteri raja haposan'&lt;br /&gt;Makna tersirat dari metafora ini adalah seorang isteri harus berada&lt;br /&gt;di rumah'&lt;br /&gt;e. Kategori Human `Manusia'&lt;br /&gt;Yang termasuk kategori human dalam kategori ruang persepsi adalah&lt;br /&gt;keberadaan manusia itu sendiri dengan segala bentuk perilakunya untuk&lt;br /&gt;memenuhi kebutuhannya termasuk kemampuannya untuk bernalar. Contohnya&lt;br /&gt;dalam bahasa Mandailing sebagai berikut:&lt;br /&gt;Angkon adong on na manapor-napor on.&lt;br /&gt;`Harus ada yang memecah-mecahkan'&lt;br /&gt;Metafora dengan lambang kias na manapor-napor bermakna pengantin&lt;br /&gt;hendaknya mendapat keturunan secepatnya. Situasi tutur adalah pada&lt;br /&gt;waktu&lt;br /&gt;pemberangkatan pengantin dari pihak perempuan ke pihak pngantin laki-&lt;br /&gt;laki&lt;br /&gt;dan anak boru dalam tuturannya mengharap agar kedua pengantin cepat&lt;br /&gt;memperoleh keturunan.Metafora berikut ini memiliki interpretasi yang&lt;br /&gt;sama&lt;br /&gt;dengan metafora sebelumnya (no.23)&lt;br /&gt;Muda dung pade pangalaho dapot hami on nian manggolom-golom tangan si&lt;br /&gt;amun, dohot manogu-nogu tangan siambirang.&lt;br /&gt;`Keinginan kami sudah tiba saatnya tangan kanan mampu tangan kiri&lt;br /&gt;menatah'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian tentang metafora dalam tuturan upacara mangupa&lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;menggunakan medan makna ruang persepsi manusia model Haley, ditemukan&lt;br /&gt;20 metafora yang maknanya tidak dapat dijangkau secara langsung&lt;br /&gt;melainkan&lt;br /&gt;harus melalui konteks. Pengetahuan MM tentang medan makna ruang&lt;br /&gt;persepsi&lt;br /&gt;manusia model Haley ini sangat signifikan dalam arti memenuhi semua&lt;br /&gt;kategori.&lt;br /&gt;Kategori ruang persepsi animate merupakan kategori yang paling&lt;br /&gt;banyak ditemukan (20%). Hal ini menunjukkan bahwa MM harus selalu&lt;br /&gt;tolong&lt;br /&gt;menolong untuk tujuan yang baik dan anak perempuan harus tinggal di&lt;br /&gt;rumah.&lt;br /&gt;Berikutnya kategori being (15%) yang menunjukkan bahwa adanya&lt;br /&gt;keingintahuan yang sangat besar bagi MM tentang hal-hal yang abstrak.&lt;br /&gt;Kategori objek (15%) yang menunjukkan bahwa MM harus bertanggung&lt;br /&gt;jawab&lt;br /&gt;tidak hanya kepada keluarga inti tetapi juga kepada keluarga yang&lt;br /&gt;lebih luas&lt;br /&gt;(extended family). Kemudian kategori cosmos, terrestrial, living dan&lt;br /&gt;human&lt;br /&gt;masing-masing (10%). Kategori cosmos menunjukkan keyakinan bahwa di&lt;br /&gt;dalam hidup ini ada pihak yang tidak boleh dilawan dan harus&lt;br /&gt;dipatuhi.&lt;br /&gt;Selanjutnya kategori terrestrial menunjukkan bahwa MM harus beradat&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;hidup sesuai dengan adat yang berlaku. Kategori living menunjukkan&lt;br /&gt;bahwa&lt;br /&gt;MM selalu bermusyawarah untuk memutuskan sesuatu baik mengenai hal-&lt;br /&gt;hal&lt;br /&gt;yang konkret maupun yang abstrak. Kemudian kategori human menunjukkan&lt;br /&gt;bahwa seseorang harus bekerja keras dan harus memiliki anak laki-&lt;br /&gt;laki sebagai&lt;br /&gt;pembawa garis keturunan. Adapun kategori yang paling sedikit&lt;br /&gt;ditemukan&lt;br /&gt;adalah kategori energy dan substance masing-masing&lt;br /&gt;(5%). Kategori&lt;br /&gt;substance dan energy mengimplikasikan bahwa MM harus bekerja keras&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga harus memikirkan&lt;br /&gt;orang lain.&lt;br /&gt;Ditemukannya kategori-kategori di atas menunjukkan kedekatan atau&lt;br /&gt;interaksi&lt;br /&gt;MM dengan unsur-unsur makna mengenai lingkungan yang ada di&lt;br /&gt;sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Brown, Gillian and Yule, George. 1986. Discourse Analysis. London:&lt;br /&gt;Cambridge University Press.&lt;br /&gt;Harahap, Basyral Hamidi. 1991. Horja. Jakarta: Parsadaan Marga&lt;br /&gt;Harahap&lt;br /&gt;Dohot Anak Boruna.&lt;br /&gt;Hasibuan L.P. 1989. Pangupa: Buku Nenek Moyang Masyarakat Tapanuli&lt;br /&gt;Selatan. Medan.&lt;br /&gt;Lakoff, George and Johnson, Mark. 1980. Metaphors We Live By.&lt;br /&gt;Chicago:&lt;br /&gt;Chicago University Press.&lt;br /&gt;Leech, D.N. 1993. Principles of Pragmatics. New York: Longman.&lt;br /&gt;Nasution, Pandapotan. 1994. Uraian Singkat Tentang Adat Mandailing&lt;br /&gt;Serta&lt;br /&gt;Tatacara Perkawinannya. Jakarta: Widya Press.&lt;br /&gt;Purba, Parlindungan. 2002. "Ruang Persepsi Metafora Pada Umpasa&lt;br /&gt;Masyarakat Batak Toba: Suatu Kajian Pragmatik". Tesis. Medan:&lt;br /&gt;Sekolah Pascasarjana USU.&lt;br /&gt;Ricoeur, Paul. Filsafat Wacana: Membelah Makna dalam Anatomi Bahasa.&lt;br /&gt;Terjemahan&lt;br /&gt;Saeed, John. 2000. Semantics. Oxford: Blackwell.&lt;br /&gt;Sibarani, Robert. 2003. Semantik Bahasa Batak Toba. Jakarta: Pusat&lt;br /&gt;Bahasa&lt;br /&gt;Depdiknas.&lt;br /&gt;Silalahi, Roswita. 2005. "Metafora Dalam Bahasa Batak Toba". Dalam&lt;br /&gt;Logat,&lt;br /&gt;Jurnal Ilmu-Ilmu Bahasa an Sastra. Vol.1, No.2. Medan: Fakultas&lt;br /&gt;Sastra USU.&lt;br /&gt;Siregar, Bahren Umar. 2002. "Pemerolehan Tindak Tutur dan Siasat&lt;br /&gt;Kesantunan: Suatu Ancangan teoritis". Studi Kultura, Tahun ke 1, 2.&lt;br /&gt;Linguistik Indonesia, Tahun ke 26, No. 1, Februari 2008&lt;br /&gt;87&lt;br /&gt;__________. 2004. "Semantik-Pragmatik Metonimi dan Metafora". Dalam&lt;br /&gt;Katharina E.Sukamto (peny.). Menabur Benih Menuai Kasih. Jakarta:&lt;br /&gt;Obor.&lt;br /&gt;__________. 2005. "Jeruk Kok Minum Jeruk: Gejala Metaforisasi dan&lt;br /&gt;Metonimisasi dalam Bahasa Indonesia". Linguistik Indonesia. Tahun&lt;br /&gt;ke 23, 2.&lt;br /&gt;Wijana, I Dewa Putu. 1996. Dasar-Dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi.&lt;br /&gt;Wahab, Abdul. 1995. Isu Linguistik: Pengajaran Bahasa dan Sastra.&lt;br /&gt;Surabaya: Airlangga University Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaerunissa&lt;br /&gt;Universitas Pendidikan Indonesia Bandung&lt;br /&gt;Jl. Setiabudi 229&lt;br /&gt;Bandung 40154&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari milis : sa-roha@yahoogroups.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-696070815168972914?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/696070815168972914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/696070815168972914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/07/metafora-dalam-bahasa-mandailing.html' title='METAFORA MANDAILING'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-2523827401023890245</id><published>2008-03-24T17:45:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T17:50:16.271-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Indonesian Robot Contest: Hundred of Universities Compete</title><content type='html'>24/03/08 14:46&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan Universitas Bersaing dalam Kontes Robot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surabaya (ANTARA News) - Sedikitnya 107 universitas negeri maupun swasta di Indonesia telah mengajukan proposal untuk mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) yang digelar Mei-Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seleksi proposal akan ditentukan setelah 107 universitas dan 10 perusahaan IT mengirimkan laporan kemajuan robot rancangannya pada 14 April," kata juri KRI-KRCI 2008, Gigih Prabowo, saat ditemui ANTARA di Surabaya, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang juri yang juga dosen Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS itu mengemukakan, panitia tidak akan melakukan visitasi (kunjungan) seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi dengan laporan kemajuan secara video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan cara begitu, kami berharap akan lebih banyak proposal yang lolos, sehingga persaingan semakin sengit. Apalagi kontes juga tidak terpusat di satu tempat, tapi dibagi dalam empat regional," katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRI di regional I (Riau) akan diikuti 16 tim dari Sumatera, Batam, dan Bangka, sedangkan KRI di regional II (Jakarta) diikuti 16 tim dari Jakarta dan Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, KRI di regional III (Jateng) diikuti 14 tim dari Jateng, Yogyakarta, dan Kalimantan, sedangkan KRI di regional IV (Surabaya) diikuti 22 tim dari Jatim, Sulawesi, dan NTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk KRCI, di regional I diikuti 34 tim, di regional II ada 62 tim, di regional III ada 39 tim, dan di regional IV ada 53 tim. "Jadi, ada 256 tim yang menjadi peserta, baik KRI maupun KRCI," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, KRI-KRCI di tingkat regional akan dilaksanakan pada 10 Mei untuk regional III (Jateng), kemudian pada 17 Mei untuk regional I (Riau) dan IV (Surabaya), sedangkan regional III pada 24 Mei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk final KRI-KRCI se-Indonesia akan digelar di Jakarta pada 14 Juni dengan peserta ada 24 tim untuk KRI dan 48 tim untuk KRCI. KRCI sendiri dibagi empat kategori yakni divisi senior beroda, senior berkaki, expert single, dan expert swarm," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, KRI 2008 berbeda dengan tahun sebelumnya, karena setiap universitas hanya diperbolehkan mengirimkan satu tim, sehingga KRI juga lebih kompetitif, karena setiap universitas hanya mengirimkan robot unggulan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-2523827401023890245?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/2523827401023890245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/2523827401023890245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2008/03/indonesian-robot-contest-hundred-of.html' title='Indonesian Robot Contest: Hundred of Universities Compete'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-4927640727090579553</id><published>2007-10-13T18:30:00.000-07:00</published><updated>2007-10-13T18:43:56.902-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mursala'/><title type='text'>Pulau Mursala: Saat Wahab bin Qabishah Mendarat Di Tapanuli  Tahun 627 M</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFxs859qpI/AAAAAAAAADk/43k0LTFe2HQ/s1600-h/Pulau-Mursala.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFxs859qpI/AAAAAAAAADk/43k0LTFe2HQ/s400/Pulau-Mursala.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5120999268374391442" /&gt;&lt;/a&gt;Tapteng (SIB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomana alam wisata Pulau Mursala ( Mursala Island ) dengan pantai pasir putihnya sangat luar biasa dan merupakan objek wisata bahari yang paling indah di kawasan pantai Barat Sumut. Pulau Mursala sangat nyaman dan belum mengalami kerusakan ekosistem (habitat) serta lingkungan alam sekitarnya masih alami. Pulau Mursala adalah wisata yang menggabungkan alam, seni dan budaya yang akan menjadi satu-satunya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian hasil survei lokasi yang dilakukan investor asal Bali Nyoman Nuarta yang disampaikan Lilik Panadi selaku Direktur Perencanaan dan Design PT SNN (Siluet Nyoman Nuarta ) kepada wartawan, Minggu (15/4) di Hotel Wisata Indah Sibolga, usai melakukan survei bersama tim investor dan Pemkab Tapteng di kawasan Pulau Mursala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut menyertai rombongan PT SNN melakukan survei, Sekdakab Baharuddin Manik SE, Kadis Pariwisata Ir Panahatan Hutabarat, Kadis Pendapatan Drs Henri Tobing, Kadis JJ Ir M Lumbantobing, Kabag Umum Drs Philips Hutabarat, Kabag Humas Samosir Pasaribu, SIP dan pejabat Pemkab lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia,keunikan dari pulau Mursala adalah tersedianya objek wisata air terjun dengan ketinggian lebih kurang 50 meter yang langsung tercurah ke laut. Mursala merupakan sebuah proyeksi tempat wisata yang unik dan spektakuler, sebab jika ingin berpetualang, ada snorking dan diving yang memperlihatkan secara dekat 700 macam ikan tropis. “Resort pribadi menghadap air laut yang jernih menciptakan suasana pulau di dalam pulau lebih dari sekedar pulau tempat peristirahatan dan pulau eksotis yang romantis . Air biru yang jernih di sekitar pulau yang dikelilingi laguna besar sangat memukau sebagai tempat tujuan wisata bahari,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berpendapat, apabila nantinya kawasan wisata di bukit Anugerah telah rampung , maka kawasan wisata pulau Mursala pun secara otomatis akan menjadi salah satu pilihan wisata para turis yang ingin menikmati keindahan alam Tapteng.” Pada hakekatnya, konsep pengelolaan kawasan wisata bukit Anugerah harus dapat saling mengisi dengan kawasan wisata lain seperti pulau Mursala, Parapat, Danau Toba dan lokasi wisata lainnya di Sumut. Patung karya Nyoman Nuarta yang akan diletakkan di atas dan di bawah laut menjadikan pulau Mursala menjadi pulau wisata dengan konsep unik,” cetusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Mursala memiliki luas lebih kurang 800 Ha ditempuh selama satu jam dari kota Pandan dan Sibolga. Di sekitar pulau Mursala , terdapat pulau-pulau kecil yang juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kegiatan wisata bahari antara lain, Pulau Putri, Pulau Silabu-labu Na Godang (besar), Pulau Silabu-labu Na Menek (kecil), Pulau Kalimantung, Pulau Jambe, Teluk Labuhan Hunik, dan Pulau Situngkus serta Pulau Puncan di Kecamatan Tapian Nauli.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-4927640727090579553?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4927640727090579553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4927640727090579553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/10/pulau-mursala-saat-wahab-bin-qabishah.html' title='Pulau Mursala: Saat Wahab bin Qabishah Mendarat Di Tapanuli  Tahun 627 M'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFxs859qpI/AAAAAAAAADk/43k0LTFe2HQ/s72-c/Pulau-Mursala.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-4293542497145288377</id><published>2007-10-13T18:25:00.000-07:00</published><updated>2007-10-13T18:26:44.255-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Sejarah Raja-raja Barus (Ada Di Perpus UI Depok)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFwE859qoI/AAAAAAAAADc/DemhS29IJuU/s1600-h/jane.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFwE859qoI/AAAAAAAAADc/DemhS29IJuU/s400/jane.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5120997481667996290" /&gt;&lt;/a&gt;Malay Frontier, A: Unity and Duality in a Sumatran Kingdom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jane Drakard&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;The way in which Malaysians construe ideas about authority and government is the subject of this book. The author focuses upon an often-ignored section of the Malay archipelago, Barus (a small kingdom on the coast of northwest Sumatra) through an intertextual approach that makes a comparative reading of two studies from the region (the royal chronicles of Hilir and Hulu Barus). He examines the relationship between the hill and the coast to study the character of Malay political culture in Barus. Especially concerned with questions of historiography (with chapters on European perceptions of Barus and on Malay origin stories), this is an important and thoughtful work. 215 pages. Maps.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-4293542497145288377?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4293542497145288377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4293542497145288377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/10/sejarah-raja-raja-barus-ada-di-perpus.html' title='Sejarah Raja-raja Barus (Ada Di Perpus UI Depok)'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFwE859qoI/AAAAAAAAADc/DemhS29IJuU/s72-c/jane.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-130187668996116111</id><published>2007-10-13T18:17:00.000-07:00</published><updated>2007-10-13T18:24:44.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Lobu Tua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFvAM59qnI/AAAAAAAAADU/V6KfPqRm4aw/s1600-h/lobu+tua.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFvAM59qnI/AAAAAAAAADU/V6KfPqRm4aw/s400/lobu+tua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5120996300551989874" /&gt;&lt;/a&gt; Selasa, 26 Juni 2007 23:01 WIB&lt;br /&gt;Menelusuri Jejak Islam Barus  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspada Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Lobu Tua berjarak 4 km ke arah barat dari ibu kota Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Keberadaannya tak ada yang istimewa, karena layaknya desa warganya hidup bersahaja dari hasil laut, sawah dan kebun yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebagian warga punya kebanggaan luar biasa atas tanah mereka. Generasi tua dan sebagian generasi mudanya, paham betul tanah Lobu Tua punya sejarah masa lalu yang gemilang. Lobu Tua pernah menjadi emporium (pelabuhan niaga samudera) yang didatangi berbagai bangsa untuk membeli hasil bumi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak artefak (keramik, perak, batu bertulis, dsb) peninggalan masa lalu terkandung di bumi desa itu. Berbagai penelitian telah dilakukan kalangan arkeolog nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya, mencoba mengungkap keberadaan Lobu Tua sebagai salah satu pelabuhan tua, tempat interaksi banyak peradaban maju masa lalu, dari penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak Peradaban Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pelabuhan niaga samudera, Barus (Lobu Tua) diperkirakan sudah ada sejak 3.000 tahun sebelum Masehi. Bahkan, ada memerkirakan lebih jauh dari itu sekira 5.000 tahun SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan akhir itu, didasarkan pada temuan bahan pengawet dari berbagai mummy Fir'aun Mesir Kuno salah satu pengawetnya menggunakan kanper atau kapur Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getah kayu itu yang paling baik kualitasnya, kala itu hanya ditemukan di sekitar Barus. Sejarawan era kemerdekaan Prof. Mr. Mhd. Yamin, SH memperkirakan perdagangan rempahrempah di antaranya kanfer, sudah dilakukan pedagang Nusantara sejak 6.000 tahun lalu ke berbagai penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ke depan dari perkiraan itu, berdasarkan arsip-arsip tua berasal dari kitab suci. Misalnya di Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Sulaiman (Solomon) atau dalam keyakinan Islam dikenal dengan Nabi Sulaiman, memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan dan membeli rempah-rempah hingga ke Ophir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ophir patut diduga sebagai Barus/Lobu Tua. Perkiraan itu punya jejak spiritual berbentuk kepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agama asli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ompu Mulajadi Na Bolon.&lt;br /&gt;Peradaban lain sempat menyentuh emporium Barus, adalah Yunani yang di perkirakan para pedagangnya mengunjungi Barus di awal-awal Masehi. Seorang pengembara Yunani Claudius Ptolomeus mencatat perjalanannya hingga ke Barousai, sekira tahun 70 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencatat sejarah Yunani itu menyebutkan bahwa selain pedagang Yunani, pedagang Venesia, India, Arab dan Tiongkok juga lalu lalang ke Barus untuk mendapatkan rempah-rempah.&lt;br /&gt;Lalu pada arsip tua India "Kathasaritsagara" sekira tahun 600 M, mencatat perjalanan seorang Brahmana mencari anaknya hingga ke Barus. Brahmana itu mengunjungi Keladvipa (pulau kelapa diduga Sumatera) dengan rute Ketaha (Kedah), menyusuri pantai Barat hingga ke Karpuradvipa (Barus).&lt;br /&gt;Bangsa Tiongkok sejak lama mengenal Barus sebagai Po Law Che. Misalnya, dari catatan Hsuan Tsang dari era Dinasti Tang tahun 645 M dan pengembara I Tcing, tahun 685 M .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Sekte Nestorian dari Konstantinopel, pusat Kerajaan Byzantium Timur, menjejakkan kakinya di Barus.        &lt;br /&gt;Kelompok itu diperkirakan datang sekira tahun 600 M dan mendirikan gereja pertama di Desa Pancuran, Barus. Lalu di tahun itu juga, pedagang Arab memasuki Barus sekira 627-643 M atau sekira tahun 1 Hijriah, dan menyebarkan agama Islam di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya Wahab bin Qabishah mendarat di Pulau Mursala pada 627 M. Ada juga utusan Khulafaur Rasyidin, bernama Syekh Ismail akan ke Samudera Pasai dan singgah di Barus, sekira tahun 634 M.&lt;br /&gt;Sejak itu, tercatat bangsa Arab (Islam) mendirikan koloni di Barus. Bangsa Arab menamakan Barus dengan sebutan Fansur atau Fansuri, misalnya oleh penulis Sulaiman pada 851 M dalam bukunya "Silsilatus Tawarikh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya Dinasti Syailendra dari Champa (Muang Thai) menaklukkan emporium Barus sekira 850 M dan menamakan koloni itu sebagai Kalasapura. Setelah penaklukan itu, di pelabuhan itu berdiri koloni terdiri dari berbagai bangsa terpisah dengan masyarakat asli.&lt;br /&gt;Tercatat, tahun 1088 ada perkumpulan dagang Tamil (India) di koloni itu. Namun sekali lagi, koloni Barus di bumi hanguskan sekira tahun 1127 M oleh Kerajaan Marina dari Madagaskar, Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seabad setelah itu, Bangsa Eropah menemukan koloni Barus baru. Penjelajah terkenal bangsa Italia Marcopolo menjejakkan kakinya di bandar perniagaan itu pada 1292 M. Sedangkan sejarawan muslim ternama Ibnu Bathuthah mengunjungi Barus pada 1345 M. Berikutnya pelaut Portugis berdagang di Barus pada 1469 M. Sedangkan pedagang dari berbagai belahan dunia lain menyinggahi Barus, tercatat dari Ceylon (Sri Lanka), Yaman, Persia, Inggris dan Spanyol.&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan dari berbagai arsip bangsa-bangsa dunia, emporium Barus bertahan hingga abad 17 M. Setelah itu, pusat perniagaan Barus secara perlahan kehilangan perannya, hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jejak para pendatang dari penjuru dunia itu, sebagian ada yang sudah ditemukan melalui penggalian arkeologis oleh para arkeolog nasional dan internasional, misalnya temuan artefak, keramik, batu bertulis pada tahun 1872 atau pada penggalian tahun 1978 dan 1995 di situs Lobu Tua. Temuan itu sudah banyak mengisi berbagai museum dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emporium Barus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sejarawan Islam dalam mau pun luar negeri mengakui arti penting pantai Barat Pulau Sumatera (Andalas) sebagai salah satu daerah awal masuknya Islam ke Nusantara.&lt;br /&gt;Namun, belum ada kesepakatan di antara mereka, apakah Barus merupakan lokasi pertama masuknya Islam. Pandangan itu setidaknya mengemuka dalam Seminar I "Masuknya Islam di Nusantara ," diselenggarakan di Medan pada 17-20 Maret 1963.&lt;br /&gt;Dalam seminar itu, seorang sejarawan lokal, bernama Dada Meuraxa berkeyakinan Islam masuk ke Barus pada tahun 1 Hijriah, berdasarkan penemuan batu nisan Syekh Rukunuddin, di komplek pemakaman Mahligai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu nisan itu menginformasikan Syekh Rukunuddin wafat dalam usia 100 tahun, 2 bulan dan 22 hari pada tahun "ha"-"mim" Hijratun nabi. Meuraxa, menerjemahkan "ha"-"mim" itu 8 - 40 yang kemudian dijumlahkan menjadi 48 H. Perhitungan itu berdasarkan Ilmu Falak (Astronomi) dari Kitab Tajul Muluk.&lt;br /&gt;Namun di seminar itu, pandangan Meuraxa disangkal ulama terkenal Sumut saat itu, Ustadz HM Arsyad Thalib Lubis. Menurut ulama pendiri Al Jam’iyatul Washliyah itu, bukti nisan tidak dapat dijadikan dasar penentuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, dua huruf ‘Ha’ dan ‘mim’ yang menunjukkan tahun di batu nisan itu bukan 48 H melainkan 408 Hijriah. Menurut ulama terkenal itu, untuk nama memang harus dijumlah, tapi untuk tahun harus dipadukan, sehingga menjadi 408 Hijriah.      &lt;br /&gt;Akhirnya, seminar pertama itu memutuskan Islam pertama kali masuk ke Nusantara memang di Pantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat Sumatera tanpa menentukan di mana pastinya lokasi masuknya agama Islam.&lt;br /&gt;Perbedaan pandangan itu terus berlangsung hingga belasan tahun kemudian. Baru pada tahun 1978, sejumlah arkeolog dipimpin Prof. Dr. Hasan Muarif Ambary melakukan penelitian terhadap berbagai nisan makam yang ada di sekitar daerah Barus.&lt;br /&gt;Pada penelitian terhadap nisan Syekh Rukunuddin, arkeolog juga pengajar di Universitas Airlangga Surabaya dan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, meyakini Islam sudah masuk sejak tahun 1 Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu berdasarkan pada perhitungan yang menguatkan pendapat pertama oleh sejarawan lokal Dada Meuraxa yang didukung sejumlah sejarawan lainnya.&lt;br /&gt;Pengukuhan itu dikuatkan lagi dalam seminar sama pada 29-30 Maret 1983 di Medan menyimpulkan Barus merupakan daerah pertama masuknya Islam di Nusantara.&lt;br /&gt;Perhitungan masuknya Islam di Barus itu, didukung pula dengan temuan 44 batu nisan penyebar Islam di sekitar Barus bertuliskan aksara Arab dan Persia.&lt;br /&gt;Misalnya batu nisan Syekh Mahmud di Papan Tinggi. Makam dengan ketinggian 200 meter di atas permukaan laut itu, menurut Ustadz Djamaluddin Batubara, hingga kini ada sebagian tulisannya tidak bisa diterjemahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disebabkan tulisannya merupakan aksara Persia kuno yang bercampur dengan aksara Arab. Seorang arkeolog dan ahli kaligrafi kuno Arab dari Prancis Prof. Dr. Ludwig Kuvi mengakui Syekh Mahmud berasal dari Hadramaut, Yaman, merupakan ulama besar. Sedangkan batu nisan menjadi pertanda makam itu banyak ditemukan di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang makam Syekh Mahmud itu, sejarawan Belanda Dr. Ph. S. Van Roenkel menyatakan Syekh Mahmud merupakan penyebar Islam pertama sekira 1.000 tahun lalu berhasil mengajak masuk Islam Raja I etnis Batak, yakni Raja Guru Marsakkot. Namun, karena hal itu tidak disukai kalangan kerabat Raja Batak itu, ulama itu kemudian dibunuh, sehingga terjadi huru hara besar di daerah itu.&lt;br /&gt;Akan halnya Ustadz Djamaluddin Batubara sendiri, memiliki teori lain tentang keberadaan makam Syekh Mahmud terpencil dan berada di ketinggian bukit Papan Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djamaluddin, Syekh Mahmud berasal dari Hadramaut, Yaman, diperkirakan datang lebih awal dari Syekh Rukunuddin, yakni pada era 10 tahun pertama dakwah Rasulullah Muhammad SAW di Makkah. Masa kedatangan ulama diduga kerabat dan sahabat nabi itu, membawa ajaran Islam Tauhid tanpa Syari’at. "Itu sebabnya di makam itu belum ada penanggalan, melainkan sabda Nabi bermakna tauhid," tegas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ketinggian makam itu dibanding 43 makam bersejarah lainnya, menjadi alasan terdahulunya kedatangan Syekh Mahmud ketimbang para penyebar Islam lainnya.&lt;br /&gt;"Dulu, Barus sekarang ini laut dan pantainya di perbukitan itu (menunjuk Bukit Papan Tinggi sekira 200 meter di atas permukaan laut). Atau paling tidak dulunya daratan ini masih rawa-rawa dalam. Seiring dengan perubahan ekologis, laut atau rawa-rawa itu jadi daratan," kata Djamaluddin. Bukti pendukung teori itu disebutkan banyaknya ditemukan batu karang di daratan Barus sekarang, jika penggalian dilakukan hanya semeter dari permukaan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Syekh Mahmud merupakan penyebar Islam pertama, sedangkan 43 ulama lainnya merupakan pengikut dan murid-muridnya, kata Ustadz Djamaluddin yang merupakan tamatan Pesantren Purba Baru. Ke 43 makam ulama penyebar Islam itu di antaranya, makam  Syekh Rukunuddin, Tuanku Batu Badan, komplek Bukit Hasang, Tuanku Ambar, Tuan Kepala Ujung, Tuan Sirampak, Tuan Tembang, Tuanku Kayu Manang, Tuanku Makhdum, Syekh Zainal Abidin Ilyas, Syekh Ahmad Khatib Siddiq, dan makam Imam Mua’azhamsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya makam Imam Chatib Miktibai, Tuanku Pinago, Tuanku Sultan Ibrahim bin Tuanku Sultan Muhammadsyah Chaniago, dan makam Tuan Digaung, serta beberapa makam lainnya. Kesemua makam dari 43 ulama itu berada di Barus dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Selain itu, keberadaan Islam di Barus, berhubungan langsung dengan Islam di Aceh. Beberapa temuan arsip kuno menunjukkan adanya tiga ulama Islam terhubungkan antara Barus dan Aceh.&lt;br /&gt;Misalnya, keberadaan ulama terkenal Syekh Hamzah Fansuri dan Syekh Syamsuddin as Sumatrani paham keagamaan mereka berseberangan dengan Syekh Abdul Rauf as Singkili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diyakini banyak sejarawan Islam, kedua ulama terdahulu bermukim dan menyebarkan pahamnya di Barus, setelah paham Wujudiah mereka mendapat serangan dari Syekh Abdur Rauf as Singkili dan tidak diakui di Kerajaan Islam Samudera Pasai Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal sama terjadi juga terhadap keberadaan Islam di Minangkabau (Sumatera Barat). Misalnya keberadaan seorang penguasa Islam asal Minangkabau bernama Sultan Muhammadsyah Chaniago disebut-sebut berasal dari Indrapuri merupakan pusat Kerajaan Pagaruyung, Minangkabau. Namun, diakui, Islam sendiri tidak menyebar ke pedalaman Tano Batak, karena adanya penolakan keras dari masyarakat setempat kental memegang adat istiadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustadz Djamaluddin Batubara, etnis Batak dikenal sangat memegang teguh adat istiadat melebihi apa pun. Sedangkan adat istiadat mereka pegang diperkuat dengan ajaran lokal Parmalim.&lt;br /&gt;Namun, patut dicatat, awal masuknya Islam (di masa Syekh Mahmud dan 43 ulama lainnya, diperkirakan tidak ada penolakan, malah terjadi sinkretisisme simbolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada periode kedua masuknya Islam (sekira abad 17 M), ajaran itu ditolak, karena berlawanan dengan adat kebiasaan masyarakat setempat. "Jelasnya, ketika Islam Tauhid/Sufistik datang, tak ada penolakan. Baru ketika Islam Syari’at datang, masyarakat menolak," tegas Djamaluddin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-130187668996116111?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/130187668996116111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/130187668996116111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/10/lobu-tua.html' title='Lobu Tua'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFvAM59qnI/AAAAAAAAADU/V6KfPqRm4aw/s72-c/lobu+tua.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-6663235597249473712</id><published>2007-10-13T18:07:00.000-07:00</published><updated>2007-10-13T18:12:21.490-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Barus: Sejarah Maritim Dan Peninggalannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFsIM59qmI/AAAAAAAAADM/fieAHIzYwI4/s1600-h/barus-buku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFsIM59qmI/AAAAAAAAADM/fieAHIzYwI4/s400/barus-buku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5120993139456060002" /&gt;&lt;/a&gt;Selasa, 26 Juni 2007 23:01 WIB&lt;br /&gt;Menelusuri Jejak Islam Barus  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspada Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Lobu Tua berjarak 4 km ke arah barat dari ibu kota Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Keberadaannya tak ada yang istimewa, karena layaknya desa warganya hidup bersahaja dari hasil laut, sawah dan kebun yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebagian warga punya kebanggaan luar biasa atas tanah mereka. Generasi tua dan sebagian generasi mudanya, paham betul tanah Lobu Tua punya sejarah masa lalu yang gemilang. Lobu Tua pernah menjadi emporium (pelabuhan niaga samudera) yang didatangi berbagai bangsa untuk membeli hasil bumi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak artefak (keramik, perak, batu bertulis, dsb) peninggalan masa lalu terkandung di bumi desa itu. Berbagai penelitian telah dilakukan kalangan arkeolog nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya, mencoba mengungkap keberadaan Lobu Tua sebagai salah satu pelabuhan tua, tempat interaksi banyak peradaban maju masa lalu, dari penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak Peradaban Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pelabuhan niaga samudera, Barus (Lobu Tua) diperkirakan sudah ada sejak 3.000 tahun sebelum Masehi. Bahkan, ada memerkirakan lebih jauh dari itu sekira 5.000 tahun SM.&lt;br /&gt;Perkiraan akhir itu, didasarkan pada temuan bahan pengawet dari berbagai mummy Fir'aun Mesir Kuno salah satu pengawetnya menggunakan kanper atau kapur Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getah kayu itu yang paling baik kualitasnya, kala itu hanya ditemukan di sekitar Barus. Sejarawan era kemerdekaan Prof. Mr. Mhd. Yamin, SH memperkirakan perdagangan rempahrempah di antaranya kanfer, sudah dilakukan pedagang Nusantara sejak 6.000 tahun lalu ke berbagai penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih ke depan dari perkiraan itu, berdasarkan arsip-arsip tua berasal dari kitab suci. Misalnya di Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Sulaiman (Solomon) atau dalam keyakinan Islam dikenal dengan Nabi Sulaiman, memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan dan membeli rempah-rempah hingga ke Ophir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ophir patut diduga sebagai Barus/Lobu Tua. Perkiraan itu punya jejak spiritual berbentuk kepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agama asli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ompu Mulajadi Na Bolon.&lt;br /&gt;Peradaban lain sempat menyentuh emporium Barus, adalah Yunani yang di perkirakan para pedagangnya mengunjungi Barus di awal-awal Masehi. Seorang pengembara Yunani Claudius Ptolomeus mencatat perjalanannya hingga ke Barousai, sekira tahun 70 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencatat sejarah Yunani itu menyebutkan bahwa selain pedagang Yunani, pedagang Venesia, India, Arab dan Tiongkok juga lalu lalang ke Barus untuk mendapatkan rempah-rempah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada arsip tua India "Kathasaritsagara" sekira tahun 600 M, mencatat perjalanan seorang Brahmana mencari anaknya hingga ke Barus. Brahmana itu mengunjungi Keladvipa (pulau kelapa diduga Sumatera) dengan rute Ketaha (Kedah), menyusuri pantai Barat hingga ke Karpuradvipa (Barus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Tiongkok sejak lama mengenal Barus sebagai Po Law Che. Misalnya, dari catatan Hsuan Tsang dari era Dinasti Tang tahun 645 M dan pengembara I Tcing, tahun 685 M .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Sekte Nestorian dari Konstantinopel, pusat Kerajaan Byzantium Timur, menjejakkan kakinya di Barus.    &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Kelompok itu diperkirakan datang sekira tahun 600 M dan mendirikan gereja pertama di Desa Pancuran, Barus. Lalu di tahun itu juga, pedagang Arab memasuki Barus sekira 627-643 M atau sekira tahun 1 Hijriah, dan menyebarkan agama Islam di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya Wahab bin Qabishah mendarat di Pulau Mursala pada 627 M. Ada juga utusan Khulafaur Rasyidin, bernama Syekh Ismail akan ke Samudera Pasai dan singgah di Barus, sekira tahun 634 M.&lt;br /&gt;Sejak itu, tercatat bangsa Arab (Islam) mendirikan koloni di Barus. Bangsa Arab menamakan Barus dengan sebutan Fansur atau Fansuri, misalnya oleh penulis Sulaiman pada 851 M dalam bukunya "Silsilatus Tawarikh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya Dinasti Syailendra dari Champa (Muang Thai) menaklukkan emporium Barus sekira 850 M dan menamakan koloni itu sebagai Kalasapura. Setelah penaklukan itu, di pelabuhan itu berdiri koloni terdiri dari berbagai bangsa terpisah dengan masyarakat asli.&lt;br /&gt;Tercatat, tahun 1088 ada perkumpulan dagang Tamil (India) di koloni itu. Namun sekali lagi, koloni Barus di bumi hanguskan sekira tahun 1127 M oleh Kerajaan Marina dari Madagaskar, Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seabad setelah itu, Bangsa Eropah menemukan koloni Barus baru. Penjelajah terkenal bangsa Italia Marcopolo menjejakkan kakinya di bandar perniagaan itu pada 1292 M. Sedangkan sejarawan muslim ternama Ibnu Bathuthah mengunjungi Barus pada 1345 M. Berikutnya pelaut Portugis berdagang di Barus pada 1469 M. Sedangkan pedagang dari berbagai belahan dunia lain menyinggahi Barus, tercatat dari Ceylon (Sri Lanka), Yaman, Persia, Inggris dan Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan dari berbagai arsip bangsa-bangsa dunia, emporium Barus bertahan hingga abad 17 M. Setelah itu, pusat perniagaan Barus secara perlahan kehilangan perannya, hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jejak para pendatang dari penjuru dunia itu, sebagian ada yang sudah ditemukan melalui penggalian arkeologis oleh para arkeolog nasional dan internasional, misalnya temuan artefak, keramik, batu bertulis pada tahun 1872 atau pada penggalian tahun 1978 dan 1995 di situs Lobu Tua. Temuan itu sudah banyak mengisi berbagai museum dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emporium Barus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sejarawan Islam dalam mau pun luar negeri mengakui arti penting pantai Barat Pulau Sumatera (Andalas) sebagai salah satu daerah awal masuknya Islam ke Nusantara.&lt;br /&gt;Namun, belum ada kesepakatan di antara mereka, apakah Barus merupakan lokasi pertama masuknya Islam. Pandangan itu setidaknya mengemuka dalam Seminar I "Masuknya Islam di Nusantara ," diselenggarakan di Medan pada 17-20 Maret 1963.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam seminar itu, seorang sejarawan lokal, bernama Dada Meuraxa berkeyakinan Islam masuk ke Barus pada tahun 1 Hijriah, berdasarkan penemuan batu nisan Syekh Rukunuddin, di komplek pemakaman Mahligai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu nisan itu menginformasikan Syekh Rukunuddin wafat dalam usia 100 tahun, 2 bulan dan 22 hari pada tahun "ha"-"mim" Hijratun nabi. Meuraxa, menerjemahkan "ha"-"mim" itu 8 - 40 yang kemudian dijumlahkan menjadi 48 H. Perhitungan itu berdasarkan Ilmu Falak (Astronomi) dari Kitab Tajul Muluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di seminar itu, pandangan Meuraxa disangkal ulama terkenal Sumut saat itu, Ustadz HM Arsyad Thalib Lubis. Menurut ulama pendiri Al Jam’iyatul Washliyah itu, bukti nisan tidak dapat dijadikan dasar penentuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, dua huruf ‘Ha’ dan ‘mim’ yang menunjukkan tahun di batu nisan itu bukan 48 H melainkan 408 Hijriah. Menurut ulama terkenal itu, untuk nama memang harus dijumlah, tapi untuk tahun harus dipadukan, sehingga menjadi 408 Hijriah.     &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya, seminar pertama itu memutuskan Islam pertama kali masuk ke Nusantara memang di Pantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat Sumatera tanpa menentukan di mana pastinya lokasi masuknya agama Islam.&lt;br /&gt;Perbedaan pandangan itu terus berlangsung hingga belasan tahun kemudian. Baru pada tahun 1978, sejumlah arkeolog dipimpin Prof. Dr. Hasan Muarif Ambary melakukan penelitian terhadap berbagai nisan makam yang ada di sekitar daerah Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penelitian terhadap nisan Syekh Rukunuddin, arkeolog juga pengajar di Universitas Airlangga Surabaya dan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, meyakini Islam sudah masuk sejak tahun 1 Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu berdasarkan pada perhitungan yang menguatkan pendapat pertama oleh sejarawan lokal Dada Meuraxa yang didukung sejumlah sejarawan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuhan itu dikuatkan lagi dalam seminar sama pada 29-30 Maret 1983 di Medan menyimpulkan Barus merupakan daerah pertama masuknya Islam di Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan masuknya Islam di Barus itu, didukung pula dengan temuan 44 batu nisan penyebar Islam di sekitar Barus bertuliskan aksara Arab dan Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya batu nisan Syekh Mahmud di Papan Tinggi. Makam dengan ketinggian 200 meter di atas permukaan laut itu, menurut Ustadz Djamaluddin Batubara, hingga kini ada sebagian tulisannya tidak bisa diterjemahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disebabkan tulisannya merupakan aksara Persia kuno yang bercampur dengan aksara Arab. Seorang arkeolog dan ahli kaligrafi kuno Arab dari Prancis Prof. Dr. Ludwig Kuvi mengakui Syekh Mahmud berasal dari Hadramaut, Yaman, merupakan ulama besar. Sedangkan batu nisan menjadi pertanda makam itu banyak ditemukan di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang makam Syekh Mahmud itu, sejarawan Belanda Dr. Ph. S. Van Roenkel menyatakan Syekh Mahmud merupakan penyebar Islam pertama sekira 1.000 tahun lalu berhasil mengajak masuk Islam Raja I etnis Batak, yakni Raja Guru Marsakkot. Namun, karena hal itu tidak disukai kalangan kerabat Raja Batak itu, ulama itu kemudian dibunuh, sehingga terjadi huru hara besar di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya Ustadz Djamaluddin Batubara sendiri, memiliki teori lain tentang keberadaan makam Syekh Mahmud terpencil dan berada di ketinggian bukit Papan Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djamaluddin, Syekh Mahmud berasal dari Hadramaut, Yaman, diperkirakan datang lebih awal dari Syekh Rukunuddin, yakni pada era 10 tahun pertama dakwah Rasulullah Muhammad SAW di Makkah. Masa kedatangan ulama diduga kerabat dan sahabat nabi itu, membawa ajaran Islam Tauhid tanpa Syari’at. "Itu sebabnya di makam itu belum ada penanggalan, melainkan sabda Nabi bermakna tauhid," tegas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ketinggian makam itu dibanding 43 makam bersejarah lainnya, menjadi alasan terdahulunya kedatangan Syekh Mahmud ketimbang para penyebar Islam lainnya.&lt;br /&gt;"Dulu, Barus sekarang ini laut dan pantainya di perbukitan itu (menunjuk Bukit Papan Tinggi sekira 200 meter di atas permukaan laut). Atau paling tidak dulunya daratan ini masih rawa-rawa dalam. Seiring dengan perubahan ekologis, laut atau rawa-rawa itu jadi daratan," kata Djamaluddin. Bukti pendukung teori itu disebutkan banyaknya ditemukan batu karang di daratan Barus sekarang, jika penggalian dilakukan hanya semeter dari permukaan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Syekh Mahmud merupakan penyebar Islam pertama, sedangkan 43 ulama lainnya merupakan pengikut dan murid-muridnya, kata Ustadz Djamaluddin yang merupakan tamatan Pesantren Purba Baru. Ke 43 makam ulama penyebar Islam itu di antaranya, makam  Syekh Rukunuddin, Tuanku Batu Badan, komplek Bukit Hasang, Tuanku Ambar, Tuan Kepala Ujung, Tuan Sirampak, Tuan Tembang, Tuanku Kayu Manang, Tuanku Makhdum, Syekh Zainal Abidin Ilyas, Syekh Ahmad Khatib Siddiq, dan makam Imam Mua’azhamsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya makam Imam Chatib Miktibai, Tuanku Pinago, Tuanku Sultan Ibrahim bin Tuanku Sultan Muhammadsyah Chaniago, dan makam Tuan Digaung, serta beberapa makam lainnya. Kesemua makam dari 43 ulama itu berada di Barus dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, keberadaan Islam di Barus, berhubungan langsung dengan Islam di Aceh. Beberapa temuan arsip kuno menunjukkan adanya tiga ulama Islam terhubungkan antara Barus dan Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, keberadaan ulama terkenal Syekh Hamzah Fansuri dan Syekh Syamsuddin as Sumatrani paham keagamaan mereka berseberangan dengan Syekh Abdul Rauf as Singkili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diyakini banyak sejarawan Islam, kedua ulama terdahulu bermukim dan menyebarkan pahamnya di Barus, setelah paham Wujudiah mereka mendapat serangan dari Syekh Abdur Rauf as Singkili dan tidak diakui di Kerajaan Islam Samudera Pasai Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal sama terjadi juga terhadap keberadaan Islam di Minangkabau (Sumatera Barat). Misalnya keberadaan seorang penguasa Islam asal Minangkabau bernama Sultan Muhammadsyah Chaniago disebut-sebut berasal dari Indrapuri merupakan pusat Kerajaan Pagaruyung, Minangkabau. Namun, diakui, Islam sendiri tidak menyebar ke pedalaman Tano Batak, karena adanya penolakan keras dari masyarakat setempat kental memegang adat istiadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustadz Djamaluddin Batubara, etnis Batak dikenal sangat memegang teguh adat istiadat melebihi apa pun. Sedangkan adat istiadat mereka pegang diperkuat dengan ajaran lokal Parmalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, patut dicatat, awal masuknya Islam (di masa Syekh Mahmud dan 43 ulama lainnya, diperkirakan tidak ada penolakan, malah terjadi sinkretisisme simbolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada periode kedua masuknya Islam (sekira abad 17 M), ajaran itu ditolak, karena berlawanan dengan adat kebiasaan masyarakat setempat. "Jelasnya, ketika Islam Tauhid/Sufistik datang, tak ada penolakan. Baru ketika Islam Syari’at datang, masyarakat menolak," tegas Djamaluddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Tersebut Di atas Dapat diperoleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional banda Aceh (C) 2006. d/a. Komplek Dinas Pariwisata Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Lt. 2. Jl. Tgk. Chik Kuta Karang No. 3, Banda Aceh 23121&lt;br /&gt;Tel. (0651) 7410455-7405771&lt;br /&gt;Fax. (0651) 33723&lt;br /&gt;Email: bksnt(AT)yahoo.com (silakan ganti "AT" dengan @)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-6663235597249473712?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6663235597249473712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6663235597249473712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/10/barus-sejarah-maritim-dan.html' title='Barus: Sejarah Maritim Dan Peninggalannya'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFsIM59qmI/AAAAAAAAADM/fieAHIzYwI4/s72-c/barus-buku.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-7221476222844412372</id><published>2007-10-05T09:05:00.000-07:00</published><updated>2007-10-05T09:08:35.954-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Pungli Masih Marak Di Pelabuhan Sibolga</title><content type='html'>Jumat, 05 Oktober 2007 00:19 WIB&lt;br /&gt;Pungli Masih Marak Di Pelabuhan Sibolga &lt;br /&gt;Sibolga, WASPADA Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pungutan liar hingga kini masih terus terjadi di Pelabuhan Sibolga dan dianggap dapat merusak citra pelabuhan itu. Soal ini diakui Manajer PT Pelindo Sibolga F Telaumbanua, SH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di Pelabuhan Sibolga banyak pungutan tidak resmi, karena beberapa kali sopir truk yang  masuk pelabuhan minta bantuan kepada kita agar praktek pungutan liar di Pelabuhan Sibolga tidak ada lagi. Untuk itu kami mohon peran serta masyarakat hendaknya sama-sama menyetop pungutan liar itu karena dapat merusak citra Pelabuhan Sibolga," kata F Telaumbanua  dalam sambutannya pada berbuka puasa bersama yang dilaksanakan keluarga besar PT Pelindo  Sibolga bersama dengan masyarakat sekitar kompleks Pelabuhan Sibolga Rabu (3/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Telaumbanua salah satu perusahaan dari Medan yakni Tulung Agung dan CV Suri  mengadu kepada pihaknya dimana mereka sering dipungut berbagai biaya kendati biaya resmi telah mereka bayar. Menurut para sopir perusahaan Tulung Agung dan CV Suri, pungli yang mereka rasakan sudah cukup lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oleh sebab itu kami berharap peran serta masyarakat untuk mengikis habis praktek pungli  di Pelabuhan Sibolga sehingga perusahaan pengguna jasa Pelabuhan Sibolga merasa nyaman dan tidak banyak dibebani biaya-biaya yang semestinya memang tidak ada," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, saat ini PT Pelindo Sibolga sedang berusaha bagaimana caranya di Pelabuhan Sibolga ini ada investor yang bisa menanamkan modalnya. Upaya itu sudah membuahkan hasil dimana pada Sabtu lalu telah dilakukan penandatanganan MoU dengan salah satu perusahaan dan pada akhir Oktober 2007 di Pelabuhan Sibolga dilaksanakan pembangunan usaha di bidang aspal curah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Telaumbanua mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang ada di sekitar Pelabuhan Sibolga agar selalu menjaga kekondusifan kepada investor yang melaksanakan kegiatan di Pelabuhan Sibolga ini. Selain itu katanya, PT Pelindo Sibolga juga sudah menerima proposal dari salah satu perusahaan yang akan mendirikan tanki CPO di kompleks Pelabuhan Sibolga dan proposal saat ini sedang dibahas di kantor  Direksi PT Pelabuhan I Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah langkah-langkah yang kita lakukan agar bagaimana Pelabuhan Sibolga ini bisa  sejajar dengan pelabuhan lain yang ada di Sumatera Utara ini," imbuhnya. Menanggapi soal  pungli itu, anggota DPRD Sibolga yang hadir pada acara itu Erwin Syahrul Simatupang dan Zamil Zeb Tumori kepada Waspada mengharapkan agar pungutan liar itu jangan terjadi lagi di Pelabuhan Sibolga dan bila itu terjadi kembali hendaknya aparat hukum segera memproses para  pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru Pertama&lt;br /&gt;Ketua Panitia H Syariful Alamsyah Mandai dalam laporannya menjelaskan, kegiatan yang baru pertama kali dilakukan selama ada PT Pelindo di Pelabuhan Sibolga ini bertujuan guna menjalin tali silaturahmi antara keluarga besar PT Pelindo Sibolga dengan masyarakat yang berdomisili di sekitar pelabuhan Sibolga. Selain acara berbuka puasa bersama juga dilaksanakan penyantunan kepada anak yatim piatu dan kaum duafa serta penyerahan tali asih dari Manajer PT Pelindo Sibolga kepada para pensiunan dan janda pensiunan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-7221476222844412372?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/7221476222844412372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/7221476222844412372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/10/pungli-masih-marak-di-pelabuhan-sibolga.html' title='Pungli Masih Marak Di Pelabuhan Sibolga'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-8160617084479663840</id><published>2007-09-05T09:42:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T09:43:16.871-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Mengenang Tuan Sumerham Dan Jasa-jasanya Dalam Peradaban Batak</title><content type='html'>Minggu, 08 Juli 2007 23:32 WIB&lt;br /&gt;Parsadaan Marga Rambe Akan Gelar Kongres Akbar  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASPADA Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, keturunan marga Rambe banyak tersebar ke berbagai pelosok Indonesia bahkan mancanegara, namun banyak yang tidak mengetahui asal muasal keturunannya. Untuk itu, guna mempersatukan dan meluruskan tentang sitambuk (silsilah) Marga Rambe, panitia Marga Rambe akan menyelenggarakan Kongres II Parsadaan Marga Rambe Dohot Boruna pada 12-14 Juli 2007 di Asrama Haji, Jl Jenderal Abdul Haris Nasution Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Parsadaan Marga Rambe, H. Mander Rambe pada temu persnya di Sekretariat Panitia Penyelenggara Kongres, Jl. Jend. Gatot Subroto No.102, Simpang Barat Medan menyebutkan, kongres marga Rambe dohot boruna II yang merupakan kongres akbar tersebut, akan dihadiri seluruh pengurus marga Rambe dohot boruna se Indonesia, baik yang berada di Jakarta, Jawa Barat Jawa Timur, Kalimantan, Papua dan kota-kota lainnya, bahkan dari mancanegara. Dia menyebutkan, kongres marga Rambe dohot boruna yang pertama dilaksanakan pada tahun 1956 di Huta Dolok Kecamatan Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan, menghasilkan beberapa keputusan antara lain bahwa keturunan marga Rambe adalah satu, artinya tidak ada lagi Rambe dari keturunan lain. "Asal muasal Rambe berasal dari satu keturunan yaitu keturunan Tuan Sumerham Rambe yang ada di Pakat, Humbang Hasundutan," jelas H. Mander Rambe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Mander menambahkan, selama ini belum ada kesepakatan dan tidak banyak yang tahu bahwa Baginda Raja Sojuangon Rambe di Tapanuli Selatan keturunan dari Tuan Sumerham Rambe di Pakat, Humbang Hasundutan. Sebagian marga Rambe menyatakan Baginda Raja Sojuangon Rambe bukan dari keturunan Tuan Sumerham Rambe dan sebagian menyatakan satu keturunan. "Untuk itu, di dalam kongres ini, kita akan meluruskan dan menyatukan kembali bahwa marga Rambe berasal dari satu keturunan Tuan Sumerham Rambe," tegasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Hamonangan Rambe, SH, MH menyebutkan, kongres akbar marga Rambe kedua ini sangat mendapat respon positif dari para peserta yang berasal dari satu marga Rambe dan menyatakan siap akan menghadiri acara tersebut. Diperkirakan kongres akbar tersebut akan dihadiri 10 ribu orang di seluruh dunia, baik di Indonesia maupun luar negeri seperti Malaysia, Pakistan, Belanda dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamonangan Rambe, SH, MH mengatakan, Kongres II Parsadaan Marga Rambe Dohot Boruna yang direncanakan akan dibuka Gubernur Sumatea Utara, diharapkan semua keturunan marga Rambe untuk bisa hadir mengikuti kongres tersebut dengan tujuan untuk menyatukan dan mempererat silaturrahmi sesama marga Rambe antara kahanggi mora dan anak boru yang berada di seluruh dunia serta bekerjasama saling bahu-membahu dalam membangun Tugu Parsadaan Marga Rambe di Makam Baginda Raja Sojuangon Rambe di Desa Aek Pisang, Kecamatan Aek Bilah, Tapanuli Selatan.&lt;br /&gt;"Pada kongres pertama, sudah ada wacana pembangunan Tugu Marga Rambe di Aek Pisang, Kec. Aek BIlah, Tapsel yang dulunya kecamatan Saipar Dolok Hole, namun sampai sekarang tugu tersebut belum terpugar dengan sempurna," kata Monang didampingi Ketua Organizin Comite Ir. Rustam Efendi Rambe, Ketua Stringcomete Drs. H. Agus Sakti Rambe, MPd, Bendahara Abdul Wahid Rambe, SH dan beberapa pengurus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamonangan menyebutkan, hal ini sangat penting mengingat keluarga besar marga Rambe yang semakin menyebar di berbagai kota di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke agar para perantau yang bermarga Rambe tetap ingat bona pasogit (tanah asal) dan teap merasa memiliki sekaligus mengingat leluhurnya. "Amanah yang diberikan marga sesepuh marga Rambe kepada panitia kongres ini, kita harapkan dapat menghasilkan keputusan yang dapat mempersatukan sekaligus dapat diwariskan kepada generasi marga Rambe yang akan datang. Dari berbagai sitambuk sudah kami kumpulkan untuk mencari dan meluruskan sitambuk tersebut serta akan kita libatkan para orangtua dari bona pasogit yang kita anggap mengetahui sejarah marga Rambe," ujar Hamonangan dan berharap agar tidak ada kesimpangsiuran lagi mengenai tarombo.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-8160617084479663840?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/8160617084479663840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/8160617084479663840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/09/mengenang-tuan-sumerham-dan-jasa.html' title='Mengenang Tuan Sumerham Dan Jasa-jasanya Dalam Peradaban Batak'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-8823913832978322124</id><published>2007-09-05T09:39:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T09:40:26.554-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Kawin Lari</title><content type='html'>Minggu, 08 Juli 2007 23:38 WIB&lt;br /&gt;Pengertian Kawin Lari Pada Masyarakat Angkola  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASPADA Online. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Prof. H. Ahmad Samin Siregar&lt;br /&gt;Masyarakat Angkola bermukim di daerah Tapanuli Selatan yaitu di Sipirok, Padangsidempuan, Batangtoru, dan sekitarnya. Masyarakat Angkola dahulunya berasal dari Kerajaan Batak, diperkirakan berdiri pada 1305 di Kampung Sianjur Mula-mula, Pusuk Buhit, Danau Toba. Sejak saat itu, penduduknya mempunyai sistem kekerabatan  yang disebut dengan Dalihan na Tolu  (dalihan 'tungku', na 'yang',tolu 'tiga') yang berarti 'tungku yang tiga'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kekerabatan ini mempunyai tiga unsur dasar yang pada masyarakat Angkola terdiri atas: 1) kahanggi yaitu keluarga laki-laki dari garis keturunan orang tua laki-laki, 2) anak boru yaitu keluarga laki-laki dari suami adik/kakak perempuan yang sudah kawin, dan 3) mora yaitu keluarga laki-laki dari saudara isteri. Ketiga unsur ini memegang peranan penting dalam lingkungan kekelurgaan masyarakat Angkola. Tutur sapa menjadi lancar kalau ketiga unsur ini jelas keberadaannya. Ketiga unsur ini saling memerlukan dan berfungsi sesuai dengan kedudukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumpun Batak ini terdiri atas Toba, Angkola, Mandailing, Karo, Simalungun, dan PakpakDairi.&lt;br /&gt;Pada masyarakat Angkola, jaringan kekerabatan itu muncul karena adanya perkawinan, termasuk perkawinan marlojong 'kawin lari'. Bentuk perkawinan yang seperti ini sering ditemukan di kampung (bona bulu) dan di perkotaan yang merupakan tempat tinggal di perantauan. Pada garis besarnya, perkawinan menurut masyarakat Angkola dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) sepengetahuan keluarga yang disebut dengan istilah dipabuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) perkawinan tanpa persetujuan orang tua yang disebut dengan marlojong. Masing-masing kedua cara ini ada aturan, tata cara, dan tata tertibnya yang harus selalu dipa-tuhi oleh setiap orang Angkola. Kedua bentuk perkawinan itu tergambar lewat pantun Ang-kola berikut ini, /Aha na tubu di lambung ni suhat/Ulang baen margonjong-gonjong/Adong na marbagas dipabuat/Dung i muse adong na  marlojong/ yang artinya adalah, /Apa yang tumbuh dekat keladi/Jangan dibuat berderet lagi/Ada yang kawin dilamar pasti/Namu ada yang kawin lari/.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan marlojong 'kawin lari' pada masyarakat Angkola merupakan satu kebiasaan apabila perkawinan yang umum tidak dapat dilakukan. Untuk itu, perlu diketahui dan dipahami dengan baik perkawinan  menurut adat Dalihan na Tolu ini di daerah Angkola. Tulisan ini memberikan penjelasan untuk lebih mengenal perkawinan marlojong 'kawin lari', salah satu cara perkawinan pada masyarakat Angkola. Jadi, perkawinan marlojong ini merupakan jalan keluar yang akan ditempuh oleh sepasang muda-mudi Angkola apabila mereka memperoleh kesulitan dan kendala yang tidak dapat diselesaikan. Untuk itu, penyelesaian masalah dapat dilakukan melalui mufakat seperti kata pantun Angkola berikut ini, /Mago pahat mago uhuran/Di toru ni ragi-ragi/Mago adat tulus aturan/Anggo dung mardomu tahi/ yang artinya  adalah, /Hilang pahat hilang ukuran/ Di bawah adanya urat/Hilang adat hilang aturan/Kalau sudah bertemu mufakat/. Maksudnya, musyawarah/mufakat itu dapat menyelesaikan semua permasalahan yang timbul.    &lt;br /&gt;Pengertian "Kawin Lari"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah "kawin lari" dalam masyarakat Angkola disebut dengan marlojong. Berdasarkan etimologinya, kata marlojong berasal dari awalan mar yang berarti 'ber' lalu melekat pada kata lojong yang berarti 'lari'. Jadi, kata marlojong berarti 'berlari'. Kemudian kata marlojong  berkembang artinya  menjadi 'kawin lari'. Menurut masyarakat Angkola, marlojong 'kawin lari' ini merupakan satu perkawinan yang dapat diterima dalam adat istiadat. Perkawinan marlojong ini dilaksanakan tanpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepengetahuan/persetujuan orang tua perempuan. Ada juga yang menyebut marlojong ini dengan dua istilah lain yaitu mambaen rohana dan marlojong takko-takko mata. Istilah mambaen rohana terdiri atas dua kata. Pertama, kata mambaen yang berasal dari kata baen yang berarti 'buat' dengan mendapat awalan mam yang berarti 'ber'. Kedua, kata rohana pula yang berasal dari kata roha yang berarti 'hati' dan akhiran na yang berarti '–nya'. Jadi, ungkapan mambaen rohana berarti 'berbuat hatinya' yang mengandung pengertian 'menurutkan kata hatinya'. Istilah marlojong takko-takko mata pula berasal dari kata marlojong 'berlari',  takko-takko yang berarti 'curi-curi' dan mata yang juga berarti 'mata'. Sehingga istilah marlojong takko-takko mata ini berarti 'berlari curi-curi mata'. Kemudian dalam perkembangannya, arti istilah marlojong takko-takko mata ini berubah menjadi 'mencuri, tetapi dilihat/diketahui'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, marlojong 'kawin lari'  seperti ini disetujui sebagian keluarga dan sebagian lagi kurang menyetujuinya. Perbuatan marlojong 'kawin lari' ini dilakukan oleh seorang pemuda, yang disebut dengan bayo, dengan membawa seorang anak gadis, yang disebut dengan boru, ke rumah orang tua/famili pihak laki-laki tanpa diketahui oleh orang tua perempuan. Secara umum, orang tua pihak perempuan kurang menyetujui perkawinan seperti ini karena adanya perbedaan status sosial. Namun marlojong 'kawin lari' ini dapat juga terjadi karena melangkahi kakak yang belum kawin yang bertentangan dengan adat istiadat. Dalam hal ini, pantun Angkola berkata, /Diboan dope eme sitarolo/Na dijomurkon di ari parudan/Adat ni ompunta na parjolo/I ma hita paobanoban/ yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah, /Dibawa padi sitarolo pula/Yang dijemur di musim hujan/Adat moyang dahulu kala/Itulah yang jmenjadi pedoman/. Jadi, perkawinan sebaiknya berpedoman pada adat yang ada. Sedangkan, marlojong 'kawin lari' ini hanya dilakukan saat muda-mudi itu dalam keadaan terdesak dan "darurat" saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak gadis yang sudah dewasa dalam masyarakat Angkola pantas untuk dikawinkan. Pantun yang menggambarkan hal itu tampak pada,/Talduskon ma giring-giring/Laho mamasukkon  golang-golang/Tinggalkon  ma inang  adat na bujing/Madung jujung adat matobang/ yang artinya adalah, /Tanggalkan gelang tangan manis/Saat masuk gelang biasa/Tinggalkan kebiasan anak gadis/Sudah sampai ke masa dewasa/. Untuk itu, ada dua cara perkawinan (pabagas boru) menurut adat orang Angkola. Pertama, disebut dengan dipalakka sian tangga jolo yang artinya 'diberangkatkan dari tangga depan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, perkawinan ini dilakukan dengan persetujuan orang tua kedua belah pihak. Perkawinan seperti ini disebut juga dengan dipabuat 'diambilkan'. Kedua, disebut dengan marlojong 'kawin lari'. Cara ini dilakukan dengan berangkat dari tangga belakang  tempat tinggal anak gadis yang di masyarakat Angkola disebut dengan kehe sian tangga pudi yang berarti 'pergi melalui tangga belakang'. Pengertian sepenuhnya ungkapan ini adalah 'pergi kawin dengan kemauan sendiri tanpa izin orang tua'. Kalau seorang anak gadis marlojong dengan seorang pemuda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1). Memberi tanda abit partading atau abit partinggal 'kain pertinggal'. Peralatan yang dipakai adalah kain sarung bermotif kotak-kotak, berwarna hitam, dan di bawah tempat tidur. Tanda ini disebut juga dengan na balun di amak 'yang bergulung di tikar'. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2). Membuat tanda patobang roha 'menuakan hati'. Caranya, si anak gadis menulis surat kepada kedua orang tuanya yang menyatakan bahwa dia benar telah berangkat untuk berkeluarga dengan menyebutkan nama si laki-laki dan alamat yang  ditujunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3). Meninggalkan tanda pandok-dok 'pemberitahuan'. Tanda ini berupa uang, kain sarung, dan surat.yang bersatu secara utuh serta diletakkan di kamar tidur si gadis. Kata dok berarti 'kata'. Jadi, pandok-dok mempunyai arti 'berkata-kata; pemberitahuan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang tersebut di atas sebagai tanda untuk memberitahukan orang tua bahwa si gadis sudah pergi marlojong 'kawin lari'. Orang tua si gadis dengan melihat tanda yang ada di kamar tidur, telah mengetahui bahwa anak gadisnya pergi mambaen rohana 'menurutkan kata hatinya'. Lalu ketika mau marlojong itu, si anak gadis harus bersiap-siap membawa teman. Fungsi temannya ini adalah sebagai pengawal yang disebut dengan pandongani 'penemani; orang yang menjadi teman si anak gadis ketika marlojong'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Perkawinan marlojong sebenarnya merupakan perkawinan yang kurang disukai orang-orang Angkola. Namun sebab keadaan yang memaksa dan tidak bisa terhindarkan,perkawinan marlojong ini pun banyak pula sekarang ini dipergunakan oleh muda-mudi di Angkola.&lt;br /&gt;Jadi, marlojong 'kawin lari' ini sebenarnya merupakan jalan pintas terakhir yang dilakukan seorang pemuda Angkola karena adanya hambatan serta rintangan yang terjadi, terutama karena kekurangsetujuan dari pihak orang tua dan keluarga si anak gadis terhadap si pemuda tersebut.&lt;br /&gt;(Penulis, Guru Besar Fak. Sastra USU)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-8823913832978322124?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/8823913832978322124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/8823913832978322124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/09/kawin-lari.html' title='Kawin Lari'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-4674424294371654489</id><published>2007-09-05T09:38:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T09:39:17.475-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Masyarakat Gayo Dan Kultur Didong</title><content type='html'>Senin, 16 Juli 2007 21:49 WIB&lt;br /&gt;Mendekatkan Roh Didong Gayo  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASPADA Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayo selain sebagai sebuah etnis, juga merupakan sebuah ibukota Kabupaten Aceh Tengah. Wilayahnya yang berada di dataran tinggi dengan Danau Laut Tawar, menunjukkan jatidirinya sebagai sebuah wilayah yang kaya akan keindahan alam juga budaya. Salah satu dari budaya Gayo yang utama adalah didong. Didong diperkenalkan oleh seorang tokoh bernama Abdul Kadir To’et. Didong berasal dari kata din dan dong. Din berarti agama dan dong berarti dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemahaman yang lebih luas didong digunakan sebagai sarana bagi penyebaran agama Islam melalui media syair. Jadi dalam menyampaikan dakwah, tokoh didong  tidak hanya mampu mengenal cerita-cerita religius tetapi juga dituntut mampu bersyair, memiliki suara yang merdu serta berprilaku baik. Pendek kata, seorang pedidong adalah seorang seniman sejati yang memiliki kelebihan di segala aspek. Dalam perkembangannya, didong pernah digunakan sebagai sarana hiburan bagi kolonial Jepang sewaktu pendudukan di tanah Gayo. Hal ini memberikan inspirasi bagi masyarakat Gayo untuk mengembangkan didong yang syairnya tidak hanya terpaku kepada hal-hal religius, tetapi permasalahan sosial juga dianggap perlu disyairkan. Seperti sejarah, alam lingkungan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai fungsi awalnya didong dipentaskan berkaitan dengan hari-hari besar agama Islam dan dalam perkembangannya dipentaskan pada acara-acara besar seperti perkawinan, penyambutan tamu atau hari besar nasional. Namun ide dasar akan dakwah tetap dipertahankan, hanya saja tidak materinya lebih berkembang. Berbeda dengan awalnya didong yang hanya dimainkan dengan penuh kesederhanaan baik dari sisi jumlah pelantunnya serta pengiringnya, sekarang didong umumnya dimainkan oleh sebuah kelompok yang jumlahnya mencapai 30 orang, termasuk di dalamnya penyairnya 4 sampai 5 orang dan selebihnya adalah pengiring. Kelompok didong umumnya adalah laki-laki dewasa, namun dalam perkembangannya ada juga kelompok didong perempuan dewasa dan ada juga kelompok didong remaja serta ada juga yang campuran. Kelompok didong campuran itu perempuannya biasanya hanya terbatas sebagai seorang penyair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didong umumnya dimainkan secara turun menururun artinya pemahaman akan budaya ini minimal ditularkan ke anak cucu. Didong dilantunkan semalam suntuk dengan iringan tepukan bantal dan tepukan tangan. Dalam perkembangannya ada juga menggunakan seruling, harmonika, dan alat musik lainnya yang disisipi dengan gerak pengiring yang relatif sederhana yaitu menggerakkan badan ke depan atau ke samping. Pada awalnya ceh didong (seniman didong) tidak semata-mata menyampaikan tutur kepada penonton yang dibalut dengan nilai-nilai estetika, melainkan di dalamnya bertujuan agar masyarakat Gayo diajak untuk hidup sesuai dengan realitas akan kehidupan para Nabi dan tokoh yang sesuai dengan Islam. Dalam didong ada nilai-nilai religius, nilai-nilai keindahan, ada nilai-nilai kebersamaan namun yang terjadi adalah medernisasi akan pemahaman didong baik dari sisi pendukung maupun syairnya yang sering menyairkan potret prilaku muda-mudi, mencaci prilaku pemimpin ataupun ajakan untuk memilih partai tertentu dalam kegiatan kampanye atau digunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan sumbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks dakwah bagaimana ajaran-ajaran Islam dapat dipahami masyarakat dalam kondisi yang menyenangkan, sehingga tidak memunculkan keterpaksaan merupakan suatu strtegi yang baik bagi penanaman nilai-nilai agama. Didong pada masa sekarang lebih mengutamakan keseragaman gerak dengan pemaknaan yang dangkal. Perubahan budaya dapat kita mengerti sebagai sebuah gerak kehidupan sehingga didong mampu membawa penonton ke alam cehnya. Sehingga petuah atau kerinduan akan kampung halaman masih dapat dirasakan, artinya kebudayaan hanya tidak sekedar dimainkan tetapi diperlukan penghayatan sehingga lebih bermakna, sekaligus sebagai alat kontrol sosial bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran-ajaran Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-4674424294371654489?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4674424294371654489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4674424294371654489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/09/masyarakat-gayo-dan-kultur-didong.html' title='Masyarakat Gayo Dan Kultur Didong'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-4705470458891828892</id><published>2007-09-05T09:36:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T09:37:44.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Mandailing Antara Fakta Dan Lagenda</title><content type='html'>Minggu, 29 Juli 2007 00:01 WIB&lt;br /&gt;Mandailing Antara Fakta Dan Lagenda. (Bagian II)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASPADA Online.&lt;br /&gt;Oleh Farizal Nasution&lt;br /&gt;Keberadaan Mandailing bukan datang dengan sendirinya tetapi mengalami suatu proses. Selepas Pidoli dibumi hangus, bangsa Munda yang bercampuraduk dengan penduduk asli telah membentuk marga Pulungan dan mendirikan kerajaan di Huta Bargot. Kerajaan ini telah dikalahkan oleh Sutan Diaru dari marga Nasution yang berasal dari Pagaruyung. Sutan Diaru mendirikan kerajaan di Panyabungan dan memerintah seluruh Mandailing Godang. Oleh karena Sutan Diaru itu adalah seorang putera yang ditemui di bawah pokok beringin di tepi Aek Batang Gadis ibunya pula tidak diketahui maka kerajaan tersebut dikenal sebagai kerajaan Mande Nan Hilang Mandehilang atau ibu yang hilang dan akhirnya sebutan tersebut menjadi Mandailing mengikut loghat orang minang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam syair Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca tidak bisa dipisahkan dalam menyelusuri Mandailing sebab dalam syair ke-13 Kakawin terdapat kata kampe Harw athawe Mandailing i Tumihang Parlak mwang i Barat. Dengan adanya kata Mandailing merupakan bukti sejarah bahwa Mandailing menjadi perhitungan di nusantara ini. Sebab keberadaan Mandailing memang dijuluki sebagai wilayah yang kuat dan solid dalam peradabannya. Sebab nama Mandailing memang tidak ada duanya di Indonesia ini, unik dan misteri lagi. Dalam abad ke-14 sekitar tahun 1365 orang mandailing memiliki peradaban yang maju sehingga menjadi perhitungan bagi raja-raja Jawa. Sebelum lahirnya kerajaan Majapahit Mandailing telah ada walau sebuah kampung yang dihuni oleh beberapa orang dengan rajanya. Sehingga lama kelamaan kerajaan ini menjadi besar dan lahirlah kerajaan Majapahit yang memang besar dan kuat. Kerajaan Mandailing pada waktu itu memang besar di akibatkan oleh mas. Mas merupakan penghasilan penduduk sebab di wilayah ini memang kaya akan hasil tambangnya. Sehingga masyarakatnya makmur dan mampu menghidupkan dirinya sendiri. Tanpa harus expansi ke wilayah lain. Sehingga pada waktu itu Mandailing dikenal sebutan tano sere yang artinya tanah emas dalam cerita-cerita lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Mandailing Julu (kini disebut Kotanopan) sampai kini ditemukan tepat yang bernama garabak ni agom seperti di sekitar Huta na Godang. Nama itu diberikan kepada bekas tempat-tempat orang agam (Minangkabau) menambang mas di masa dahulu di Mandailing Julu, yaitu dekat Muarasipongi. Tano sere sebagai bukti Mandailing kaya dengan mas sehingga kerajaan Mandailing tetap jaya sebab tidak memerlukan bantuan dari wilayah lain untuk membangun kerajaannya. Nama Mandailing sebenarnya sudah disebut dalam kesusastraan Toba Tua yang klasik yang disebut di dalam Tonggo Tonggo Si Boru Deak Parajar yang terdiri dari 10 pasal. Di dalam kesusastraan tersebut tertulis Mandailing. Konon menurut cerita dalam buku Sutan Kumala Bulan yang ditulis oleh H. Mhd. Said menjelaskan sebagai berikut : Diperhatikan dari adanya bangunan bersejarah terdiri dari biaro-biaro di Padang Lawa dapat diyakini pertumbuhan masyarakat yang berbudaya di wilayah itu masih berabad-abad lebih tua dari zaman Prapanca. Serangan Rajendra Gola dari India di tahun 1023 – 24 M, antara lain ke Panai misalnya, menunjukkan perlunya suatu ekspedisi militer untuk menaklukkan kerajaan tersebut. Panai diperkirakan lokasinya di hulu sungai Barumun, ditandai dengan adanya nama Batang Pane dan anggota masyarakat yang bermarga Pane di Angkola Sipirok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila menyelusuri jejak kerajaan Mandailing tidak bisa lepas dari kerajaan yang menguasai daerah mulai dari Portibi di Gunung Tua Padang Lawas sampai ke daerah Pidoli di Mandailing. Sebab semua pusat kerajaan ini terletak di Portibi Gunung Tua dengan adanya bukti-bukti candi-candi purba. Dengan serangan pasukan Majapahit karena melihat kerajaan Mandailing menjadi besar kemudian pusat pemerintahan kerajaan tersebut dipindahkan ke Piu di daerah Mandailing (dekat kota Panyabungan yang sekaang). Ini dibuktikan pada masa silam di daerah Pidoli ini terdapat juga candi-candi purba. Namun demikian bukti ini (candi-candi ini) keburu dihancurkan oleh pasukan Islam di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol ratusan tahun yang lalu. namun reruntuhan candi-candi masih membekas di beberapa tempat seperti di Saba Biaro Pidoli dan Simangambat yakni Pidoli terletak di Panyabungan dan Simangambat di Siabu. Dalam sebuah surat uang dikenal Surat Tumbago Holing berdasarkan informasi masyarakat memang ada tetapi belum diketahui orang. Menurut orang tua di daerah Mandailing bahwa surat Tumbago Hilang ialah surat perjanjian yang dibuat oleh seorang raja di Mandailing dengan Belanda. Bila surat itu ada berarti baru lahir abad ke XIX. Rasanya terlalu mudah kejadiannya. Namun ada yang menafsirkan Surat Tumbago Holing ini ialah surat Emas dari bangsa Keling suatu surat yang isinya mengajarkan kebaikan kepada masyarakat di tempat itu zaman dahulu kala sedangkan dari agama Hindu merupakan surat perjanjian yang berbentuk undang-undang untuk dihayati yang bersumber dari buku kepercayaan mereka. Konon dari cerita legenda yang berkembang sampai kini dan masih dipercaya masyarakat setempat pada zaman dahulu kala di mana pagi masih berkabut. Langit terlihat remang-remang berselimut awan kelabu. Burung-burung mulai berkicau menyambut sang surya di ufuk timur. Saat itu terlihat ibu-ibu dan gadis-gadis tanggung pergi ke tepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hendak mencuci atau sekedar mengambil air.&lt;br /&gt;Dari kejauhan terlihat sekelompok orang-orang berjalan menyusuri jalan setapak. Bila diperhatikan gaya penampilan dan bahasanya mereka adalah orang-orang asing. Mereka terlihat berjalan kepayahan sebab sudah sangat jauh yang ditempuhnya. Mereka seolah-olah ketakutan. Mereka ada yang membawa barang miliknya, kayaknya seperti orang hendak mengungsi. Orang-orang bertanya-tanya tentang orang yang belum dikenal mereka. Sekelompok orang tadi mengenalkan dirinya mereka berasal dari negeri India Selatan. Datang ke sini untuk menyelamatkan diri. Sebab negeri mereka dalam bahaya karena diserang bangsa Aria. Mereka berharap dapat menginap di daerah sini yakni Mandailing. Orang kampung menyetujuinya sebab orang dalam kesusahan harus ditolong. Sekelompok orang tadi senang sekali sebab mereka juga menikmati sungai Barumun yang jernih dan bersih. Rupanya diantara mereka ada yang menemukan emas sewaktu bermain pasir di tepian. Benda itu berwarna kuning berkilau. Kalau begitu sungai ini banyak emasnya. Sebab harganya sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ditemukanya emas tadi maka beramai-ramai mereka memulai mendulang emas. Mereka saling menyelusuri tepian sungai Batang Gadis. Ternyata mereka berhasil menemukan emas lagi. Tepian sungai yang semula sunyi itu makin hari bertambah ramai. Mereka menyelam ke sungai mencari barang berharga. Mendulang emas sebagai mata pencaharian. Makin hari bukan saja warga pengungsi, warga setempat juga turun mendulang emas. Bahkan orang-orang dari Minangkabau turut bagian. Mereka tidak mau ketinggalan untuk memperoleh emas murni yang sangat berharga itu. Terutama sekali para ibu-ibu yang di sana disebut mande. Dengan keadaan yang demikian menyebabkan tepian sungai Batang Gadis banyak mendirikan pondok-pondok. Sebab mereka terlalu jauh untuk ke kampungnya. Dari hari ke hari tepian sungai itu banyak berdiri rumah-rumah. Kebanyakan penghuninya bermata pencaharian mendulang emas. Sehingga tempat itu semakin terkenal. Dengan demikian tempat inilah asal berdirinya kerajaan kecil di Mandailing. Tepatnya sekitar tepian sungai Batang Gadis. Dengan munculnya kerajaan-kerajaan kecil, wajar menjadi sasaran penyerangan dari kerajaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Majapahit datang atas perintah Hayam Wuruk. Terjadilah peperangan kecil terjadi. Pasukan raja-raja di tepian Batang Gadis menghalau pasukan Majapahit. Mereka sama sama kuat. Bagaimanapun kecilnya peperangan, kerugian di pihak rakyat pasti ada. Mereka berhamburan meninggalkan rumah mereka. Untuk menyelamatkan diri, bermukim di tempat yang aman. Orang-orang Munda sebagai pengungsi tidak terhindar dari gangguan ini. Mereka turut pindah ke tempat lain. Saat itu penduduk asli mereka kehilangan sajabat karir sebab selama ini mereka sering mendulang emas bersama-sama. Dari kisah hilangnya orang-orang Munda ini, seolah-olah mereka kehilangan sehingga mereka menyebut Munda Hilang. Dan dari tahun ke tahun kata-kata Munda. Hilang menjadi Mandailing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-4705470458891828892?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4705470458891828892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4705470458891828892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/09/mandailing-antara-fakta-dan-lagenda.html' title='Mandailing Antara Fakta Dan Lagenda'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-6751662414492575761</id><published>2007-09-05T09:22:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T09:28:41.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Studi Kultur</title><content type='html'>26 Jun 07 22:32 WIB&lt;br /&gt;Kultur Islam Dan Ugamo Parmalim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WASPADA Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ugamo Parmalim menjadi kepercayaan asli etnis Batak, hingga kini masih eksis. Bahkan, di Kecamatan Barus sendiri, seperti penuturan Zuardi Mustafa Simanulang ada desa bernama Kampung Mudik sebagian warganya masih menganut kepercayaan asli itu. Bahkan, penganut Parmalim di sana punya rumah ibadah disebut Parsaktian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan asli etnis Batak itu, menurut Ustadz Djamaluddin sangat dekat hubungannya dengan tradisi dan simbol-simbol agama Samawi, khususnya Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, Parmalim itu bisa jadi merupakan ajaran usianya sudah ribuan tahun, jauh sebelum Islam dan Kristen masuk dan mempengaruhi keyakinan etnis Batak. Dikatakan, saat ini penganut kepercayaan Parmalim memiliki 360 orang dukun yang berfungsi sebagai pembawa upacara keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 360 dukun itu, separuh di antaranya (180 orang) menggunakan bacaan pembuka dan penutup mantra (tabas) dengan ucapan mirip bacaan Islam dan Yahudi (Hebrew).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan mantra itu kira-kira; "Binsumillah dirakoman dirakomin" dan penutupnya "Yasa Yasu Yausa" Sedangkan separuh di antaranya menggunakan pembuka dan penutup tabas dengan bahasa mirip ucapan Islam. Untuk pembukaan: "Bismillahirrahmanirrahiem" dan penutupnya; "Borkat Kobul Lailaha Illallah" atau "Borkat Kobul Baginda Saidina Ali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan fakta itu, Ustadz Djamaluddin Batubara berkeyakinan, ada hubungan antara Parmalim dengan agama-agama Samawi. Menurut dia, Al Qur'an ada menyebutkan kepercayaan monotheisme Ibrahim dikenal dengan "millah (ta) Ibrahim."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, jika dihubungkan cerita tentang penemuan mummy Mesir yang dibalsem dengan rempah-rempah pengawet di antaranya kanfer (kapur barus) serta kisah tentang Raja (Nabi) Sulaiman membutuhkan rempah-rempah dari Ophir (Barus), diperkirakan kala itulah keyakinan monotheisme terserap dan kemudian mengakar dalam keyakinan etnis Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dalam sejarah asal Keturunan Raja Barus, disebutkan pula raja I etnis Batak bernama Raja Makoeta atau Raja Manghuttal bergelar Sisingamangaraja I sekira tahun 1550 M sudah memeluk agama Islam dan mengembangkannya hingga ke Aceh dan Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisingamangaraja I sendiri merupakan kemenakan Raja Uti, penguasa Barus. Raja Makoeta merupakan panglima Raja Uti ketika melawan Portugis yang hendak menguasai Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarahnya kemudian Sisingamangaraja I itu mendirikan kerajaan baru berpusat di Bakkara. Kata 'Bakkara' sendiri diambil dari salah satu surah di Al Qur'an, yakni Surah Al Baqarah (Lembu Betina).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikarenakan daerah jadi pusat kerajaan Sisingamangaraja I merupakan dataran banyak lembunya. Diceritakan pula, antara Barus dan Bakkara terjadi hubungan persahabatan yang erat. Itu ditandai dengan dibuatnya jalan menghubungkan kedua kerajaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisingamangaraja I dalam memerintah rakyatnya, berpedoman pada sejumlah pegangan spiritual bernuansa monotheistis. Misalnya, menyucikan diri, tidak memakan darah dan daging yang tidak disembelih (mate garam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menenggak minuman yang memabukkan. Mendirikan rumah ibadah tempat berdoa kepada Tuhan YME. Menghapuskan perbudakan, mencintai kebersihan, kesehatan dan menganjurkan penduduk membuat sumber air (sumur) untuk kelompok warga. Mengutamakan musyawarah (syura) dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, umum sudah diketahui penanggalan Raja Batak sejak awal telah menggunakan penanggalan Islam, yakni Hijriah. Itu terlihat dari cap kerajaan para penguasa Batak, misalnya cap Sisingamangaraja XII bertuliskan Arab/Melayu dengan penanggalan tahun 1304 Hijratun Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan simbol dan pakaian kebesaran kerajaan Batak, cenderung mendekati simbol-simbol ke-Islaman. Misalnya, tongkat, pedang, sorban berwarna putih serta stempel kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai peraturan dibuat Sisingamangaraja I menjadi pedoman kehidupan bagi etnis Batak di kemudian hari juga bernuansa monotheistis. Sayangnya, pedoman itu kemudian tidak berlanjut, karena ketiadaan penganjur Islam (pendakwah) dekat dengan kerajaan Batak sepeninggal Raja Uti. Islam Tauhid (monotheis) itulah di kemudian hari dikenal sebagai kepercayaan Parmalim, tutur Ustadz Djamaluddin Batubara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perebutan Eksistensi&lt;br /&gt;Sayangnya kepercayaan asli etnis Batak itu, belakangan kian menyusut dan kehilangan eksistensinya. Pasca menyebarnya Protestantisme dibawa Dr. I.L Nomensen ke Tano Batak, Parmalim menghadapi tekanan keras. Watak ekspansionisme Protestan, ternyata tidak memberikan peluang kepada kepercayaan asli itu untuk tetap hidup dalam keberagaman keyakinan. Akibatnya, Parmalim menjadi keyakinan yang terasing di tanah kelahirannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan kenapa Parmalim harus menghadapi tekanan keras yang membuat kepercayaan asli itu kian meredup. Pertama, keyakinan monotheisme Parmalim sangat bertolak belakang dengan keyakinan mayoritas etnis Batak beragama Kristen Protestan/Katholik meyakini konsep Trinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sinkretisme simbol-simbol Parmalim-Islam mengganggu missi untuk menjadikan Tano Batak sebagai wilayah Judea di Andalas. Artinya, klaim bahwa etnis Batak sama dengan orang Kristen masih bisa dianulir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan orang Minang, Aceh dan Melayu yang bisa mengklaim dirinya sama dengan orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kebijakan pemerintah dan agama-agama dominatif mengabaikan, bahkan berniat melenyapkan eksistensi berbagai aliran kepercayaan yang ada, menyebabkan Parmalim dan kepercayaan lainnya terpinggirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah warisan spiritual masa lalu di negeri ini, Ugamo Parmalim seharusnya tidak bisa dipandang sama dengan aliran-aliran kepercayaan yang ada belakangan sebagai sempalan agama-agama dominatif (Islam, Kristen, Budha, Hindu dan Kong Hu Chu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikarenakan Parmalim memang dilahirkan dari rahim keyakinan masa lalu nenek moyang bangsa, keberadaannya jauh lebih terdahulu dibanding agama-agama resmi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan bijaksana jika political will pemerintah, khususnya Pemprov Sumatera Utara memberikan perlindungan atas keberadaan Ugamo Parmalim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminar tentang Perjuangan Sisingamangaraja XII yang berlangsung Akhir Mei 2007 lalu di Medan, setidaknya bisa menjadi langkah awal yang baik untuk memberikan ruang lebih terbuka kepada Parmalim menunjukkan eksistensinya di tengah pergaulan antar agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kasus penolakan masyarakat sekitar terhadap pendirian Parsaktian di Jalan Air Bersih, Medan , beberapa waktu lalu, patut dipandang sebagai upaya tidak memberikan ruang toleransi kepada kepercayaan asli etnis Batak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya toleransi beragama diberikan kepada semua keyakinan, agar tidak muncul prasangka toleransi beragama cuma lip servis digunakan untuk kepentingan sempit agamaagama tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Abdul Khalik (ags)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-6751662414492575761?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6751662414492575761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/6751662414492575761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/09/studi-kultur.html' title='Studi Kultur'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-4145025694491641131</id><published>2007-09-05T09:10:00.000-07:00</published><updated>2007-09-05T09:45:31.656-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toleransi'/><title type='text'>SKB3 Menteri Dan Toleransi: Parmalim Dipersulit Mendirikan Rumah Ibadah</title><content type='html'>Di tengah-tengah membaiknya kondisi sosial di Indonesia, sebuah tragedi terjadi saat para pengikut &lt;a href="http://lafadl.wordpress.com/2006/10/01/titik-terang-dari-jalan-pancing"&gt;Parmalim dipersulit mendirikan rumah ibadah&lt;/a&gt;. Kabarnya, sebuah gereja yang mempunyai massa besar berusaha mempersulit keluarnya izin mendirikan rumah ibadah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massapun didesain untuk memprovokasi agar selalu mempersulit pembangunan rumah ibabah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap itu nampak sangat ironis, mengingat Bangsa Indonesia paska reformasi telah menunjukkan gejala akan kesadarana pentingnya melestarikan budaya multikulturalisme dan pluralisme yang berdasarkan kepada kebhinnekaan tunggal ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Kota Madya Medan, yang mengurusi masalah ini akhirnya berada dalam posisi terpojok menghadapi aksi-aksi sepihak yang anarkis dalam menghambat kegiatan sebuah ummat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan krusian mulai tumubuh, untuk siapakah Indonesia ini sebenarnya??? Indonesia Untuk Semua, Medan Juga Untuk Semua, kan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-4145025694491641131?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4145025694491641131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4145025694491641131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/09/skb3-menteri-dan-toleransi-parmalim.html' title='SKB3 Menteri Dan Toleransi: Parmalim Dipersulit Mendirikan Rumah Ibadah'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-1454122650135050837</id><published>2007-08-16T02:35:00.000-07:00</published><updated>2007-08-16T02:40:10.285-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Mustartim Pohan Dan Isra' Mikraj</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RsQbD5gPZ9I/AAAAAAAAACY/eEorpc6Aqfk/s1600-h/isra.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RsQbD5gPZ9I/AAAAAAAAACY/eEorpc6Aqfk/s320/isra.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099230431879849938" /&gt;&lt;/a&gt;Medan (SIB)&lt;br /&gt;Melayu sebagai suatu resam atau bangsa merupakan rumpun yang tidak terikat oleh sekat-sekat kultural secara eksklusif melainkan suatu budaya yang terbuka dan bisa bertahan terutama di kawasan Asia selama berabad-abad dan tidak bisa dipisahkan dengan Islam. Itulah sebabnya nilai-nilai ke-Melayu-an adalah sahabat semua suku dan telah teruji menjadi penggerak utuhnya persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) H Syamsul Arifin SE Gelar Datuk Sri Lelawangsa Hidayatullah mengisyaratkan hal itu pada acara Peringatan Israk Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar Himpunan Masyarakat Melayu Pesisir Tapteng Sibolga dan Aceh Singkil (HMMPS), Minggu (12/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Himpunan Masyarakat Melayu Pesisir Sumut Drs H Makmur Saleh Pasaribu mengemukakan, kegiatan yang kepanitiaannya diketuai H Mustartim Pohan ini cukup positif untuk syiar Islam sekaligus silaturrahmi antar masyarakat Melayu pesisir guna mempererat persaudaraan dan kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan Israk Mikraj ini diawali Pembacaan Ayat Suci Al-Quran oleh Muchsin SE MM dan Ceramah Agama oleh Al Ustadz Drs Mahmud Yunus Daulay S Ag tentang makna yang terkandung dalam Israk Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW terutama perintah Shalat dari Allah SWT yang wajib dilaksanakan oleh ummat Islam sebagai tiang Agama serta menjadikan umat yang shaleh dan membentengi diri dari kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H Makmur Saleh Pasaribu yang juga Ketua HMMPS Tapteng Sibolga pada kesempatan ini juga memaparkan pentingnya masyarakat Melayu pesisir untuk terus memantapkan persatuan dan kesatuan melalui berbagai kegiatan yang diprogramkan khususnya memperingati hari-hari besar keagamaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum MABMI H Syamsul Arifin SE yang juga Bupati Langkat di hadapan masyarakat Melayu pesisir yang juga dihadiri Sekjen MABMI Anjar Amri SH serta Ketua dan Sekretaris Himpunan Masyarakat Melayu Pesisir Wilayah Singkil Mukhsin SE MM dan H Ahyan Tito SE mengemukakan dewasa ini nilai ke-Melayu-an telah bangkit kembali dan orang sudah bangga menerima gelar Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan salah satu daya penggerak bagi masyarakat Melayu dalam memperteguh visi dan aksi dalam menjalankan amanah dari falsafah ke-Melayu-an terutama dalam mengemban amanah budaya luhur, berfikir berbuat dan bertindak kerakyatan, Islam dan persatuan nasional dalam norma santun serta produktif dalam jiwa silaturrahmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah dimaksud tentunya akan mampu merekatkan kembali rasa kebersamaan dalam bentuk ikatan batin rumpun Melayu yang tersebar di seluruh nusantara, yang tidak hanya terbatas pada kegiatan-kegiatan seremoni yang megah dan meriah, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk kerjasama operasional yang nyata dan terarah, yang mendukung dan memperkokoh kebersamaan dan kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengisyaratkan melalui komitmen ini maka semakin benarlah bahwa Melayu selalu identik dengan Islam dan ciri Islam inilah yang menimbulkan dan menumbuh-kembangkan lahirnya suatu istilah bahwa membela Melayu berarti membela Islam, menjaga eksistensi budaya Melayu berarti pula menjaga eksistensi budaya Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia optimis berbagai upaya yang dilakukan oleh para tokoh masyarakat Melayu diharapkan dapat lebih membangkitkan usaha-usaha yang lebih besar dan yang lebih konkrit serta lebih mengeratkan solidaritas masyarakat Melayu, yakni sebuah nilai ke-Melayu-an yang besar dan mengekalkan jati diri ke-Melayu-an yang telah terpateri dalam nilai “se-nasib se-penanggungan”, “se-Agama dan se-tali darah, se-nenek dan se-moyang, se-suku dan se-asal, se-adat dan se-pusaka, se-induk dan se-bahasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai inilah yang menjadi semangat masyarakat Melayu dalam wujud Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melahirkan perilaku kehidupan sehari-hari yang menumbuhkembangkan kekentalan persaudaraan antar masyarakat Melayu dan juga mengekalkan rasa kegotongroyongan dan tenggang rasa, tanpa diikat oleh rasa kesukuan yang sempit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-1454122650135050837?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1454122650135050837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/1454122650135050837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/08/mustartim-pohan-dan-isra-mikraj.html' title='Mustartim Pohan Dan Isra&apos; Mikraj'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RsQbD5gPZ9I/AAAAAAAAACY/eEorpc6Aqfk/s72-c/isra.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-362161995190624334</id><published>2007-08-16T01:50:00.000-07:00</published><updated>2007-08-16T01:55:35.452-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nias'/><title type='text'>Dzikir Di Nias</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RsQQhJgPZ8I/AAAAAAAAACQ/hWCPZna1gtg/s1600-h/nias.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RsQQhJgPZ8I/AAAAAAAAACQ/hWCPZna1gtg/s320/nias.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5099218839763118018" /&gt;&lt;/a&gt;G. Sitoli, WASPADA Online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan umat Islam dari berbagai pelosok di Kab. Nias menghadiri dzikir dan doa yang diprakarsai Majelis Dzikir SBY Nurussalam, Kab. Nias, di Masjid Jami' Ilir, Kec. Gunungsitoli, Minggu (12/8). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini dilaksanakan memperingati Isra' Mikraj 1428 H dan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-62. Ketua Majelis Dzikir SBY Nurussalam Prov. Sumut, Drs. H.  Marahalim Harahap, M. Hum yang turut hadir bersama KH. Ahyar Nasution, Lc.MA pada Tausi'ahnya mengimbau umat Islam khususnya di  Kab. Nias, untuk membudayakan dzikir dan doa karena dzikir dan doa dapat menenangkan hati, memudahkan rezeki, dapat menghindarkan keluarga,  daerah Nias dan negara dari bala dan bencana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marahalim mengharapkan pemerintah daerah dapat memberi bantuan pembangunan kepada umat muslim Nias, baik pembangunan moril maupun material. Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Dade Ruskandar, SH.MH selaku unsur Muspida Kab. Nias, sangat menyambut baik kegiatan zikir dan doa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Majelis Dzikir SBY Nurussalam Kab. Nias, Abdul Majid, SE, sebagai pemrakarsa mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan  kegiatan Majlis Dzikir SBY Nurussalam Kab. Nias kedua yang diselenggarakan secara akbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Ustadz KH. Ahyar Nasution, Lc, MA sebagai penceramah, selain menguraikan tentang hikmah peristiwa Isra' dan Mikrajnya Nabi Muhammad SAW juga menyampaikan dan menguraikan kepada kaum muslim tentang pentingnya menegakkan shalat dan melakukan rukun-rukun shalat dengan baik dan benar. Karena shalat merupakan sarana berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-362161995190624334?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/362161995190624334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/362161995190624334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/08/dzikir-di-nias.html' title='Dzikir Di Nias'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RsQQhJgPZ8I/AAAAAAAAACQ/hWCPZna1gtg/s72-c/nias.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-5062863433375103291</id><published>2007-06-25T10:14:00.000-07:00</published><updated>2007-06-25T10:17:25.448-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Diskriminasi Di Sibolga</title><content type='html'>Monday 25 June 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Kios di Pasar Sibolga Nauli DipermasalahkanPembagian kios di Pasar Sibolga Nauli dipermasalahkan. Pemilik Restoran Bahagia Rusli Pasaribu yang dijanjikan mendapatkan tiga unit kios di pasar tersebut merasa kecewa karena "ditelantarkan" oleh oknum Dispenda Kota Sibolga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oknum Dispenda yang dituding melakukan "permainan" dalam pembagian kios di Pasar Sibolga Nauli itu berinisial BT. Oknum tersebut selama ini dituding mengomersilkan pembagian kios terhadap pedagang dengan cara bervariasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengakuan pemilik Restoran Bahagia Rusli Pasaribu (49 tahun) warga Jalan Imam Bonjol Kelurahan Pasar Baru Kota Sibolga kepada Global, Minggu (24/6), salah seorang petugas dari kantor Dinas Pendapatan Kota Sibolga berinisial BT mempermainkan pembagian kios yang berada di lantai I, dengan alasan cabut nomor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tidak ada melakukan cabut nomor (undi), tetapi hanya diberikan oknum BT dan kios nomor 31-32 yang berada di pojok lokasi yang berdekatan dengan kamar mandi rumah penduduk itu diberikan kepada Rusli, sementara kios bagian saudara diberikan tempat strategis untuk berjualan, terang Rusli menirukan ucapan oknum BT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, setelah melihat kondisi kios yang berada di sudut pasar dan berdekatan dengan kamar mandi penduduk, ia tidak menerimanya, karena janji awal oknum BT kepada para pedagang yang bakal memiliki kios adalah akan dilakukan cabut nomor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya tergantung rezeki kita, bakal di mana nomor yang akan kita miliki, ternyata hal itu hanya bohong-bohongan, karena oknum BT sudah mengaturnya dan tanpa cabut nomor, malamnya nomor miliknya itu sudah diserahkannya," sebut Rusli Pasaribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kepemilikan kios di Pasar Sibolga Nauli, oknum BT sudah mengatur sebelumnya bahwa bagi pedagang yang ingin mendapat tempat strategis, harus menghadap kepada oknum BT. Jika tidak, jangan harap dapat kios yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tidak menghubungi dia, pedagang ditempatkan di sudut-sudut yang jauh dari pandangan masyarakat yang akan berbelanja, seperti aku alami ini. Tiga unit kios yang diberikan, posisinya di dekat kamar mandi penduduk," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, Pemerintah Kota Sibolga perlu membuat kebijakan untuk mantan pemilik restoran di Terminal Bus Sibolga. "Apapun alasannya, dari dulu kita ini pedagang jualan makanan (restoran,red), jadi sesuai janji petugas dari Dinas Pendapatan Sibolga, bagi setiap mantan pemilik restoran akan diberikan 3 unit kios yang tempatnya strategis. Tolong dipenuhi janji itu," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkannya, oknum petugas bidang pembagian kios-kios di Pasar Sibolga Nauli diduga kuat ada "main mata" dengan pedagang. Dan sebagian besar pedagang yang ada saat ini di Pasar Sibolga Nauli merupakan pedagang hasil pilihan oknum BT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oknum BT yang selama ini mengatur bagi siapa tempat yang bagus dengan cara berkolusi," tegas Rusli Pasaribu. Ketika hal itu dikonfirmasi wartawan kepada BT di kantornya, ia membantah. "Hal itu tidak benar, semuanya sesuai prosedur dan kios yang ada, semua hasil kesepakatan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Harian Global&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-5062863433375103291?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5062863433375103291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5062863433375103291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/06/diskriminasi-di-sibolga.html' title='Diskriminasi Di Sibolga'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-7254835762828218171</id><published>2007-06-13T06:25:00.000-07:00</published><updated>2007-06-13T06:26:14.877-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>SBY Akan Hadiri 100 Tahun Sisingamangaraja XII</title><content type='html'>12 Jun 07 09:05 WIB&lt;br /&gt;Akbar Undang SBY Hadiri 100 Tahun Sisingamangaraja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, WASPADA Online&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diundang Akbar Tanjung untuk menghadiri upacara peringatan 100 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII, di Bakkara, Kabupaten Humbang Hasundutan pada 17 Juni 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berharap Presiden menyediakan waktu dan jadwal untuk ikut terlibat dalam peringatan itu," kata Akbar Tanjung, usai menyampaikan undangan kepada Presiden, di Kantor Presiden, Jakarta Senin (11/6) sore. Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, mengatakan Presiden Yudhoyono sedang mempertimbangkan kedatangannya ke Taput itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Ketua Panitia Syafri Hutauruk menjelaskan, kegiatan peringatan juga dilakukan dengan ziarah ke makam SM.Raja di Balige, Kabupaten Toba Samosir, sekaligus pencanganannya sebagai istana dan museum SM.Raja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-7254835762828218171?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/7254835762828218171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/7254835762828218171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/06/sby-akan-hadiri-100-tahun.html' title='SBY Akan Hadiri 100 Tahun Sisingamangaraja XII'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-5084457272551604406</id><published>2007-06-13T06:22:00.000-07:00</published><updated>2007-06-13T06:23:29.370-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Pusuk Buhit</title><content type='html'>13 Jun 07 00:41 WIB&lt;br /&gt;Gunung Pusuk Buhit Berpotensi Aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samosir, WASPADA Online&lt;br /&gt;Gunung Pusuk Buhit di Kec. Sianjur mula-mula, Kab. Samosir masih berpotensi aktif, sehingga daerah sekitarnya bisa dikatakan sebagai daerah rawan bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengantisipasinya perlu dibuat mitigasi plan atau rencana jalur-jalur evakuasi apabila terjadi bencana tersebut," kata Konsultan PT Benhatin Surya Cipta, Andi Simarmata saat membahas penyusunan Rencana Umum Tata Ruang Wilayah (RUTRW) Samosir berbasis teknologi remote sensing dan GIS di ruang pertemuan kantor bupati, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan RUTRW Samosir yang menelan biaya hingga Rp1,5 miliar dalam APBD 2006, turut merekomendasikan hasil analisis geologi tata lingkungan. Dia mengatakan, Samosir mempunyai tingkat kebesaran gempa berkisar V hingga VIII (skala MMI), zona tertinggi terletak pada jalur patahan Semangko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala V-VI hampir tersebar di wilayah kabupaten, skala VI-VII hanya terisolir pada daerah Nabarat Aritonang-Siborongborong-Aek Nauli hingga Dolok Sanggul, skala VII-VIII tersebar pada bagian dalam zona VI-VII daerah Parmiahan-Lumban Pancur-Pagaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek lain analisis geologi tata lingkungan kata Simarmata, terindikasinya daerah rawan bencana meliputi rawan gempa bumi, rawan tanah longsor, rawan letusan gunung api dan rawan patahan karena wilayah daratan Sumatera di Samosir juga dilalui jalur patahan regional Sumatera (Semangko).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, batuan yang tersusun di Samosir umumnya didominasi material letusan gunung api ribuan tahun lamanya, sehingga tidak jarang pada beberapa tempat dijumpai tanah-tanah berbatu. Pada lapisan atasnya banyak dijumpai kandungan tanah diatomea, dan jenis tanah ini cukup ekonomis dijadikan bahan baku pada beberapa jenis industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis batuan lainnya yang terdapat di Samosir merupakan jenis sirtu (pasir batu) dan batu kapur, dapat dimanfaatkan untuk kegiatan konstruksi bangunan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-5084457272551604406?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5084457272551604406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/5084457272551604406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/06/pusuk-buhit.html' title='Pusuk Buhit'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-4661691829703994433</id><published>2007-06-13T06:19:00.000-07:00</published><updated>2007-06-13T06:20:18.982-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Korupsi  Diknas Tobasa</title><content type='html'>11 Jun 07 22:27 WIB&lt;br /&gt;Kejari Balige Lambat Tangani&lt;br /&gt;Dugaan Korupsi Diknas Tobasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balige, WASPADA Online&lt;br /&gt;Kejari Balige dinilai lambat menangani kasus dugaan korupsi pada Dinas Pendidikan (Diknas) Pemkab Tobasa. Secara resmi proyek diknas tentang Keaksaraan Fungsional (KF) 11 kecamatan dananya Rp90 juta pada APBD TA 2006 kegiatannya terindikasi fiktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasil penelitian kami di lapangan, sangat kuat dugaan tidak dilaksanakan atau fiktif, sehingga patut ditindak secara hukum," kata Ketua Forum Jurnalis Tobasa Antoni Marpaung kepada wartawan di Balige, Sabtu (9/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah kepala desa tempat lokasi kegiatan yang kami jumpai, kata Marpaung, mengaku tidak pernah dihubungi pihak diknas agar penduduknya bersiap mengikuti program kegiatan keaksaraan fungsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseriusan para kepala desa atas pelaksanaan program keaksaraan fungsional yang tidak pernah berlangsung, kata Marpaung, dituangkan dalam surat pernyataan sehingga dibuat pengaduan ke kejaksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLH Kepala Kejaksaan (Kajari) Balige, Sescio Nainggolan yang dikonfirmasi wartawan, mengenai pengaduan Forum Jurnalis Tobasa tentang dugaan proyek fiktif Diknas Pemkab Tobasa itu mengatakan, sebagai pelaksana harian tidak punya wewenang, hanya bertugas urusan ke dalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-4661691829703994433?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4661691829703994433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/4661691829703994433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2007/06/korupsi-diknas-tobasa.html' title='Korupsi  Diknas Tobasa'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-116562887043266377</id><published>2006-12-08T17:46:00.000-08:00</published><updated>2006-12-08T18:04:00.776-08:00</updated><title type='text'>Arkeologi Batak</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6080/1328/1600/560793/Batak-Bunuh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/6080/1328/320/17675/Batak-Bunuh.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;LOBU TUA: JARINGAN NIAGA INTERNASIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barus merupakan kota Batak yang tertua yang dapat ditunjukkan oleh bukti-bukti sejarah yang valid khususnya mengenai daerah Lobu Tua di Barus. Dari peninggalan-peninggalan sejarah di Lobu Tua, dapat diketahui komunitas-komunitas apa saja yang pernah bermukim di Barus dan kemana saja orang-orang Batak pernah melakukan kunjungan di luar negeri. Hal ini juga untuk mengetahui jejak orang Batak di berbagai negara dan benua sejak dahulu kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1995 dan 1996, pada ekskavasi di situs Lobu Tua dekat Barus ditemukan lebih dari 600 pecahan tembikar asal Timur Dekat. Jumlah ini dapat dibandingkan dengan jumlah 8.500 pecahan keramik Cina yang dihasilkan pada waktu yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pecahan asal Timur Dekat ini berglasir. Hampir semuanya berbahan warna merah jambu, berhiaskan goresan memotong slip berwarna terang dan berglasir percik-percikan. Di Situs Lobu tua juga terdapat beberapa pecahan kecil asal Timur Dekat yang bahannya seperti kapur putih dan berglasir kusam, warna coklat lembayung atau berbagai jenis warna biru, termasuk warna turkuas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara pecahan yang bahannya berwarna merah jambu, berslip terang, berhiaskan goresan dan berglaisir percik-percikan, hanya pecahan yang berlatar garis, sejajar (arsiran) saja yang akan dibahas di sini. Dari dua kali ekskavasi, pecahan dari Timur Dekat yang jumlahnya paling banyak adalah pecahan jenis ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan sementara stratigrafi di Situs Lobu Tua, belum dapat diketahui apakah ada lebih dari satu fase pemukiman di antara akhir abad ke-9 M dan akhir abad ke-11 M atau awal ke-12 M. Penanggalan ini berdasarkan telaah keramik Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ekskavasi dan survey yang telah dibuat di Timur Dekat, Pakistan, Asia Selatan serta di pesisir Timur Afrika memberikan informasi yang kurang lengkap tentang penyebaran tembikar jenis ini namun dapat membantu untuk membandingkan penanggalannya serta penyebaran orang-orangnya dan hipotesis tentang tempat asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Persia ditemukan di Siraf (1000-1250 M), Makran (1000-1250M), penanggalan oleh Hobson, yaitu abad ke-9, abad ke-10, sekaligus untuk temuan dari Makran dan dari Siraf yang dianggap mirip. Berdasarkan penanggalan baru ini juga dapat digunakan untuk temuan dari Makran. Kish pada abad ke-11 sampai dengan abad ke-13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selian keramik-keramik yang ditemukan di daerah-daerah tersebut di atas, hubungan antara Batak dan Persia sebenarnya sudah terjalin sejak dahulu kala. Baik itu persia di jaman majusi atau zoroaster maupun paska zaman Islam. Pertukaran budaya tersebut sudah sangat mengakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah manuskrip kuno berbahasa Armenia, dulu dalam dominasi budaya persia, juga menyebutkan Barus dalam berbagai hal. Lihat R. Avramian, "Suatu Catatan Perjalanan Dalam bahasa Armenia Tentang India pada abad ke-12 M", Bander Matenadarani, Erevan, 4, 1958, hal. 317-328. Barus dikatakan Fansur sebagai sebuah pulau di kepulauan India. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hira (abad ke-11 sampai dengan abad ke-12). Selain keramik yang ditemukan di Hira, diduga orang-orang Batak atau budaya Batak telah melakukan hubungan dengan kebudayaan Mesopotamia di Iraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sohar (abad ke-11 sampai dengan ke-12). Selain keramik di Sohar, ada begitu banyak tulisan perjalanan yang dilakukan bangsa Arab ke Barus. Selain itu, beberapa tokoh Batak juga seringkali mengunjungi Arab untuk berdagang maupun sebagai persinggahan ke Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakistan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambhore abad ke-11 sampai dengan abad ke-13). Brahminabad (Abad ke-? Sampai dengan abad ke-11 M). Pakistan dulu merupakan bagian dari India yang sudah banyak membuat hubungan kultural dengan bangsa Batak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Langka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantai (abad ke-? Sampai abad ke-11 M). Selain peninggalan keramik ini diduga masih banyak hubungan budaya antara Sri Langka dengan Batak. Bahkan sampai sekarang di sana masih terdapat komunitas Batak khususnya dari marga Nasution. Namun semuanya sudah menyatu menjadi masyarakat melayu minoritas di Kolombo. Orang Batak dari marga Nasution ini pula pernah diangkat menjadi duta besar Sri Langka untuk Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arab Saudi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Hasa (Abad ke-? Sampai pertengahan abad ke-11M), Aththar (Abad ke-? Sampai pertengahan abad ke-11M). Hubungan Batak dengan Arab tidak saja dalam bidang budaya akan tetapi hubungan religi, yakni Mekkah. Orang-orang Batak sejak abad-abad di atas sudah mengunjungi Mekkah dengan menumpang kapal-kapal Cina yang berlayar menuju Laut Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-11 M. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai eksistensi masyarakat Batak di Kenya. Karena sampai sekarang belum ada penilitian ke arah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanzania &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kilwa (Abad ke11 sampai akhir abad ke-12 M). Hubungan bangsa Batak dengan Tanzania sudah berlangsung sejak dahulu kala. Diyakini juga mencakup seluruh Afrika, terutama Madagaskar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Batak sudah banyak yang melakukan kunjungan budaya ke Tanzania, tepatnya Zanzibar dan kembali ke tanah Batak memperkenalkan Islam di tanah Batak. Salah satu contohnya adalah Abdulrauf Fansur. Dia memperkenalkan faham khawarij dengan mazhab fiqih ibadiyah pada kisaran 1593 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fustat (10 M). Selain Keramik yang ditemukan di Fustat tersebut disebutkan juga melalui literatur bahwa rombongan kapal Fir'aun dari Mesir telah berkali-kali berlabuh di Barus antara lain untuk membeli kapur barus (kamper), bahan yang sangat diperlukan untuk pembuatan mummi. Mereka adalah orang-orang Arab pra-Islam Funisia, Kartago yang sekarang menjadi Libya dan Mesir, Afrika Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa literatur mengenai Barus dan pelayaran orang-orang Yunani, Arab, Mesir, Yahudi, India, Persia, Cina dan lain-lain ke daerah tersebut di antaranya, O. W. Wolters, The Fall of Srivijaya in Malay History, Itacha: Lund Humpries Publishers Ltd., 1970. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting lagi adalah G. Ferrand, Relation de voyages et textes Geographiques Arabs. Persians et Turks relatif e l'Extreme-Orient du Ville aux siecles 2 jilid, Paris, 1913; dan N. J. Krom, Hindoe- Javanesche Geschiedenis (cetakan kedua), 's-Gravenhague, 1931.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan kebudayaan Batak dengan Yunani sudah sangat intens. Diyakini banyak pengetahuan Astronomi didapat para ahli Yunani yang berkunjung ke Barus di dapat dari kebudayaan Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ptolomeus membicarakan Barus sebanyak lima kali di dalam laporannya dengan pandangan negatif terhadap penduduk pribumi Sumatera, khususnya orang Batak yang dikatakannya sebagai orang-orang kanibal (Wolters hal. 9; Krom h. 57-59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa abad kemudian hal ini terbukti ketika seorang pedagang Yahudi dari Kairo telah meninggal di Barus pada paruh pertama abad-13 (Wolters 43). Diduga orang Yahudi ini berlaku sombong dan semena-mena dan dimakan oleh orang Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pada masa lalu Barus merupakan sebuah tempat persinggahan di jalur maritim yang menyusuri pantai barat Sumatera ke Jawa, atau sebuah tempat perdagangan yang menyediakan hasil hutan di luar jalur maritim utama? Banyaknya pecahan keramik serta mutunya temuan kaca membuktikan kemakmuran tempat pemukiman ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terletak di pantai barat Sumatera, Barus kelihatan jauh dari jalur maritim tradisional yang dikenal. Barus dipilih sebagai tempat persinggahan bukan karena alam sekitarnya yang sesuai atau karena fungsinya sebagai pintu masuk sebuah daerah dataran rendah yang luas. Sebenarnya Bukit Barisan begitu dekat dengan pantai, sehingga dataran rendahnya hampir sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barus ada dan terkenal berkat hasil hutannya yang bernilai tinggi dan sangat terbatas daerah penghasilnya. Dalam sebuah inventaris harta karun abad ke-11 M, Kalifah Dinasti Fatimiyah dari Mesir, terdaftar banyak wadah dari 'porselin' Cina yang berisi kafur fansuri yaitu kapur dari Barus. (Lihat Kahle, 1941, Ahli sejarah al-Makrizi yang hidup pada bad ke-15 M, mencatat sebuah inventaris harta karun Dinati Fatimiyah dari Mesir yang dilakukan oleh seorang pegawai kalifah pada abad ke-11 M. Istilah porselin bisa diartikan barang buatan Cina. Bahan keramik mungkin batuan, batuan porselin atau porselin., sangat berbeda dengan bahan tembikar buatan timur dekat. Kamper yang  mungkin diekspor dari Barus dalam tempayan atau dalam wadah lain. Setelah sampai di tempat tujuan dijual secara ketengan dan kemudian disimpan dalam wadah khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-7 M, sewaktu pemerintahan Arab menguasai kawasan timur yang sebelumnya dibagi antara Kemaharajaan Bizantium di barat dan Dinasti Sassanid di timur, beberapa daerah yang berbeda disatukan menjadi sebuah kawasan yang sangat luas (Lombard, 1971)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah Eurasia, kawasan timur yang beragama Islam, memanfaatkan kekhususan setiap daerah yang dikuasasinya. Pelaut Arab dan Persia, yang sudah terbiasa berlayar dari pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Merah ke Lautan Hindia, membuka ekonomi baru ini untuk barang-barang dari Timur Jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode ekspansi besar perdagangan muslim, dari abad ke-8 M hingga abad ke 11 M, ditekankan pada penempatan masyarakatnya dari pantai Lautan Hindiasapai ke Cina, sehingga membentuk sebuah jaringan untuk menyediakan bahan dan barang yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wadah Cina yang berisi kafur fansuri dalam harta karun Kalifah Fatimiyah membuktikan aspek dualisme Barus yang sekaligus berhubungan dengan Cina dan juga Timur Dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sumber mengatakan bahwa pada abad ke-9 M, Barus (Fansur) sudah dikenal karena kamfernya. (Lihat Ahbar as-Shin wa al-Hind, yang diterjemahkan menjadi Relation de la Chines et de l'Inde, redigee en 851 [Mengenai Cina dan India, ditulis pada tahun 851], Paris, Belles, Lettres, 1948, hlm 4: "Satu tempat bernama Fantsour yang menghasilkan banyak kamfer bermutu tinggi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan tentang periode awal impor keramik Cina di Lobu Tua didasari atas penguraian beberapa pecahan khusus yang kurang jelas periode pembuatannya.  Namun diyakini bahwa keramik Cina mulai diimpor ke Lobu Tua pada abad ke-10 M ataupun pada pertengahan abad ke 10 M, dan bukan pada abad ke-9 M. Sayangnya terdapat banyak pecahan tanpa ciri-ciri tertentu yang dapat membantu untuk mengidentifikasinya atau menggalinya denga n tepat. Di antara keramik Cina hasil penggalian di Siraf dan Sohar terdapat beberapa jenis yang tidak ditemukan di Lobu Tua, yakni keramik putih yang berasal dari tungku di bagian utara Cina, keramik batuan dari Changsha yang hiasannya berwarna coklat oksidasi dan hijau oksida tembaga, keramik batuan dari Yue yang dasarnya berglasir, mangkuk dengan dasasr jenis bi hasil tungku dari bagian utara Cina atau dari Yuezhou. Semua jenis ini tentu dari abad ke-9 M, suatu penanggalan yang cocok karena termasuk dalam periode di mana Teluk Persia menguasasi kegiatan perdagangan di Timur Dekat, yaitu dari pertengahan abad ke-8 M hingga akhir abad ke-10 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya Laut Merah sebagai daerah lalu lintas maritim pada akhir abad ke 10 M nampak jelas dengan keramik Cina yang ditemukan di Fustat (Mesir). Cukup jelas bahwa keramik Cina dan Lobu Tua lebih mendekati temuan dari Fustat dibandingkan dari Siraf. Oleh karena itu diduga ada sebuah jaringan yang menghubungkan Fustat dan Barus selalui Sohar yang sudah eksis sejak dahulu kala. Di Sohar sesuah zaman Siraf, keramik Cina dari abad ke-11M-awal abad ke-12 M, diwakili keramik dari Guangdong yang banyak menyerupai keramik sejaman dari Lobu Tua. Memang keramik putih dan keramik batuan dari Yue (abad ke-10-awal abad ke-11M) ditemukan sekaligus di Lobu Tua, di Sohar dan di Fustat, sedangkan keramik batuan dari hiasan berwarna coklat oksidasi yang terdapat di Lobu Tua dan di Sohar nampaknya tidak ditemukan di Fustat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan produksi dari Guangdong, terlihat dari perubahan hiasan, sehingga munculnya keramik dengan bagian luar dihiasi jajaran goresan yang dalam, dapat membbantu untuk menjelaskan mengapa jenis ini tidak ditemukan (akhir abad ke-11M atau awal abad ke-12 M) di timur dekat. Sebenarnya, perpecahan dunia Islam sejak paruh abad ke11 M menyebabkan perubahan jaringan hubungan dan putusnya kegiatan perdagangan jarak-jauh. Di Kota Kanton yang kosmopolitan, kegiatan pedagang Arab dan Persia merupakan kelompok masyarakat yang besar hampir pasti terganggu dan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat pembukaan sebuah kantor pabean di Quanzhou pada akhir abad ke-11M, penyediaan keramik berpindah ke Fujian dan berkembangnya tungku di Fujian sejajar dengan merosotnya tungku di Guangdong. Sewaktu terjadi perubahan ini, keramik dari Fujian mulai memasuki pasaran Asia Tenggra secara besar-besara dan sejak pertengahan abad ke-12 M pasaran ini juga menerima seladon dari Longquan di Zheijing. Sementyara itu, tungku-tungku yang terkenal dari Jingdezhen mengekspor porselin berglasir biru hijau disebut qingbai, sejenis keramik yang halus dan mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia Islam, peralihan ke keramik dari Fujian ini sejak abad ke-12 M hampir tidak terlaksana. Cukup mengherankan bahwa produksi begitu besar asal tungku dari Dehua atau Tong'an di Fujian yang banyak ditemukan di Filipina dan di Nusantara hampir tidak ditemukan di Timur Dekat. Keadaan ini mungkin disebabkan perubahan mendalam di Dunia Islam pada waktu itu yang juga membawa akibat kepada masyarakat-masyakarat yang ikut serta dalam perdagangan dengan Cina. Selain itu di Asia Tenggara, hilagnya keramik yang berasal dari Timur Dekat sejak abad ke-12 M mendorong hipotesisi putusnya jaringan perdagangan atau perubahan masyarakat yang mendiami tempat perdagangan yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanekaragaman persamaan di antara keramik Cina dan Barus-Lobu Tua dengan Keramik dari situs pemukiman lain di Dunia Islam, mungkin dapat membantu untuk mengidentifikasi masyarakat asing yang tinggal di Lobu Tua, selain itu membantu memahami hubungan antara tempat perdagangan ini dengan perdagangan asing dari Kanton dan perdagangan yang berhubungan dengan kawasan Timur Dekat melalui tempat persinggahakan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya serta beragamnya temuan dari berbagai tempat asal (Timur Dekat, India dan Cina) membuktikan bahwa Lobu Tua merupakan sebuah tempat pemukiman yang makmur dengan benda-benda yang bermutu tinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa keramik Cina mudah didapati di Lobu Tua karena tidak ada tanda benda ini diperbaiki seperti halnya di situs sejaman di Timur Dekat, atau juga anehnya di Situs Ko Ko Khao (Thailand) yang lebih awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan fase terakhir impor keramik Cina di Lobu Tua menunjukkan bahwa seperti di Timur dekat, keramik yang dihasilkan di Fujian pada abad ke-12 M nampaknya tidak ditemukan, tetapi cukup banyak keramik yang dari Guangdong atau dari Jiangxi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya temuan keramik bermutu tinggi yang diimpor dari Cina, seperti keramik batuan berhias jajaran goresan, pecahan tempayan berglasir oker coklat dari Xicun serta porselin qingbai dari Jingdezhen, menunjukkan bahwa pada awal abad ke12 M, kehidupan penduduk Lobu Tua cukup mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemakmuran ini nampaknya tidak terganggu oleh perubahan-perubahan yang terjadi di Dunia Islam. Akhir impor keramik Cina ke Lobu Tua dapat ditentukan, yaitu antara awal hingga pertengahan abad ke-12 M dengan tidak ditemukannya keramik seladon awal dari Longquan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-116562887043266377?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/116562887043266377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/116562887043266377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2006/12/arkeologi-batak.html' title='Arkeologi Batak'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-115346984939851591</id><published>2006-07-21T01:16:00.000-07:00</published><updated>2006-07-21T01:17:30.073-07:00</updated><title type='text'>Novel: Ringan Tapi Mutu</title><content type='html'>&lt;img src ="http://www.serambi.co.id/modules/Katalog/images/cover/buku_bayang-pohonDelima.gif" align= "left" border=3 width="200" height="350" HSPACE=5 &gt; Bayang-Bayang Pohon Delima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: Tariq Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerjemah: Julkifli Marbun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISBN:979-16-0134-8&lt;br /&gt;478 hal.&lt;br /&gt;Ukuran 13 x 20 cm&lt;br /&gt;Terbit: Juli 2006&lt;br /&gt;Harga: 54.900,00&lt;br /&gt;Pernerbit Serambi&lt;br /&gt;http://serambi.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayang-Bayang Pohon Delima adalah salah satu dari tetralogi novel Tariq Ali yang mengungkap jejak peradaban Islam. Novel ini telah diterjemahkan dalam lusinan bahasa dan dianugerahi penghargaan Archbishop San Clemente del Instituto Rosalia de Casto Prize untuk kategori Fiksi Bahasa Asing Terbaik yang diterbitkan di Spanyol pada 1994. Tiga karyanya yang lain: Kitab Salahuddin, Perempuan Batu, dan Sultan in Palermo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali's "Shadow of the Pomegranate Tree" provides not only a great reading, but an extremely useful corrective to the general western misconception about Muslim society. His work while a fiction, has clearly been thoroughly researched. The openness, tolerance and cosmopolitanism of Islamic society during the Moorish period is clearly presented with accents and touches that ring true. While westerners are inclined to view Islam as a monolithic entity, Ali brings out the division and tension that existed within the societies of each period.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Shadows of the Pomegranate Tree" is set in Spain after the fall of Granada. The story of the Banu Hudayl, a landed aristocratic family, the book explores the fateful decision that the Muslims of Spain had to make in the aftermath of the Reconquista. Shadows opens with the Muslim community having been recently shaken by the burning of their books on the order of Ximenes de Cisneros, Isabella's confessor. Sent to Granada to debate theology, Cisneros was verbally bested by the Muslim scholars. Defeated, he ordered all Muslim books to be destroyed two million manuscripts burned. "They set our culture on fire...The record of eight centuries was annihilated in one day", Umar the head of the Hudayl, laments. The only books to be saved from this wanton destruction were 300 medical and scientific works, spared by the petitions of Christian scholars who realized their superiority, and those books that the soldiers carrying them to the square discarded, judging the books' importance by their weight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cisneros, a man of the church is hell bent on destroying all vestiges of the Muslim society and culture in Granada. He sees force as the only way to win the conversion of the Muslims to Christianity, unlike his predecessor, who had given orders for the priests to learn Arabic and have Christian works translated. Yet his actions also have a personal element, as others whisper about his apparent Jewish features. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cisneros cruelty is interestingly contrasted to the outlook of Don Ignio, the civilian governor of the Granada region, and a life long friend of Umar's. Don's entrouge consisted of Jewish and Moors, and he tells Umar "For me a Granada without them is like a desert without Oasis. But I am on my own" When Umar comments that the current situation would never have arisen had the Moors used the same tactics that the Christian were now employing, Dons's response is: "Instead you attempted to bring civilization to the whole peninsula regardless of faith or creed. It was noble of you now you must pay the price."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The reason I find this an excellent read is because Ali treats western history with the same thoroughness and brutal honesty, he demolishes the myth that the episode was a victory of one sort or the other of western society, simply by incorporating facts into the narrative. The triumphalism and sheer blood thirstiness of the Christian west is underscored most clearly in "Shadows of the Pomegranate Tree".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-115346984939851591?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/115346984939851591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/115346984939851591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2006/07/novel-ringan-tapi-mutu.html' title='Novel: Ringan Tapi Mutu'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-114140601100959317</id><published>2006-03-03T08:40:00.000-08:00</published><updated>2006-03-03T09:24:02.753-08:00</updated><title type='text'>Angka Tahun; Sejarah Batak</title><content type='html'>Permulaan Generasi Pertama Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah dalam kitab-kitab suci bangsa Timur Tengah bahwa Adam, yang dianggap sebagai manusia pertama dan Nabi pertama, mulai mengembangkan generasinya bersama Siti Hawa, Nenek Moyang Manusia yang ditemukan kembali setelah didamparkan di daerah India dari Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi berikutnya mulai melahirkan beberapa kelompok Bangsa. Bangsa Semetik kemudian menurunkan Bangsa Arab dan Israel yang selalu berperang. Khabarnya perpecahan kedua bangsa ini dimulai sejak Nabi Ibrahim. Bangsa Syam yang kemudian dikenal sebagai ras Aryan, menurunkan Bangsa Yunani dan Roma yang menjadi cikal bakal Eropa (Hitler merupakan tokoh ras ini yang ingin memurnikan bangsa Aryan di samping Bangsa Braminik yang chauvinistik dan menjadi penguasa kasta tinggi di agama Hindu), Nordik, Patan, Kaukasian, Slavia, Persia (Iran) dan India Utara (semisal Punjabi, Kashmir dan Gujarat) berkulit putih serta bule-bule lain sebangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Negroid menurunkan bangsa Afrika dan beberapa bangsa berkulit hitam lainnya di dunia seperti Bangsa Dravidian (India berkulit Hitam), Papua, Samoa, Aborigin di Autralia, Asmat dan bangsa lain yang hidup di kepulauan Polinesia, Samudera Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Tatar menurunkan Ras Mongoloid yang terdiri dari bangsa Mongol; Cina, Korea, Uzbek, Tazik, Kazakh, Kazan di Rusia, bangsa Nomad penghuni Kutub Utara dan Selatan bermata cipit, Hokkian yang menjadi Konglomerat dan Mafia di Indonesia serta Bangsa Maya, Suku Indian dan lain sebagainya yang menjadi penduduk asli benua Amerika dan yang kedua; Ras Austronesia, yang menyebar di Madagaskar, Afrika, Batak; Proto Malayan dan Neo Malayan; Melayu, Jawa dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran populasi manusia terjadi paska “Tsunami” pertama atau dikenal sebagai Banjir Bah di jaman Nabi Nuh AS. Di jaman ini pula ada sebuah komunitas manusia yang konon mempunyai tinggi badan 15-30 meter punah ditelan banjir karena kesombongannya. Peneliti antropologi Amerika di awal abad 20 menemukan kembali bangsa ini di pedalaman Afrika, namun lokasinya dirahasiakan oleh pihak militer yang tertarik untuk mengambil sampel komunitas ini untuk rekayasa gen tentara AS. Penelitian juga diarahkan untuk menghidupkan kembali Bangsa Dinosaurus, sejenis binatang purba, yang juga mati tenggelam karena tidak sempat dan tidak ‘muat’ dimasukkan di kapal Nabi Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3000-1000 SM (Sebelum masehi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Batak yang merupakan bagian dari Ras Proto Malayan hidup damai bermukim di perbatasan Burma/Myanmar dengan India. Beberapa komunitas tersebut yang kemudian menjadi cikal-bakal bangsa adalah kelompok Bangsa Karen, Toradja, Tayal, Ranau, Bontoc, Meo serta trio Naga, Manipur, Mizoram. Tiga yang terakhir ini sekarang berwarga negara India. Adat istiadat mereka dan aksesoris pakaian yang dimiliki sampai sekarang masih mirp dengan pakaian Batak, misalnya pernik dan warna ulos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat dominan dari ras ini adalah kebiasaan hidup dalam Splendid Isolation di lembah lembah sungai dan di puncak-puncak pegunungan. Mereka sangat jarang membuat kontak bersifat permanen dengan pendatang yang berasal dari komunitas lainnya misalnya komunitas yang berada di tepi pantai, pesisir, yang saat itu banyak dipengaruhi oleh ideologi yang berbeda dengan mereka, misalnya Hinduisme (Yang disinyalir sebagai ajaran turunan dari agama Nabi Nuh AS), Zoroaster, Animisme gaya Yunani dan Romawi dan juga paham-paham baru seperti Buddha, Tao dan Shintoisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat tersebut masih membekas dan terus dipertahankan oleh orang-orang Batak hingga abad 19. Sampai saat ini, diperkirakan suku bangsa yang berasal dari ras ini masih mempertahankan kebiasaan ini, terutama Bangsa Tayal, bangsa pribumi di Taiwan, Orang-orang Bontoc dan batak Palawan penghuni pertama daerah Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1000 SM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Mongol yang dikenal bengis dan mempunyai kemajuan teknologi yang lebih tinggi berkat hubungan mereka yang konsisten dengan berbagai bangsa mulai bergerak ke arah selatan. Di sana, keturunan mereka menyebut dirinya Bangsa Syan dan kemudian menciptakan komunitas Burma, Siam (Thai) dan Kamboja yang kemudian menjadi cikal-bakal negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ras Proto Malayan mulai terdesak. Ketertutupan mereka menjadi bumerang karena teknologi mereka tidak up to date. Sebagian dari mereka kemudian mulai meninggalkan daerah-daerah tersebut, menempuh perjalanan untuk mencari daerah baru bahkan ke seberang lautan, di mana mereka akan menikmati hidup dalam ‘splendid isolation’ kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Bontoc bergerak ke daerah Filipina, Bangsa Toraja ke selatannya, Sulawesi. Di Filipina, Batak Palawan merupakan sebuah suku yang sampai sekarang menggunaka istilah Batak. Saudara mereka bangsa Tayal membuka daerah di kepulauan Formosa, yang kemudian, beberapa abad setelah itu, daerah mereka diserobot dan kedamaian hidup mereka terusak oleh orang-orang Cina nasionalis yang kemudian menamakannya Taiwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain, Bangsa Ranau terdampar di Lampung. Bangsa Karen tidak sempat mempersiapkan diri untuk migrasi, mereka tertinggal di hutan belantara Burma/Myanmar dan sampai sekarang masih melakukan pemberontakan atas dominasi Suku Burma atau Myamar yang memerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, Bangsa Meo berhasil mempertahankan eksistensinya di Thailand. Bangsa Naga, Manipur, Mizo, Assamese mendirikan negara-negara bagian di India dan setiap tahun mereka harus berjuang dan berperang untuk mempertahankan identitas mereka dari supremasi bangsa Arya-Dravidian, yakni Bangsa India, yang mulai menduduki daerah tersebut karena over populasi.&lt;br /&gt;Bangsa Batak sendiri, selain terdampar di Filipina, sebagian terdampat di kepulauan Andaman (sekarang merupakan bagian dari India) dan Andalas dalam tiga gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama mendarat di Nias, Mentawai, Siberut dan sampai ke Pulau Enggano. Gelombang kedua terdampar di muara Sungai Simpang. Mereka kemudian bergerak memasuki pedalaman Pulau Andalas menyusuri sungai Simpang Kiri dan mulai mendirikan tempat di Kotacane. Komunitas ini berkembang dan membuat identitas sendiri yang bernama Batak Gayo. Mereka yang menyusuri Sungai Simpang Kanan membentuk Komunitas Batak Alas dan Pakpak. Batak Gayo dan Alas kemudian dimasukkan Belanda ke peta Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mainstream dari Suku bangsa Batak mendarat di Muara Sungai Sorkam. Mereka kemudian bergerak ke pedalaman, perbukitan. Melewati Pakkat, Dolok Sanggul, dan dataran tinggi Tele mencapai Pantai Barat Danau Toba. Mereka kemudian mendirikan perkampungan pertama di Pusuk Buhit di Sianjur Sagala Limbong Mulana di seberang kota Pangururan yang sekarang. Mitos Pusuk Buhit pun tercipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam budaya ‘splendid isolation’, di sini, Bangsa Batak dapat berkembang dengan damai sesuai dengan kodratnya. Komunitas ini kemudian terbagi dalam dua kubu. Pertama Tatea Bulan yang dianggap secara adat sebagai kubu tertua dan yang kedua; Kubu Isumbaon yang di dalam adat dianggap yang bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu komunitas awal Bangsa Batak, jumlahnya sangat kecil, yang hijrah dan migrasi jauh sebelumnya, mulai menyadari kelemahan budayanya dan mengolah hasil-hasil hutan dan melakukan kontak dagang dengan Bangsa Arab, Yunani dan Romawi kuno melalui pelabuhan Barus. Di Mesir hasil produksi mereka, kapur Barus, digunakan sebagai bahan dasar pengawetan mumi, Raja-raja tuhan Fir’aun yang sudah meninggal. Tentunya di masa inilah hidup seorang pembawa agama yang dikenal sebagai Nabi Musa AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1000 SM – 1510 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Batak berkembang dan struktur masyarakat berfungsi. Persaingan dan Kerjasama menciptakan sebuah pemerintahan yang berkuasa mengatur dan menetapkan sistem adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan tahun sebelum lahirnya Nabi Isa Al Masih, Nabi Bangsa Israel di Tanah Palestina, Dinasti Sori Mangaraja telah berkuasa dan menciptakan tatanan bangsa yang maju selama 90 generasi di Sianjur Sagala Limbong Mulana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti tersebut bersama menteri-menterinya yang sebagian besar adalah Datu, Magician, mengatur pemerintahan atas seluruh Bangsa Batak, di daerah tersebut, dalam sebuah pemerintahan berbentuk Teokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Sorimangaraja terdiri dari orang-orang bermarga Sagala cabang Tatea Bulan. Mereka sangat disegani oleh Bangsa Batak di bagian selatan yang keturunan dari Tatea Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bertambahnya penduduk, maka berkurang pula lahan yang digunakan untuk pertanian, yang menjadi sumber makanan untuk mempertahankan regenerasi. Maka perpindahan terpaksa dilakukan untuk mencari lokasi baru. Alasan lain dari perpindahan tersebut adalah karena para tenaga medis kerajaan gagal membasmi penyakit menular yang sudah menjangkiti penduduk sampai menjadi epidemik yang parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpindahan diarahkan ke segala arah, sebagain membuka pemukiman baru di daerah hutan belukar di arah selatan yang kemudian bernama Rao, sekarang di Sumatera Barat. Beberapa kelompok di antaranya turun ke arah timur, menetap dan membuka tanah, sekarang dikenal sebagai Tanjung Morawa, daerah di pinggir Kota Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;450 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Toba telah diolah dan dikelola secara luas oleh rakyat kerajaan tersebut. Mereka yang dominan terutama dari kubu Isumbaon, kelompok marga Si Bagot Ni Pohan, leluhur Annisa Pohan, menantu SBY, Presiden pilihan langsung pertama RI. Di daerah ini bermukim juga kaum Tatea Bulan yang membentuk kelompok minoritas terutama dari marga Lubis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari Lubis terdesak ke luar Toba dan merantau ke selatan. Sebagain lagi menetap di Toba dan Uluan hingga kini. Keturunannya di Medan mendirikan banyak lembaga sosial terutama Pesantren Modern Darul Arafah di Pinggiran Kota Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah Selatan kelompok marga Lubis harus bertarung melawan orang-orang Minang. Kalah. Perantauan berhenti dan mendirikan tanah Pekantan Dolok di Mandailing yang dikelilingi benteng pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian berhadapan dengan bangsa Lubu, Bangsa berkulit Hitam ras Dravidian yang terusir dari India, melalui Kepulauan Andaman berkelana sampai daerah muara Sungai Batang Toru. Bangsa Lobu tersingkir dan kemudian menetap di hutan-hutan sekitar Muara Sipongi. Bila di India Bangsa Arya meletakkan mereka sebagai bangsa terhina, ‘untouchable’; haram dilihat dan disentuh, maka nasib sama hampir menimpa mereka di sini. Saudara Bangsa Lubu, Bangsa Tamil migrasi beberapa abad kemudian, dari India Selatan, membonceng perusahaan-perusahaan Eropa dan membentuk Kampung Keling di Kerajaan Melayu Deli, Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;600-1200&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Batak di Simalungun memberontak dan memisahkan diri dari Dinasti Batak, Dinasti Sori Mangaraja di pusat. Mereka mendirikan kerajaan Nagur. Mereka ini keturunan Batak yang bermukim di Tomok, Ambarita dan Simanindo di Pulau Samosir. Di kemudian hari kerajaan Nagur di tangan orang Batak Gayo mendirikan kerajaan Islam Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simalungun merupsakan tanah yang subur akibat bekas siraman lava. Siraman lava dan marga tersebut berasal dari ledakan gunung berapi terbesar di dunia, di zaman pra sejarah. Ledakan itu membentuk danau Toba. Orang Simalungun berhasil membudidayakan tanaman, selain padi yang menjadi tanaman kesukaan orang Batak; Pohon Karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil-hasil pohon karet tersebut mengundang kedatangan ras Mongoloid lainnya yang mengusir mereka dari daratan benua Asia; orang-orang Cina yang sudah pintar berperahu pada zaman Dinasti Swi, 570-620 M. Di antaranya Bangsa Yunnan yang sangat ramah dan banyak beradaptasi dengan pribumi dan suku bangsa Hokkian, suku bangsa yang dikucilkan di Cina daratan, yang mengekspor tabiat jahat dan menjadi bajak laut di Lautan Cina Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi dengan bangsa Cina tersebut membentuk kembali kebudayaan maritim di masyarakat setempat. Mereka mendirikan kota pelabuhan Sang Pang To di tepi sungai Bah Bolon lebih kurang tiga kilometer dari kota Perdagangan. Orang-orang dari Dinasti Swi tersebut meninggalkan batu-batu bersurat di pedalaman Simalungun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di daerah pesisir Barat, Barus, kota maritim yang bertambah pesat yang sekarang masuk di Kerajaan Batak mulai didatangi pelaut-pelaut baru, terutama Cina, Pedagang Gujarat, Persia dan Arab. Pelaut-pelaut Romawi Kuno dan Yunani Kuno sudah digantikan oleh keturunan mereka pelaut-pelaut Eropa yang lebih canggih, dididikan Arab Spanyol. Islam mulai diterima sebagai kepercayaan resmi oleh sebagian elemen pedagang Bangsa Batak yang mengimpor bahan perhiasan dan alat-alat teknologi lainnya serta mengekpor ‘Kemenyan’ komoditas satu-satunya tanah Batak yang sangat diminati dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mulai dikenal dan diterima sebagai agama resmi orang-orang Batak di pesisir; khusunya Singkil dan Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;850 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Marga Harahap dari Kubu Tatea Bulan, bekas populasi Habinsaran bermigrasi massal ke arah Timur. Menetap di aliran sungai Kualu dan Barumun di Padang Lawas. Kelompok ini sangat hobbi berkuda sebagai kendaraan bermigrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini, dalam jangka waktu yang singkat, sekitar dua tahun, mereka sudah menguasai hampir leuruh daerah Padang Lawas antara sungai Asahan dan Rokan. Sebuah daerah padang rumput yang justru sangat baik untuk mengembangbiakkan kuda-kuda mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagain dari kelompok marga ini, melalui Sipirok, menduduki daerah Angkola dan di sini tradisi mengembala dan menunggang kuda hilang, mereka kembali menjadi komunitas agraris. Sementara di Padang Lawas mereka menjadi penguasa feodalistik dan mulai emmeprkenalkan perdagangan budak ke Tanah Batak Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;900 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marga Nasution mulai tebentuk di Mandailing. Beberapa ratus tahun sebelumnya, sejak tahun-tahun pertama masyarakat Batak di sini, disinyalir saat itu zaman Nabi Sulaiman di Timur Tengah (Buku Ompu Parlindungan), perbauran penduduk dengan pendatang sudah menjadi tradisi di beberapa tempat, khusunya yang di tepi pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk dataran tinggi, para pendatang di pelabuhan Natal dan Muaralabu (dikenal dengan sebutan Singkuang atau Sing Kwang oleh ejaan Cina), dan terutama elemen-elemen bangsa Pelaut Bugis dari Sulawesi, yang singgah sebelum berlayar berdagang menuju Madagaskar, telah berasimilasi dengan penuh toleransi dengan bangsa Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendatang tersebut dengan sukarela interaksi dan menerima adat Dalihan Natolu agar dapat mempersunting wanita-wanita setempat setelah puluhan tahun di tengah laut. Datu Nasangti Sibagot Ni Pohan dari Toba, seorang yang disegani saat itu, menyatukan mereka; campuran penduduk peribumi dan pendatang tersebut, membentuk marga Nasution.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu perebutan kekuasaan terjadi di Pusat Pemerintahan Kerajaan batak, martua Raja Doli dari Siangjur Sagala Limbong Mulana dengan pasukannya merebut wilayah Lottung di Samosir Timur. Percampuran keduanya membentuk kelompok Marga Lottung Si Sia Marina, yang terdiri atas; Situmorang, Sinaga, Nainggolan, Pandiangan, Simatupang, Aritonang dan Siregar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1050 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena minimnya peralatan medis, epidemik melanda daerah Lottung kembali. Masyarakat Lottung Si Sia Marina berhamburan ke luar dari wilayah tersebut menuju daerah yang “sehat”. Akibatnya, kelompok Marga Siregar terpecah dua menjadi Siregar Sigumpar dan Siregar Muara, keduanya bermukin di Toba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1293 – 1339 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetrasi orang-orang Hindu yang berkolaborasi dengan Bangsa Jawa mendirikan Kerajaan Silo, di Simalungun, dengan Raja Pertama Indra Warman dengan pasukan yang berasal dari Singosari. Pusat Pemerintah Agama ini berkedudukan di Dolok Sinumbah. Kerak direbut oleh orang-orang Batak dan di atasnya menjadi cikal bakal kerajaan-kerajaan Simalungun dengan identitas yang mulai terpisah dengan Batak. Kerajaan Silo ini terdiri dari dua level masyarakat; Para Elit yang terdiri dari kaum Priayi Jawa dan Masyarakat yang terdiri dari kelompok Marga Siregar Silo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1331 – 1364&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Nusantara, Kerajaan Majapahit timbul menjadi sebuah Negara Superpower. Sebelumnya, Sebagain Eropa Barat dan Timur sampai ke Kazan Rusia, Asia Tengah dan Afrika Utara dan tentunya Timur Tengah didominasi Kekuatan Arab yang juga menguasasi Samudera India, Atlantik dan sebagain Samudera Pasifik.. Kekuatan Persia-Mongol tampak di India, Pakistan, Banglades dan sebagian China dan Indo-Cina serta beberapa kepulauan Nusantara, mereka tidak kuat di laut. China menguasasi sebagian Samudera Pasifik khususnya laut China Selatan. Sementara itu di pedalaman Eropa manusia masih hidup dalam pengaruh Yunani dan Romawi yang Animis, mereka kemudian menjadi perompak dan pembajak laut. Di daerah nusantara kaum Hokkian menguasasi jaringan ‘garong’ perompak yang terkadang lebih kuat dari kerajaan-kerajaan kecil melayu. Para pembajak laut Eropa sesekali diboncengi kaum Fundamentalis Yahudi dan pendatang baru; kaum trinitas Gereja barat yang berseberangan dengan Gereja timur yang unitarian dan menaruh dendam kesumat atas kejayaan Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1339&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan ampibi Kerajaan Majapahit melakukan penetrasi di muara Sungai Asahan. Dimulailah upaya invasi terhadap Kerajaan Silo. Raja Indrawarman tewas dalam penyerbuan tersebut. Kerajaan Silo berantakan, keturunan raja bersembunyi di Haranggaol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Mojopahit di bawah komando Perdana Menteri Gajah Mada, mengamuk dan menghancurkan beberapa kerajaan lain; Kerajaan Haru/Wampu serta Kesahbandaran Tamiang (sekarang Aceh Tamiang) yang saat itu merupakan wilayah kedulatan Samudra Pasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Samudra Pasai, di bawah komando Panglima Mula Setia, turun ke lokasi dan berhasil menyergap tentara Majapahit di rawa-rawa sungai Tamiang. Gajah Mada bersma pengawal pribadinya melarikan diri ke Jawa meninggalkan tentaranya terkepung oleh pasukan musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Keturunan Indrawarman kembali ke kerajaan dan mendirikan kerajaan baru bernama Kerajaan Dolok Siolo dan Kerajaan Raya Kahean.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1339-1947.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Dolok Silo dan Raya Kahean berakulturasi menjadi kerajaan Batak/Simalungun, namun tetap berciri khas Hindu/Jawa absolut. Konon kerajaan ini mampu berdiri selama 600 tahun. Menjadi dinasti tertua di Kepulauan Indonesia di abad 20. Sekitar 250 tahun lebih tua dari Dinasti Mataram di Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama dua kerajaan lain muncul kepermukaan; Kerajaan Siantar dan Tanah Jawa. Raja di Kerajaan Siantar merupakan keturunan Indrawarman, sementara Pulau Jawa, dipimpin oleh Raja Marga Sinaga dari Samosir. Penamaan tanah Jawa untuk mengenang Indrawarman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1350&lt;br /&gt;Kelompok Marga Siregar bermigrasi ke Sipirok di Tanah Batak Selatan.&lt;br /&gt;1416 – 1513&lt;br /&gt;Pasukan Cina dibawah komando Laksamana Haji Sam Po Bo, Ceng Ho, dalam armada kapal induk mendarat di Muara Labuh di muara Sungai Batang Gadis. Salah satu misi mereka; mengejar para bandit Hokkian tercapai. Sebelum berangkat, pasukan Cengho yang berjumlah ribuah itu mendirikan industri pengolahan kayu dan sekaligus membuka pelabuhan Sing Kwang (Singkuang=Tanah Baru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1416-1513&lt;br /&gt;Orang-orang Tionghoa yang beragama Islam mulai berdatangan ke Sing Kwang dan berasimilasi dengan penduduk khususnya kelompok marga Nasution. Para Tionghoa tersebut membeli Kayu Meranti dari pengusaha setempat dan mengirimkannya ke Cina daratan untuk bahan baku tiang istana, kuil dan tempat ibadah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1450-1500&lt;br /&gt;Islam menjadi agama resmi orang-orang Batak Toba, khsuusnya dari kelompok marga Marpaung yang bermukim di aliran sungai Asahan. Demikian juga halnya dengan Batak Simalungun yang bermukim di Kisaran, Tinjauan, Perdagangan, Bandar, Tanjung Kasau, Bedagai, Bangun Purba dab Sungai Karang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan terjadi di konstalasi politik dunia. Para bajak laut Eropa mulai mencari target operasi baru di kepulauan Nusantara yang hilir mudik dilalui para pedagang-pedagang Internasional; Arab, Afrika, India, Gujarat, Punjabi, Yunnan dan tentunya kelompok bajak laut lokal; Hokkian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1450-1818&lt;br /&gt;Kelompok Marga Marpaung menjadi supplaier utama komoditas garam ke Tanah Batak di pantai timur. ‘Splendidi Isolation’ Bangsa batak mulai terkuak. Yang positif bisa masuk namun tidak yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid pribumi pertama didirikan oleh penduduk setempat di pedalaman Tanah Batak; Porsea, lebih kurang 400 tahun sebelum mesjid pertama berdiri di Mandailing. Menyusul setelah itu didirikan juga mesjid di sepanjang sungai Asahan antara Porsea dan Tanjung Balai. Setiap beberap kilometer sebagai tempat persinggahan bagi musafir-musafir Batak yang ingin menunaikan sholat. Mesjid-mesjid itu berkembang, selain sebagai termpat ibadah, juga menjadi tempat transaksi komoditas perdagangan. Siapapun berhak membeli, tidak ada diskriminasi agama. Toleransi antara Islam dan Agama S.M.Raja berlangsung begitu erat dan hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1508&lt;br /&gt;Kerajaan Haru/Wampu yang berpopulasi orang-orang Batak Karo diinvasi oleh Kesultanan Aceh. Dalam perkembangan politik berikutnya para keturunan Raja Haru/Wampu mendirikan kerajaan baru yang menjadi cikal bakal Kesultanan Langkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1508-1523&lt;br /&gt;Kesultanan Haru/Delitua tetap eksis di daerah pengairan sungai Deli namun kedulatannya berada dalam otoritas Kesultanan Aceh. Penduduknya merupakan Batak Karo yang sudah memeluk agama Islam. Setelah melemahnya dominasi Kesultanan Aceh, Kesultanan ini bertransformasi menjadi Kesultanan Deli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok bajak laut Eropa setelah beberapa lama dikucilkan karena perangai ‘garongnya’ mulai memperkenalkan diri kepada kerajaan-kerajaan nusantara sebagai ‘pedagang damai’. Taktik ini diambil agar mereka dapat melakukan penetrasi ke wilayah kerajaan untuk pemetaan dan penentuan titik-titik serangan untuk ‘devide et impera’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1510&lt;br /&gt;Dinasti Sori Mangaraja, yang berpusat di Sianjur Limbong Mulana, dikudeta oleh Kelompok Marga Manullang. Kejayaan dinasti ini, setelah 90 generasi berturut-turut memerintah, lenyap. Dinasti ini sendiri terdiri dari Kelompok Marga Sagala dari kubu Tatea Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1516-1816&lt;br /&gt;Di Daerah Batak Selatan, dengan populasi Tatea Bulan, Dinasti Sori Mangaraja meneruskan pengaruhnya di Si Pirok. Secara de jure diakui oleh masyarakat Marga Siregar, Harahap dan Lubis. Secara mayoritas masyarakat marga Nasution juga memberikan pengakuan sehingga Dinasti Sisingamagaraja yang memerintah tanah Batak seterusnya, berpusat di Bakkara, tidak mendapat pengakuan yang menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1513&lt;br /&gt;Kesultanan Aceh merebut pelabuhan-pelaburan pantai barat Pulau Andalas, untuk dijadikan jalur baru perdagangan internasional ke Maluku via selat Sunda. Bajak laut Portugis menutup dan melakukan aksi bajing loncat di Selat Malaka. Portugis mulai membawa kebencian agama ke Nusantara; diskriminasi agama diterapkan dengan melarang pedagang Islam melalui Malaka. Cina Islam, Arab dan penduduk nusantara menjadi korban pelecehan gaya Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh internasionalisasi pelabuhan di Andalas, penduduk lokal Batak di lokasi tersebut; Singkil, Pansur, Barus, Sorkam, Teluk Sibolga, Sing Kwang dan Natal memeluk Islam setelah sebelumnya beberapa elemen sudah menganutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Marga Tanjung di Pansur, marga Pohan di barus, Batu Bara di Sorkam kiri, Pasaribu di Sorkam Kanan, Hutagalung di Teluk Sibolga, Daulay di Sing Kwang merupakan komunitas Islam pertama yang menjalankan Islam dengan kaffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1513-1818&lt;br /&gt;Komunitas Hutagalung dengan karavan-karavan kuda menjadi komunitas pedagang penting yang menghubungkan Silindung, Humbang Hasundutan dan Pahae. Marga Hutagalung di Silindung mendirikan mesjid lokal kedua di Silindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jerman, Kaum Protestan melepaskan diri dari hegemoni Gereja Katolik Roma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1523&lt;br /&gt;Orang-orang Eropa tidak sabar untuk menjarah Nusantara. Kesultanan Karo Muslim di Haru/Delitua dimusnahkan oleh kaum Portugis. Ratu Putri Hijau, yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan raja-raja Aceh, tewas. Sambil berzikir sang ratu diikat di mulut meriam lalu diledakkan. Kebrutalan perang diperkenalkan oleh bangsa Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1550-1884&lt;br /&gt;Dinasti Sisingamagaraja (SM Raja) tampil sebagai otoritas tertinggi di Tanah Batak, menggantikan Dinasti Sori Mangaraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1581&lt;br /&gt;Marga Rangkuti terbentuk. Terdiri dari orang-orang Jawa/Minang yang mengambil suaka politik di Mandailing akibat perubahan politik di Kerajaan Pagarruyung di Minagkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1593-1601&lt;br /&gt;Intelektual lokal mulai tampil ke permukaan. Abdulrauf Fansuri terkenal sebagai ulama dan intelektual di dalam ilmu fiqih, politik dan ilmu sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teorinya antara lain; Penghapusan perbedaan antara Kepala Negara dan Agama. Raja merupakan otoritas kerajaan dan juga agama. Dia mensyaratkan bahwa Raja yang akan memangku jabatan ini bukan turun temurun melainkan dipilih langsung oleh rakyat. Kedaulatan ada di tangan rakyat. Teori ini kemudian diterima oleh Kesultanan Aceh dan jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh, dalam ekspansinya, menguasai Fansur dan menghancurkan kejayaan pelabuhan ini. Duaratus tahun setelah itu Dinasti Sori Mangaraja membangunnya kembali dan memberikan nama baru; Pelabuhan ‘Gosong’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eropa mulai bangkit melewati masa kegelapan. Ibarat bangsa kelaparan mereka berhamburan ke penjuru dunia untuk membangun negara-negaranya. Bangsa Inggris mulai membuat pertapakan pertama di Pelabuhan Tapian Na Uli di tepi teluk Sibolga. Titik ini sangat mendukung untuk pemenuhan logistik mereka untuk menjarah bagian-bagian lain di Nusantara. Ambisi jahat yang tidak bisa ditebak oleh penduduk lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya perbudakan mendapat eksploitasi yang parah oleh hadirnya pihak Eropa. Keramahan bangsa Batak di Batang Toru, Puli, Situmandi serta Sigeaon dimanipulasi, mereka kemudian diperdagangkan sebagai Budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa wilayah di Nusantara mulai ditundukkan dengan tipu muslihat Eropa. Perang antar kerajaan menjadi sangat intens; akibat Devide Et Impera. Belanda mulai memetakan target operasi mereka di tanah Batak setelah menguasai Jawa dan beberapa kerajaan kecil di Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1790&lt;br /&gt;Haji Hassan Nasution dengan Gelar Qadhi Malikul Adil menjadi orang Batak pertama yang naik haji di Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1812 M&lt;br /&gt;Muhammad Faqih Amiruddin Sinambela, menjadi orang pertama dari lingkungan kerajaan Dinasti Sisingamangaraja yang menunaikan ibadah haji ke Mekkah. Informasi ini didapat dari sebuah catatan keluarga, bertuliskan Arab, komunitas Marga Sinambela keturunan Sisingamangaraja di Singkil. (Tuanku Rao; Ompu Parlindungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1816&lt;br /&gt;Elemen mata-mata Belanda mulai menyusup ke Tanah batak dengan misi; memetakan daerah serta kekuatan dan menentukan titik-titik penembakan artileri di pusat-pusat kekuasaan tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenderal Muhammad Fakih Amiruddin Sinambela, Gelar Tuanku Rao, panglima Paderi, meluaskan pengaruhnya di Tanah Batak Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1816-1833&lt;br /&gt;Islam berkembang pesat di Mandailing dengan pembangunan universitas, pusat-pusat perdagangan dan kebudayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1818&lt;br /&gt;Panglima Fakih Sinambela berseteru dengan pamannya Sisingamangaraja X, Raja Dinasti Sisingamangaraja di daerah Batak Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen Eropa berhasil memetakan kekuatan Dinasti Sisingamaragaja. Salah satunya; Modigliani berhasil mencari info mengenai privasi Guru Somalaing, salah satu intelektual agama Parmalim, agama Batak saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Batak yang miskin dan putus asa dengan penyakit kolera dimanipulasi Belanda sebagai kekuatan anti-otoritas SM Raja. Beberapa kerajaan-kerajaan huta dihadiahi dengan pengakuan sehingga mejadi raja-raja boneka yang membangkang. Kredibilitas kedaulatan Sisingamangaraja di akar rumput menipis, dikempesi orang-orang Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesekian kalianya epidemik penyakit menular menjangkiti penduduk. Elemen Eropa dan Belanda di pantai timur Sumatera memanfaatkan situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1818-1820&lt;br /&gt;Perseteruan Sisingamagaraja X dan Fakih Sinambela memuncak. Pasukan Fakih Sinambela dengan komando Jatengger Siregar berhadapan dengan pasukan Sisingamangaraja X di Bakkara setelah buntu dalam perundingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markas Pusat di Siborong-borong dengan komando Panglima Fakih Sinambela memerintahkan pasukannya di Bakkara untuk menguburkan pamannya S.M Raja X di pemakaman kerajaan dengan pasukan kehormatan dan melindungi keturunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakih Sinambela menolak tawaran pamannya menjadi Sultan di Tanah batak. Mereka mundur ke Selatan. Yang Mulia Sisingamangaraja XI naik tahta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1820&lt;br /&gt;Pembantu Fakih Sinambela, Tuanku Mansur Marpaung mendirikan Kesultanan Asahan di pantai timur Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1821 Belanda yang tahu bahwa daerah pesisir Sumatera Barat seperti Pariaman, Tiku, Air Bangis adalah daerah strategis yang telah dikuasai kaum Padri, maka Belanda telah membagi pasukan untuk merebut daerah-daerah tersebut. Dalam menghadapi serangan Belanda ini, maka terpaksa kaum Padri yang berada di Tapanuli Selatan di bawah pimpinan Fakih Sinambela(Tuanku Rao) dan Tuanku Tambusi dikirim untuk menghadapinya. Pertempuran sengit terjadi dan pada tahun 1821 Fakih Sinambela gugur sebagai syuhada di Air Bangis. Perlawanan pasukan Padri melawan pasu kan Belanda diteruskan dengan pimpinan Tuanku Tambusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1823&lt;br /&gt;Thomas Raffles, Jenderal Inggris, tertarik untuk mengadu domba kerajaan-kerajaan di Sumatera. Idenya; Aceh yang Islam dan Minagkabau dipisah dengan Komunitas Batak Kristen. Tanah Batak harus, menurut istilah Ompu Parlindungan, “dikristenkan”; diterima atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan ini ditiru oleh Raffles dari Lord Moira, Gubernur Jenderal Inggris di Kalkutta yang berhasil melemahkan Kerajaan “Dehli” Islam di India; Burma yang Budda serta Thailand yang Buddha harus dipisah dengan bangsa Karen yang Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pihak Inggris mengirimkan tim-tim pendeta kerajaan ke lokasi tersebut. Di Tapanuli saja ada diutus beberapa orang, sbb;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Burton yang bertugas menguasasi bahasa Batak dan menerjemahkan Bibel ke Bahasa Batak, bertindak sebagai pemimpin misi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Ward, seorang dokter yang meneliti pengaruh penuakit menular, epidemik yang menjangkiti penduduk Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta Evans, bertugas mendirikan sekolah-sekolah pro-Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiganya merupakan tim ekspedisi dalam infiltrasi pasukan Inggris di Tanah batak yang akan berprofesi sebagai pendeta agar tidak terlalu mendapat penolakan di sebagian besar mayarakat Batak yang telah menganut agama Parmalim, agama S.M. Raja, di pusat-pusat kerajaan Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1823-1824&lt;br /&gt;Pertahanan benteng SM Raja di Humbang, yang ‘splendid isolation’ dan tertutup untuk pihak-pihak tidak resmi, sangat kuat dan tidak dapat disusupi, pelabuhan Barus bebas dari penyusup.. Tim tersebut hanya berhasil masuk melalui pantai Sibolga dan daerah Angkola yang mayoritas penduduknya muslim dan terbuka. Burton dan Ward berhasil memasuki Tanah Batak, melalui pelabuhan Sibolga tempat beberapa komunitas Inggris menetap berdagang, menyisir hutan belantara dan mencapai Lembah Silindung. Misi berhasil. Namun ketika akan menyusup ke Toba, pusat kehidupan sosial masyarakat batak, Ward memberikan instruksi untuk mundur. Epidemik Kolera masih mengganas di Toba dan Humbang. Burton dan Ward mundur ke Sibolga. Dari sini ‘character assasination’ terhadap panglima-panglima Padri dilancarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseteruan antar penjajah untuk menguasai Tanah Batak muncul. Belanda menggantikan posisi Inggris di Tapanuli, sesuai ‘Traktat London’. Pendeta-pendeta Inggris diusir. Mereka yang sudah berhasil memasuki wilayah privasi para Panglima tersebut dituduh bersekongkol dengan Padri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1830-1867&lt;br /&gt;S.M Raja XI, setelah naik tahta mulai menata kehidupan rakyatnya. Di beberapa wilayah dilakukan pembangunan. Hubungan diplomasi luar negeri dengan Kesultanan Aceh dijalin kembali. Sang Raja mulai menyadari kehadiran elemen-elemn penyusup yang bermaksud untuk menguasai dan dan meniadakan Kedaulatan Bangsa Batak. Belanda yang meneruskan kebijakan Raffles tidak bisa menerima; Bangsa Batak malah melakukan kerjasama militer dengan Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan pembangunan di bidang sosial dan pendidikan meningkat. Kerajaan mulai mengerjakan penulisan sejarah Batak dalam ‘Arsip Bakkar’ setebal 23 jilid. Total Satu setengah meter tebalnya. Sebagain besar mengenai undang-undang, tradisi dan kehidupan kerajaan. Sebuah usaha yang memberikan dampat baik terhadap kredibilitas otoritas raja dan kehidupan masyarakat namun sudah terlanjur terlambat. Elemen-elemen rakyat yang putus asa dengan epidemik kolera sudah banyak yang pro-Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1833&lt;br /&gt;Tentara Belanda mulai mendaratkan pasukan ekspedisi dibawah Komando Mayor Eiler, di daerah Natal dan mengangkat rajanya menjadi raja boneka dengan gelar; Regent van Mandailing. Elemen-elemen padri Minang dibasmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1833-1834&lt;br /&gt;Pasukan Kolonel Elout menguasai Angkola dan Sipirok. Sipirok menjadi batu loncatan untuk menggempur Toba. Peta-peta sasaran tembak sudah dikumpulkan sebelumnya oleh tim penyusup dan orang-oramg Eropa yang bergerak bebas di Tanah Batak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolonel Elout memerintahkan pendeta-pendeta tentara Belanda, yang menjadi bawahannya di pasukan tersebut, antara lain; Pendeta Verhoeven untuk mempersiapkan diri untuk meng-kristenkan penduduk asli Tanah Batak Utara. Verhoeven diwajibkan untuk bergaul dengan penduduk asli dan belajar Bahasa Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eliot melalui kakaknya, saudara perempuannya, di Boston, AS, meminta tambahan tim misi dari American Baptist Mission (ABM). Permintaan ini mendapat dukungan dana oleh Clipper Millionairs yang berpusat di Boston dengan kompensasi mereka dapat menguasai kegiatan ekspor dan impor di Tanah Batak yang sangat potensial saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperempat abad kemudian, Hamburg Millionairs mendanai pendeta-pendeta dari Barmen untuk mengkristenkan Tanah Batak, hasilnya sejak tahun 1880-1940, di belakangan “Reinische Missions Gesselschaft”, seluruh arus perdagangan ekspor dan impor di Tanah batak dimonopoli oleh “Hennemann Aktions Gessellschaft”. Diperkirakan, paska PD II total pengusaha-pengusaha nasionalpun tidak sanggup mendekati 10 persen dari volume perdagangan “Hennemen &amp; Co,” dulu di Tanah Batak. (Tuanku Rao; Ompu Parlindungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1833-1930&lt;br /&gt;Masyarakat Mandailing menderita dengan pendudukan Belanda setelah beberapa usaha mempertahankan diri, gagal. Eksodus ke Malaysia dimulai. Komunitas-komunitas diaspora batak di luar negeri terbentuk. Di Malaysia, Mekkah, Jeddah dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1834&lt;br /&gt;ABM mengirimkan tiga orang pendeta ke Tanah Batak. Yakni; Pendeta Lyman, Munson, Ellys. Kolonel Elout menempatkan Ellys di Mandailing untuk mengkristenkan masyarakat muslim di sana. Lyman dan Munson melanjutkan jejak Burton dan Ward.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lyman dan Munson memasuki toba dengan seorang penerjemah, Jamal Pasaribu. Di sana mereka disambut baik. Namun setelah insiden penembakan mati seorang wanita tua oleh Lyman, raja setempat, Raja Panggulamau menolak kehadiran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penembakan wanita tua, yang kebetulan, namboru sang raja tidak dapat diterima oleh raja. Lyman dan Munson mendapat hukuman mati oleh pengadilan lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1834-1838&lt;br /&gt;Pemerintahan Militer Belanda di Tanah Batak Selatan didirikan secara permanen. Komplek markas Besar Belanda didirikan berikut taman perumahan para pemimpin militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1838-1884&lt;br /&gt;Kekuatan militer Belanda bertambah kuat. Sumatera Barat dapat dikuasai. Mandailing, Angkola dan Sipirok menjadi “Direct Bestuurd Gebied”, Raja Gadumbang tidak jadi dijadikan Sultan oleh Pemerintah Penjajahan Belanda, akan tetapi dibohongi dan hanya diberikan gelar “Regent Voor Her Leven”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin-pemimpin masyarakat Batak Islam yang tidak mau tunduk dengan Belanda di berbagai daerah, dibasmi. Silindung masuk ke dalam “Residente Air Bangis tahun 1973 dan Toba, yang belum takluk, dimasukkan pada tahun 1881. Kerajaan-kerajaan lain yang berhubungan dengan Kerajaan Toba tidak dapat berbuat banyak untuk membantu. Hegemoni Eropa tidak dapat terbendung. Manusia di nusantara hanya menunggu waktu untuk menjadi mangsa Eropa. Kerajaan Batak terisolir dan melemah. Rakyat sudah banyak yang pro Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1843-1845&lt;br /&gt;Perbatasan Tanah Batak yang aman hanya pelabuhan Singkil dan Barus serta perbatasan darat dengan Aceh. Sisingamangaraja XI mengikuti Pendidikan Militer di Indrapuri, Kesultanan Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1845-1847&lt;br /&gt;Aceh mengirimkan satu balayon tentara di bawah komando Teuku Nangsa Sati ke Toba. Bersama Yang Mulia Sisingamangaraja XI, Teuku menyiapkan perencanaan strategi gerilya. Pasukan komando gerilya dibentuk. Pertahanan dengan menggelar pasukan sudah tidak memungkinkan. Siasat ini pada tahun 1873-1907 sangat membingungkan pihak imperialis Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1848&lt;br /&gt;Putra Mahkota, Pangeran Parobatu, satau-satunya anak laki-laki Sisingamangaraja XI lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1857-1861&lt;br /&gt;Zending Calvinist Belanda dari “Gereja Petani Ermeloo/Holland” (GPE) dengan gencar melakukan misi di Tanah Batak Selatan. Mereka antara lain; Pendeta Van Asselt di Parausorat, Sipirok, pendeta Dammerboer di Hutarimbaru, Angkola, Pendeta Van Danen di Pangarutan, Angkola dan Pendeta Betz di Bungabondar, Sipirok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi; gagal. Masyarakat Muslim Batak yang sudah tidak berdaya dalam penguasaan Belanda menolak untuk dikristenkan. Belanda, tidak habis akal, mempercayakan misi pengkristenan Batak Selatan dan Utara kepada pendeta-pendeta Jerman, “Reinische Missions Gesselschaft” (RMG), yang menganggunr di Batavia, sejak diusir keluar dari Kalimantan Selatan oelh Pangeran Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda menghubungkan pendeta Fabri, pemimpin RMG di Jerman dengan pendeta Witteveen, pemimpin dari GPE. GPE mengalah, mundur dari Tanah Batak Selatan, karena kahabisan dana. Dengan banjir dana dari perusahaan Hennemann &amp; Co, RMG memulai upaya misi kembali agar secepatnya Belanda dapat menguasai Tanah Batak dan menghancurkan Aceh di ujung sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1861&lt;br /&gt;Pada tanggal 7 Oktober 1861, di dalam rumah pendeta van Asselt diadakan rapat bersama oleh pendeta-pendeta Belanda yang sudah aktif di tanah Batak bersamam pendeta-pendeta Jerman yang baru datang. Rapat ditutup oleh pendeta Klammer hasilnya; Pimpinan pengkristenan tanah Batak sudah berpindah dari tangan Pendeta Belanda ke tangan Pendeta Jerman. Pendeta Belanda Dammerboer serta van Dalen tidak menyukai posisinya menjadi bawahan seorang “Moffen”, Jerman. Mereka berhenti menjadi pendeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1861-1907&lt;br /&gt;Belanda tidak sabar untuk menguasai lahan-lahan pertanian Tanah Batak yang masih dimiliki Sisingamagaraja XI. Untuk menyerangnya secara frontal Belanda belum mampu karena dipihak lain dan di dalam negeri mereka banyak menghabiskan tenaga unutuk menumpas pemberontakan-pemberontakan, sementara itu, kerajaan-kerajaan pribumi tidak menyadari keunggulan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda kemudian menerapkan Devide et Impera dari pantai timur dengan kebijakan Zelbestuur, artinya swapraja. Tanah Batak dipecah menjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keresidenan Tapanuli. Direct Bestuur Gebied, sebuah daerah Pamong Praja.&lt;br /&gt;2. Sumatera Timur, Zelbestuurs Gebied, Swapraja.&lt;br /&gt;3. Daerah Batak, Singkil, gayo, dan Alas atas permintaan komandan tentara Belanda di Kotapraja, dimasukkan ke dalam Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah Batak yang menjadi Swapraja yang bercampur dengan puak Melayu dipecah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesultanan Langkat, di atas kerajaan Karo, Aru/Wampu di tanah Karo, Dusun&lt;br /&gt;2. Kesultanan Deli, bekas Kesultanan Haru/Delitua.&lt;br /&gt;3. Kesultanan Serdang, di bekas Kerajaan Dolok Silo, Simalungun sampai ke Lubuk Pakam.&lt;br /&gt;4. Distrik Bedagai, dilepas dari Kerajaan Kahean, Simalungun. Di bawah pimpinan otoritas bergelar Tengku.&lt;br /&gt;5. Kesultanan Asahan yang didirikan oleh Tuanku Mansur Marpaung diberi pengakuan secara hukum.&lt;br /&gt;6. Kerajaan Kota Pinang, dengan mayoritas penduduk Batak Muslim didirikan dengan kepemimpinan Alamsyah Dasopang dengan gelar Tuanku Kota Pinang.&lt;br /&gt;7. Kerajaan-kerajaan kecil dan tak mempunyai kekuatan diciptakan, misalnya kerajaan Merbau, Panai, Bila dan lain sebagainya dengan tujuan untuk memecah-mecah kekuatan masyarakat Batak dalam kotak-kotak agama, wilayah dan kepentingan ekonomi.&lt;br /&gt;8. Kerajaan Dolok Silo dan Kahaen dipecah tiga.&lt;br /&gt;9. Di Tanah Karo daerah pegunungan diciptakan Kerajaan Sibayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Gayo yang dimasukkan ke Aceh dan orang-orang Batak Karo serta Simalungun tidak dapat lagi membela perjuangan Dinasti Sisingamangaraja karena mereka menganggap dirinya masing-masing sudah berbeda kewarganegaraan. Pihak Belanda menguasai setiap check point, untuk mengisolir rakyat setiap kerajaan dan membatasi pelintas batas. Kekuatan ekonomi, praktis, dikuasi Belanda. Kekuatan Tanah Batak mencapai titik paling lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1863&lt;br /&gt;Pendeta Nomensen dari Sipirok memasuki Silindung. Pengkristenan Tanah Batak Utara dimulai dan dikerjakan dengan sangat sistematis. Target ke selatan Batak, daerah Batak Muslim, dikurangi. Dengan beking seorang raja, pontas Lumban Tobing, yang sudah pro Belanda, sebuah gereja pertama didirikan di Hutadaman, Silindung. (Tuanku Rao; Ompu Parlindungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1864-1866&lt;br /&gt;Pangeran Parobatu, selama dua tahun, mengikuti Pendidikan Militer di XXV/Mukim, di Kesultanan Aceh. Setelah wisuda, pangeran juga membahwa oleh-oleh; Bantuan Pasukan Penempur dari Aceh, ke Bakkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1867&lt;br /&gt;Penyakit Kolera menjangkiti lagi. Para tenaga medis Kerajaan gagal membendung epidemik ini. Yang Mulia Sisingamangaraja XI wafat karena kolera. Pangeran Parobatu naik tahta menjadi Sisingamangaraja XII dengan gelar Patuan Bosar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat epidemik ini, intensitas misi pengkristenan bertambah tinggi. Rakyat yang frustasi berduyun-duyun mendatangi Christian Community di Hutadame.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1867-1884&lt;br /&gt;Sisingamangaraja XII selama 17 tahun memerintah di Bakkara. Menurut penulis sejarah pro Belanda, Sisingamangaraja memerintah dengan tangan besi, untuk mempertahankan &lt;em&gt;Singgasana Batak Pagan Priest Kings&lt;/em&gt; yang sudah memerintah selama 12 generasi paska Dinasti Sori Mangaraja. Informasi ini tentunya untuk pengalihan perhatian orang-orang Batak di masa mendatang yang akan merasa kehilangan penguasa Batak yang mereka cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, para penulis itu menuduh Sisingamangaraja XII secara totaliter menentang Pemerintah Belanda, serta menentang infiltrasi dari Agama Kristen yang dibawa oleh pendeta-pendeta Jerman. Mereka menambahkan bahwa karena itulah orang-orang Batak yang sudah Kristen (dan lebih2 lagi yang sudah Islam) tentulah tidak mau mengakui seorang Batak Pagan Priest King.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda, dengan dendam kesumat atas kewibawaan Sisingamangaraja XII, sengaja menanam bibit perpecahan dan pertikaian di masyarakat untuk dipanen oleh generasi Batak di masa mendatang. Paska Kemerdekaaan Indonesia, bibit itu melapuk dan tidak membuahkan hasil. Orang Batak hidup damai dalam toleransi beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Huta, Pontas Lumbantobing di Saitnihuta, Silindung, menjadi antipode dari Sisingamangaraja XII, maharaja di wilayah huta-huta Batak. (Tuanku Rao; Ompu Parlindungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tanah Batak Utara didirikan sekolah-sekolah dengan jumlah besar; Sekolah Dzending. Namun, demi misi imperialis, diskriminasi diterapkan. Anak-anak dari Sintua, tetua Gereja, mendapat prioritas masuk sekolah Zending. Untuk menjadi Sintua, seseorang harus membuktikan diri patuh terhadap Kristen. Orang-oranng tanah Batak Utara belomba-lomba menjadi Sintua. (Tuanku Rao; Ompu Parlindungan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi Sisingamangaraja XII kehilangan legitimasi dan dukungan dari rakyatnya yang sudah Kristen karena sudah berlomba-lomba menjadi Sintua (idem).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk Dairi, Pakpak dan Simsim masih menjadi pengikut setia Sisingamangaraja XII. Dalam pertempuran dengan Belanda, Ibukota kerajaan yang sudah ditandai oleh tim penyusup sebelumnya menjadi sasaran empuk pasukan Belanda. Serangan-serangan artileri memaksa Sisingamangaraja XII, dengan pengawalan khusus dari rakyatnya orang-orang Gayo yang menjadi pasukan komando dari Aceh, pasukan yang diberikan Kesultanan Aceh, mengungsi di Dairi dan melancarkan serangan dari hutan belantara sana. (1884-1907). Sementara itu panglima-panglimanya yang masih setia, melakukan upaya defensif untuk menahan laju tentara Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1869&lt;br /&gt;Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pendeta Ellys di Mandailing menemukan beberapa hambatan-hambatan, serta penyebabnya, dalam misi pengkristenan. (Tuanku Rao; Ompu Parlindungan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran Baptist, merupakan kelompok yang sangat sedikit di dunia. Baptist melepaskan diri dari Gereja Roma Katolik, lebih dahulu daripada Protestan dengan Martin Luther-nya pada tahun 1517. Baptis mengkristenkan orang-orang dewasa dengan cara menyemplungkan diri, seluruh badan, di dalam sungai. Seperti halnya oleh Johannes Pembaptis sebelum Jesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerina Baptist Misson dan British Baptish Mission tidak mau lagi mendanai Pendeta di Mandailing yang berpenduduk Muslim dan taat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Parlindungan, Dinasti Romanov, di Rusia beragama. Kristen Ortodoks Katolik. Akan tetapi di Ukraina terdapat sedikit aliran Baptist keturunan Belanda yang disebut; Mennoniets, karena mereka adalah keturunan dari Menno Simons. Baptist, Doopsgezinden, di Negeri Belanda habis dibasmi oleh Protestan, di dalam periode 1568-1648.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Baptist Belanda melarikan diri ke Ukarina. Di sana, mereka dilindungi oleh Dinasti Romanov, karena kepandaian mereka di bidang pertanian dan peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Romanov saat itu sedang asyik menanam pengaruh di Seluruh Asia, mulai dari Selat Dardanella, sampai ke Vladiwostok. Romanov kemudian mengatur kepergian Pendeta-pendeta Mennoniet dari Ukraina ke Mandailing 1869-1918.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja yang di Mandailing didirikan pada tahun 1838 dirombak dan diganti dengan Gereja model Basilyk Rusia, lengkap dengan atas yang berbentuk &lt;em&gt;bawang&lt;/em&gt; , 1869. Misi pendeta Mennoniet inipun berakhir karena jatuhnya Tsar Rusia yang dibantai oleh kaum Komunis. Pendeta Iwan Tissanov, pendeta yang teakhir dari aliran ini kemudian pindah ke Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keturunan pasukan Padri bermarga Lubis, Kalirancak Lubis dan Jamandatar Lubis, yang pernah merebut Toba dan menguasai Ibukota Bakkara, di bawah pimpinan Panglima Muhammad Faqih Amiruddin Sinambela, kemenakan S. M. Raja X, menjadi Kristen Protestan Luteran di HKBP (Huria Kristen Batak Protestan). Salah satunya adalah Martinus Lubis pahlawan Medan 1947.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1870 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta politik populasi Tanah Batak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanah Batak Selatan; 90% Beragama Islam, 10% lagi terdiri dari Muslim Syiah, Kristen Protestan dan Baptist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanah Batak Utara; 90% Beragama Monoteis Adat Sisingamangaraja (Parmalim atau Sipelebegu) dengan Sisingamangaraja sebagai Raja dan Pemimpin Agama dan Debata Mula Jadi Nabolon (Tuhan, Maha Pencipta serta Maha Agung) sebagai Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara 10 persen lagi; Muslim dan Protestan di Silindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1873&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mesjid di Tarutung, Silindung, dirombak oleh Belanda. Haji-haji dan orang-orang Islam, kebanyakan, dari marga Hutagalung, diusir dari tanah leluhur dan pusaka mereka di Lembah Silindung. Belanda melakukan pembersihan etnis, terhadap muslim Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Sisingamagaraja XII sudah menipis, tindakan ofensif ditingkatkan. Pertempuran Tangga Batu II meletus. Sisingamangaraja XII terluka, kena tembak dan berdarah. Belanda mengumunkannya ke seluruh penjuru. Tujuannya, agar hormat dan kepercayaan orang-orang Batak terhadap raja mereka, SM Raja XII, goyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di periode yang sama, dengan bala tentara yang lebih banyak, kebanyakan terdiri dari pasukan paksaan dari daerah-daerah jajahan lainnya; Halmahera, Madura dan Jawa, Belanda melumpuhkan kekuatan tempur SM Raja. Sisa-sia kekuatan hanya untuk defensif. Dari dataran tinggi Humbang (sekarang di Kab. Humbang Hasundutan) Bakkara dibombardir dengan senjata Artileri Berat, namun Belanda masih takut untuk melakukan serangan infanteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1881 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toba resmi diduduki Belanda. Di Balige ditempatkan Controleur B.B. Di Laguboti ditempatkan Detasement Tentara Belanda. Pendeta Pilgram di Balige dan Pendeta Bonn di Muara mulai mengkristenkan penduduk yang sudah menyerah dan tak berdaya. Sementara itu, tentara Belanda diperkuat dan Laguboti menjadi Garnizon Tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan SM Raja mulai kehilangan pasokan senjata dan amunisi dari dua pabrik senjata di kedua tempat tersebut, yang dibagun atas alih teknologi dari Kesultanan Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1882-1884&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisingangaraja XII di ibukota Bakkara meningkatkan kewaspadaan mereka dalam sebuah upaya ofensif dan melakukan usaha mendeportasi elemen-elemen Belanda, yang menyusup jauh dan membeberkan kelemahan kerajaan, dan Pendeta-pendeta Jerman keluar dari wilayah kedaulatan Tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Mulia, Patuan Bosar, menjanjikan uang sebanyak 300 ringgit burung untuk setiap orang yang memancung seorang pendeta Jerman dengan membawa bukti berupa kepala yang dipancung (Tuanku Rao; Ompu Parlindungan). Terutama Pendeta Bonn di Muara, yang lalu lalang dan mengintai di daerah antara Bakkara dan Balige yang sudah terlalu dekat dengan pusat kekuasaan Patuan Bosar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1883&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Destor Nasution, putera dari Jarumahot Nasution alias Hussni bin Tuanku Lelo, menjadi pendeta. Tuanku Lelo merupakan salah satu panglima tentara Islam Padri yang merebut Bakkara di era S. M. Raja X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Destor merupakan orang Batak pertama yang ditahbiskan menjadi pendeta dari Marga Nasution. Ayah Tuanku Lelo merupakan Qadhi Malikul Adil, Menteri Kehakiman di pemerintahan Padri, dan orang Batak pertama yang naik haji ke Mekkah, 1790.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Sisingamangaraja XII dengan sisa-sisa kekuatannya melancarkan serangan frontal ke Muara. Tujuannya. Merebut kembali tanah Toba, dan mengusir Belanda di Laguboti. Pendeta Bonn dan Istrinya berhasil melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda membalas, Bakkara dikepung dengan bombardir artileri dan serang infanteri. Ibu kota Bakkara, hancur lebur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S. M Raja hijrah ke Tamba dan mengatur serangan dari sana. Pasukan khusus dari Aceh masih setia melindungi ‘Sri Maharaja’ Patuan Bosar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukungan rakyat muncul kembali tatkala mendengar patriotisme Putri Lopian Boru Sinambela yang sejak usia 11 tahun selalu mendampingi ayahnya, S. M. Raja XII, Pahlawan Nasional Indonesia. Secara khusus sang putri selalu melakukan ritual untuk memintakan pertolongan dari Debata Mulajadi Na Bolon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat opini rakyat yang mulai menentang, Belanda tidak terima. Karisma sang Putri di bendung dengan tangan besi. Pembicaraan mengenai S. M Raja dan putrinya akan mendapat hukuman penjara. Akibatnya lambat laun rakyat lupa kembali, apakah rajanya masih berjuang atau tidak. Rakyat terintimidasi untuk berbicara mengenai rajanya. Perang Ideologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1884-1905&lt;br /&gt;Padangsidempuan menjadi ibukota keresidenan Air Bangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1884-1907&lt;br /&gt;Sisingamangaraja XII, Pahlawan Nasional Indonesia dengan heroik meneruskan perang melawan penjajah dari Dairi. Tanpa sedikitpun bantuan dari orang-orang Toba di Silindung yang menyibukkan diri untuk menjadi Sintua agar anaknya diterima sekolah di Zending.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1905&lt;br /&gt;Ibukota Keresidenan Tapanuli dipindahkan ke Sibolga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1907&lt;br /&gt;Pasukan Sisingamangaraja XII bersama panglima dan pengawal pribadinya dari Aceh terkepung di hutan belantara Dairi. Pertempuran berlangsung sangat sengit. Dalam upaya menolong putrinya yang terluka, Sisingamangaraja XII, gelar Patuan Bosar, Ompu Raja Pulo Batu, tewas diberondong Belanda. Jenazahnya dicincang dan dibuang begitu saja di hutan agar tidak dilihat oleh warga Batak yang pasti akan menimbulkan kemarahan besar. Menurut sumber lain, Jenazahnya dikuburkan di Balige atau Parlilitan. Masih perlu didebatkan. Keturunan S.M. Raja yang masih hidup ditawan dan dijauhkan dari masyarakat untuk tidak memancing pertalian emosi dengan warga Batak. Mereka di tawan dan dibuang ke sebuah Biara terpencil. Di sana mereka mati satu per satu. Menurut cerita lain, sebelum mati mereka sudah dipabtis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1912&lt;br /&gt;Perkembangan Islam, yang tidak diperbolehkan Belanda untuk mengecap pendidikan, walau paska kebijakan balas budi, kemudian bangkit mendirikan Perguruan Mustofawiyah. Disinyalir sebagai sekolah pribumi pertama di tanah Batak yang sudah modern dan sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Mustofa Husein Purba Baru, dari marga Nasution, merupakan penggagas perguruan ini. Dia, yang dikenal sebagai Tuan Guru, merupakan murid dari Syeikh Muhammad Abduh, seorang reformis dan rektor Universitas Al Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan perguruan Musthofawiyah ini kemudian menyebar dan mendirikan perguruan-perguruan lain di berbagai daerah di Tanah Batak. Di Humbang Hasundutan di tanah Toba, alumnusnya yang dari Toba Isumbaon mendirikan Perguruan Al Kaustar Al Akbar pada tahun 1990-an setelah mendirikan perguruan lain di Medan tahun 1987. Daerah Tatea Bulan di Batak Selatan merupakan pusat pengembangan Islam di Sumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HKBP sendiri pernah menjadi gereja protestan terbesar di Asia. Para turunannya mendirikan gereja Angkola, Karo dan Dairi di berbagai tempat di Indonesia. Demikian pula di Kesultanan Langkat, para keturunan Jatengger Siregar gelar Tuanku Ali Sakti mendirikan ‘Lilbanaad College’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1923&lt;br /&gt;Arsip Bakkara diamankan pendeta Pilgram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1928&lt;br /&gt;Jong Batak merupakan elemen sumpah pemuda. Orang-orang Batak tanpa beda wilayah, marga dan agama bersatu mengusir Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1945&lt;br /&gt;Tanah Batak merupakan bagian dari Indonesia merdeka&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-114140601100959317?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/114140601100959317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/114140601100959317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2006/03/angka-tahun-sejarah-batak.html' title='Angka Tahun; Sejarah Batak'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-113864612880668572</id><published>2006-01-30T09:25:00.000-08:00</published><updated>2006-01-30T10:35:31.000-08:00</updated><title type='text'>Internet Gubah Pedesaan</title><content type='html'>Setidaknya begitu komentar berita ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the first time, a product developed in India has made waves in the world market. Bloomba, the search-based e-mail application when launched in the United States last year received rave reviews. Yet, there was no big name backing the product.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although the man behind the Bloomba idea was Raymie Stata, son of Ray Stata who owned Stata Labs in the US, the product was developed completely by a team of 25 engineers belonging to a Chennai-based Indian company, iSoftTech.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bloomba made waves once again this week when it was &lt;a class="" href="http://inhome.rediff.com/money/2004/oct/25yahoo.htm" target="new"&gt;acquired by Yahoo&lt;/a&gt;. Under the agreement, Yahoo also took the entire team along with the product.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISoftTech, the company that developed Bloomba was started in 2001 by Padmashree Ashok Jhunjhunwala, Professor, Dept of Electrical Engineering of IIT, Madras, and American entrepreneur Ray Stata with the intention of creating a top class India-US company for international markets.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jhunjhunwala has incubated many companies that cater to the Indian market, especially the rural Indian market.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A few years back, in an interview with rediff.com, Jhunjhunwala had predicted that India would soon become the design house of the world. With the success of Bloomba, his words have come true.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this interview with Shobha Warrier, he talks about iSoftTech, Bloomba and other significant matters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What was in your mind when you incubated iSoftTech? Was it to explore the creative mind of India?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We wanted to experiment whether we could do complete product development for companies outside. We wanted to create a top-class product development team and participate in the construction and actual development of the product. That is what we had in mind.&lt;br /&gt;We tried to create a start-up company and work with a team from the very early stage so that they could take care of the complete development process.&lt;br /&gt;Your opinion of Bloomba, the product developed iSoftTEch? Did you expect it to be such a high profile product?&lt;br /&gt;It is an absolutely top-class product. I have been using it personally. I would go on to say that I have not seen anything of this kind. The search engine they have built is fabulous. We have some patents too, and, in fact, I am also an author of some of the patents along with Raymie Stata.&lt;br /&gt;What kind of impact will Yahoo acquiring Bloomba and the team have on iSoftTech and Indian creativity as a whole?&lt;br /&gt;First of all, we were able to take a product from a start-up company to a certain level. But we knew if we really wanted to take it to a higher level, we wouldn't be able to do it on our own. For example, if we want to compete with Microsoft, I don't think we are capable of doing it with the kind of resources required (to do that).&lt;br /&gt;We needed a big company to do that. Now that Yahoo has acquired our product, we can try it from a bigger platform. The whole idea of taking it to Yahoo was to make it into something very big.&lt;br /&gt;Was it difficult convincing Yahoo? How did the deal take place?&lt;br /&gt;Yes, it took a lot of time and the deal was done by Rahmie, not me. It was not difficult because the product was very powerful. Any deal requires a lot of work. It was a peculiar deal in the sense that the development work was done here. Raymie finished the formalities in three months. Anyway, it was quite an experience.&lt;br /&gt;Bloomba developed by iSoftTech is a high profile international product while the other companies started by you develop products for the Indian market, especially the rural Indian market. Is it a conscious effort on your part to do both?&lt;br /&gt;Yes. All the other companies are primarily for the Indian market. This is the first India-US company that we created for the international market. We have done a number of things for the Indian market. We wanted to see whether we could develop something for the world market.&lt;br /&gt;Last time when we met, I talked to you about India becoming a design house for the world, and it is soon turning out to be a reality. Now, the world knows that we can make top-class products in India. That was what we were trying to prove, and eventually did.&lt;br /&gt;Now, let me ask you about your Vision Statement. Why did you decide to come out with Vision 2010, that too for rural India?&lt;br /&gt;Ten years back, we said we want to see 100 million telephones in India. Later on, we said, we want 200 million telephones. All this is happening now. The whole world knows 200 million telephones are happening in India. I need not talk about it now.&lt;br /&gt;We came out with these tasks and now others have taken over, the country has taken over, and they are making them happen.&lt;br /&gt;Three years back, we also felt the telecom revolution that was happening in India would not make a major impact on rural India. So, we decided to concentrate on rural India.&lt;br /&gt;You decided to concentrate on rural India because you felt rural India is being neglected by the planners? Seven years ago, you talked about bringing connectivity to rural India through CorDect WLL technology.&lt;br /&gt;Yes. Although I don't dream only for rural India, rural India comes first in our dreams. Rural India is where 700 million people live. India cannot be fully enabled unless these people get enabled.&lt;br /&gt;In the eighties, till companies like Hindustan Lever after being beaten by Nirma decided to go to rural India and make FMCG products work there, the market for such products was only urban India. But after that, everything changed.&lt;br /&gt;In the same way, the telecom market is largely in urban India, and in the minds of most of the operators, money cannot be made in rural India. We, on the other hand believe that it is possible to not just provide telephone and Internet connections in every village profitably but use that connection to drive not just health and education in the village but also the rural economy.&lt;br /&gt;We believe that telephones and the Internet can have a larger impact in rural India than in the urban areas.&lt;br /&gt;We strongly believe that the per capita GDP of rural India can be doubled in the next 8-10 years using Internet as the starting point.&lt;br /&gt;In what way do you feel Internet can be a source of power to the rural economy?&lt;br /&gt;With Internet as the starting point, we can promote a large number of enterprises which can enable the rural micro enterprise flourish.&lt;br /&gt;Take, for example, how PCOs worked and flourished in India. When you make a solid business plan and fulfil certain needs of the people, entrepreneurs can drive that.&lt;br /&gt;The same way, we have started Internet kiosks in villages, and we believe that a large number of micro enterprises can be made to flourish there. I mean, in the areas of agriculture, food processing, small industries, IT-based services, trading, commerce, et cetera.&lt;br /&gt;What is needed for rural micro enterprises to flourish are four very important components. One is finance. Here, what we are planning is using the Internet kiosks in the village to bring banks to rural India. That is our first job, and that is where our ATM machines costing just Rs 40,000 as against the ones available in the market now for about Rs 900,000, will play a role.&lt;br /&gt;Second important thing for any micro enterprise to flourish is, training, information and support. Here, our video-based training can be used to train rural youth.&lt;br /&gt;The third thing that they need is, buying, selling and delivery of goods; that is, logistics. We are looking at using the Internet again to not just buy and sell, but provide logistics support.&lt;br /&gt;The fourth thing that is required is sharing of risks. It is here that insurance schemes that share risks will play a major role. I will give you an example. ICICI has developed a product which links repayment of loans based on measurement of only rainfall in a district.&lt;br /&gt;These four components will significantly enhance rural India. So, all that we are developing now, the Internet kiosks, the ATM machines, the medical diagnostic kit, etc. are directed towards achieving what we dream of; that is doubling the rural GDP by providing education, health facilities and promoting entrepreneurship.&lt;br /&gt;Have people from rural India come forward to run Internet kiosks?&lt;br /&gt;Yes, they have. A kiosk in a village is completely operated by a local operator. Anyone who puts up Rs 50,000 can set up a kiosk. We help them get a bank loan. This Rs 50,000 includes wireless equipment, computer, multimedia speakers, microphone, camera, printer, and power back-up.&lt;br /&gt;We also train the person to start earning a minimum of Rs 3,000, hopefully more, at the earliest. The kiosks provide telephone service, Internet service and standalone computer services.&lt;br /&gt;For example, children can learn to type paying Rs 50 or Rs 40 a month to the kiosk operator. Added to all these are the video-based services, health diagnostic kit and later on the ATM machine.&lt;br /&gt;I strongly believe that the face of rural India will change when we provide all this.&lt;br /&gt;Is it the mind of a concerned Indian that is working or a shrewd businessman?&lt;br /&gt;It is the mind of a concerned Indian combined with that of an entrepreneur and a business/technologist! It is a combination of all the three. The TeNet group (that Jhunjhunwala has floated) presents all the three.&lt;br /&gt;When did you start looking at rural India with such concern?&lt;br /&gt;I have spent a reasonable amount of time in rural India when I was a child. But I don't think that it was the childhood which made me look at it seriously.&lt;br /&gt;I think it was my days at IIT-Kanpur. That was the time two major movements were taking place in India; on the one hand the movement started by Jayaprakash Narayan, and on the other the Naxalite movement. I was fortunate to be in college during that period.&lt;br /&gt;Both the movements were teaching us and telling us something. Then, a lot of reading also contributed to my thinking. I realised then that you can't change India without changing rural India.&lt;br /&gt;How much change can an individual bring about?&lt;br /&gt;It is not one individual that is bringing about change. Today, the TeNet group consists of 16-17 faculty members. We have floated 14 companies in the last 10 years.&lt;br /&gt;We have 1,300 to 1,400 engineers working in these companies. Twenty-five per cent of them are IITians. All share this dream. So, I have a very strong force working with me.&lt;br /&gt;Then, there is so much of goodwill from so many people.&lt;br /&gt;Do you feel involvement of the government is also needed to realise your dream?&lt;br /&gt;Of course, anything like doubling of rural GDP, etc. will involve the government and the whole country. The problem with the government is that it is inconsistent.&lt;br /&gt;Is it receptive to new ideas?&lt;br /&gt;Sure, it is receptive to ideas. Again, it depends. There are people who are receptive, and there are people who are not. What is more important is, we shouldn't look at government participation; it is very inconsistent. Sometimes it can help; but a lot of times, it can also hurt.&lt;br /&gt;But I have found that when something starts functioning in a certain manner, government programmes will gradually shift in that direction. Till things move up to a certain direction, governments will keep on going all over. But I have seen some state governments more receptive to this than others.&lt;br /&gt;Who are the more receptive ones?&lt;br /&gt;Almost all state governments are receptive! (laughs)&lt;br /&gt;How much could you pull your colleagues and students in this direction to realise this dream?&lt;br /&gt;Like I said, around 1,300 people are working for us. However, I haven't been able to involve the undergraduate students of IIT into this program. Probably, I have not tried enough. I think they come here for a very special purpose; to get their degrees and then go off. We don't push them into this.&lt;br /&gt;This is our work. I believe what we are doing is our dharma; and we have to do it.&lt;br /&gt;Well, I think a lot is happening in India now. India is standing up and that itself should motivate students to do their best. I don't think India has ever had it this good! In the last 12-15 years, India has transformed itself.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-113864612880668572?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/113864612880668572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/113864612880668572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2006/01/internet-gubah-pedesaan.html' title='Internet Gubah Pedesaan'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-113864725714656655</id><published>2006-01-28T16:05:00.001-08:00</published><updated>2006-01-30T10:54:17.216-08:00</updated><title type='text'>Riset Internet Pedesan</title><content type='html'>Bila anda ingin mengetahui sejauh mana fungsi internet di pedesaan bisa klik link ini &lt;a href="http://in3.org/articles/IIT.htm"&gt;http://in3.org/articles/IIT.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With 22 telephone lines and 3 computers per 1,000 people, India has a very poor basic information and communication infrastructure. Even though this infrastructure is highly concentrated in urban areas, Internet access via the telephone is still difficult and expensive in urban areas. In rural India, more than half of India's villages lack telephone connectivity, let alone Internet access.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The lack of information and communication infrastructure results in people having to waste time and money chasing information and government officials. Lack of clarity in processes, and corruption and mismanagement in systems and operations, is rampant. The inaccessibility of information affects the rural poor more than other sectors of the community. Similarly, lack of market information (on commodity prices, various input suppliers, etc.) leads to loss of income and exploitation of rural entrepreneurs by middlemen. Such exploitation and losses further marginalize small and marginal farmers and village artisans. The implications of this scenario on the rural people(with differential impacts on the poor and other vulnerable groups)are three-fold:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya klik :  &lt;a href="http://main.edc.org/mosaic/Mosaic7/india.asp"&gt;http://main.edc.org/mosaic/Mosaic7/india.asp&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-113864725714656655?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/113864725714656655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/113864725714656655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2006/01/riset-internet-pedesan.html' title='Riset Internet Pedesan'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-113849335780292776</id><published>2006-01-28T16:05:00.000-08:00</published><updated>2006-01-28T16:42:47.876-08:00</updated><title type='text'>Situs-situs Penting</title><content type='html'>Banyak situs yang menawarkan kemudahan dalam mengurangi kesulitan bisnis anda. Diantaranya adalah : &lt;a href="http://www.waroengsimtani.com"&gt;http://www.waroengsimtani.com&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs ini menjembatani antara petani dan konsumen. Selain itu anda mungkin perlu mengunjungi situs &lt;a href="http://humbahas.co.nr"&gt;http://humbahas.co.nr&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://pakkat.co.nr"&gt;http://pakkat.co.nr&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://rumahbaca.co.nr"&gt;http://rumahbaca.co.nr&lt;/a&gt; maupun &lt;a href="http://bonapasogit.co.nr"&gt;http://bonapasogit.co.nr&lt;/a&gt; dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping banyak toko yang buka secara online misalnya &lt;a href="http://toko.fotografer.net"&gt;http://toko.fotografer.net&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://indonetwork.co.id"&gt;http://indonetwork.co.id&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://savira.co.nr"&gt;http://savira.co.nr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Admin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-113849335780292776?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/113849335780292776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/113849335780292776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2006/01/situs-situs-penting.html' title='Situs-situs Penting'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-113849285046321255</id><published>2006-01-28T15:58:00.000-08:00</published><updated>2006-01-28T16:00:50.523-08:00</updated><title type='text'>Sumbangan Berhadiah</title><content type='html'>Ingin Mencoba??? Silahkan Klik disini : &lt;a href="http://geocities.com/bonapasogit20/hal2.html"&gt;&lt;strong&gt;SUMBANGAN&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-113849285046321255?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/113849285046321255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/113849285046321255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2006/01/sumbangan-berhadiah.html' title='Sumbangan Berhadiah'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-21640503.post-113849256480142425</id><published>2006-01-28T14:45:00.000-08:00</published><updated>2006-01-28T15:56:04.816-08:00</updated><title type='text'>Apakah Koperasi Online Bonapasogit2020?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Apakah Koperasi Online Bonapasogit2020&lt;/strong&gt;&lt;a name="ApakahKoperasiHTML"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; ??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi Online Bonapasogit2020 adalah sebuah badan online yang dibangun oleh anggota BONAPASOGIT2020 dalam rangka mensejahterahkan seluruh anggotanya. Melihat potensi ekonomi yang cukup besar yang dimiliki oleh komunitas BONAPASOGIT2020, pembentukan suatu badan Koperasi akan memiliki arti yang signifikan sebagai pengelola pasar potential dikalangan internal BONAPASOGIT2020 khususnya dan komunitas Toba pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa dibentuk Koperasi&lt;/strong&gt;&lt;a name="MengapadibentukKoperasi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koperasi adalah bentuk legal organisasi yang dirasa paling sesuai dengan budaya dan kondisi BONAPASOGIT2020, dibanding dengan bentuk lain seperti PT, CV, Yayasan, dll. Proses pemilihan bentuk organisasi ini cukup panjang dan melalui pembicaraan/diskusi yang panjang. Koperasi dibentuk karena bentuk BONAPASOGIT2020 sendiri saat ini, dilihat dari aspek legalitas dan akuntabilitas, dibanding dengan kondisi jual-beli/perdagangan internal BONAPASOGIT2020, market dan kesempatan di luar yang bisa diraih, dan jumlah anggota BONAPASOGIT2020 sendiri, tidak dapat memenuhi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah Tujuan dibentuknya Koperasi Online Bonapasogit2020??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibentuknya Koperasi Online Bonapasogit2020 bertujuan untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama anggota BONAPASOGIT2020.&lt;br /&gt;Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya. &lt;br /&gt;Untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kemampuan dan profesionalisme berorganisasi.&lt;br /&gt;Menghimpun, mengelola, dan mengembangkan dana yang dipergunakan sebesar-besarnya untuk memenuhi kebutuhan anggota Koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapakah yang bisa menjadi anggota Koperasi Online Bonapasogit2020&lt;/strong&gt;&lt;a name="SiapakahyangbisamenjadianggotaKoperasiHT"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggota BONAPASOGIT2020 yang telah memiliki nomor BONAPASOGIT2020 bisa menjadi anggota Koperasi Online Bonapasogit2020. Untuk lebih detail bisa dilihat di bagian Membership/Keanggotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah semua anggota BONAPASOGIT2020 harus menjadi anggota Koperasi Online Bonapasogit2020&lt;/strong&gt;&lt;a name="ApakahsemuaanggotaHTMLharusmenjadianggot"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Hanya anggota BONAPASOGIT2020 yang bersedia daftar dan memenuhi persyaratan saja yang menjadi anggota koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah ada aturan dasar dan aturan rumah tangga koperasi&lt;/strong&gt;&lt;a name="Apakahadaaturandasardanaturanrumahtangga"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada. Aturan Dasar Koperasi disusun berdasarkan Undang-undang Nomor: 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Sementara ini kami masih menyusun AD/ART Koperasi Online Bonapasogit2020.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Bentuk dan Stuktur Koperasi Online Bonapasogit2020&lt;/strong&gt;&lt;a name="BagaimanaBentukdanStukturKoperasiHTML"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya Koperasi, Koperasi Online Bonapasogit2020 beriorientasi kepada profit yang sebesar-besarnya untuk mensejahterahkan anggotanya dan berfungsi sebagai profit center komunitas BONAPASOGIT2020. Keuntungan yang akan diperoleh oleh koperasi akan dialokasikan untuk mensejahterahkan anggotanya dan juga mensupport komunitas BONAPASOGIT2020 dalam menjalankan program kerjanya. Struktur Koperasi Online Bonapasogit2020 adalah sebagai berikut: Untuk level Direktorat yang terdiri dari Ketua Koperasi, Humas dan Kesekretariatan, General Manager dan Manager Keuangan Koperasi Online Bonapasogit2020 dipilih dan diangkat oleh rapat anggota Koperasi Online Bonapasogit2020 dengan masa jabatan selama 2 tahun. Untuk anggota Dewan Pengawas Koperasi Online Bonapasogit2020 juga dipilih dan diangkat oleh rapat anggota Koperasi Online Bonapasogit2020 dengan masa jabatan selama 3 tahun. Untuk Staf Divisi dan Departemen koperasi akan diangkat dan diberhentikan oleh atasan yang berlaku berdasarkan kebutuhan dan kinerja. Koperasi Online Bonapasogit2020 akan melakukan recruitment terbuka untuk posisi-posisi staf di level middle manager dengan transparant dan accountable menggunakan media mailing list dan website BONAPASOGIT2020.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimanakah menghubungi Koperasi Online Bonapasogit2020??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi Koperasi Online Bonapasogit2020:&lt;br /&gt;Email: &lt;a href="mailto:bonapasogit20@yahoo.com"&gt;bonapasogit20@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Website: &lt;a href="http://bonapasogit.co.nr"&gt;http://bonapasogit.co.nr&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa saja unit usaha koperasi??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Penyediaan Merchandise BONAPASOGIT2020&lt;br /&gt;Merchandise BONAPASOGIT2020 yang disediakan oleh Koperasi Online Bonapasogit2020 terdiri dari Pin, Stiker, Jaket, Baju, Kaos, Back Pack, dan Sepatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Perdagangan Umum&lt;br /&gt;Melihat kebutuhan komunitas BONAPASOGIT2020 yang tidak terbatas, Koperasi juga akan berusaha memfasilitasi transaksi perdagangan umum yang tidak menyangkut sama sekali dengan BONAPASOGIT2020 dan kebutuhan lainnya tapi dilakukan dan memanfaatkan potensi komunitas BONAPASOGIT2020. Misalkan: Barang Elektronik, Kebutuhan Rumah Tangga, Otomotif, Property dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Simpan Pijam&lt;br /&gt;Dengan VISI: Terwujudnya Koperasi Simpan Pinjam yang mandiri dan tangguh dengan berlandaskan amanah dalam membangun ekonomi bersama dan berkeadilan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISI:  Upaya untuk mewujudkan VISI, Koperasi Simpan Pinjam Jasa melakukan aktifitas sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajak seluruh potensi yang ada dalam masyarakat dengan tanpa membedakan suku, ras, golongan dan agama, agar mereka dapat bersama-sama, bersatu padu dan beritikad baik dalam membangun ekonomi kerakyatan secara bergotong royong dalam bentuk koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membantu para pedagang kecil dan menengah didalam mobilisasi permodalan demi kelancaran usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut membantu pembangunan ekonomi dan menunjang pelaksanaan kegiatan usaha secara aktif dengan mengajak mitra usaha lainnya baik BUMN,  swasta, perbankan maupun gerakan koperasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya untuk usaha ini, selain dari pihak luar/suplier, Koperasi juga menerima konsinyasi dari para anggota yang lain yang berniat menjalin kerja sama dengan Koperasi. Selain itu lini usaha Koperasi Online Bonapasogit2020 adalah Sponsorship yang membentuk Divisi sendiri dan bekerja dibawah koordinasi Koperasi. Divisi ini merupakan divisi khusus yang bertugas untuk mencari partner kerja sama yang menguntungkan komunitas BONAPASOGIT2020 dengan program sponsorhip untuk program yang akan dilakukan oleh BONAPASOGIT2020. Divisi ini bertugas untuk melakukan studi kelayakan program yang diajukan, mencari calon sponsor, melakukan negosiasi sampai terjadi kesepakatan kerja sama dengan sponsor. Divisi ini juga berkewajiban untuk memantau pelaksanaan program yang disponsori dan memastikan bahwa BONAPASOGIT2020 tidak akan melakukan wanprestasi atas program tersebut. Divisi ini juga bertugas menjaga citra dan nama baik BONAPASOGIT2020 di mitra kerja yang sudah maupun potential terjalin. Divisi Sponsorship merupakan team kerja yang bertugas untuk mengemas komunitas BONAPASOGIT2020 agar dapat memiliki nilai jual dimata calon sponsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Siapa saja yang bisa menjadi pengurus Koperasi&lt;/strong&gt;&lt;a name="SiapasajayangbisamenjadipengurusKoperasi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk rekan-rekan yang tertarik bergabung menjadi pengurus Koperasi silahkan cek Lowongan yang tersedia. Koperasi akan melakukan open recruitment untuk seluruh posisi middle manager dan staff-nya dengan transparant dan accountable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apakah Hubungan antara BONAPASOGIT2020 dan Koperasi Online Bonapasogit2020??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara entitas BONAPASOGIT2020 sebagai komunitas kolektif setara dengan Koperasi Online Bonapasogit2020. BONAPASOGIT2020 tidak dibawah Koperasi Online Bonapasogit2020, demikian juga sebaliknya. Masing-masing memiliki struktur organisasi dan manajemen yang terpisah. Koperasi Online Bonapasogit2020 ditunjuk soleh BONAPASOGIT2020, untuk memfasilitasi BONAPASOGIT2020 dalam kegiatan yang menyangkut masalah sosial, bisnis dan kerja sama dengan pihak ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa perlu koperasi ??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Karena koperasi adalah bentuk legal yang paling sesuai dengan budaya BONAPASOGIT2020 dan melalui koperasi semua kegiatan dapat dipertanggungjawabkan secara legal formal. Dalam arti, Koperasi Online Bonapasogit2020 memiliki fungsi management, akuntabilitas, dan legalitas yang lebih jelas dari pada BONAPASOGIT2020. Bagaimana pun juga keuntungan/profit yang diperoleh melalui Koperasi Online Bonapasogit2020 akan dirasakan manfaatnya juga oleh anggota koperasi sendiri yang tidak lain adalah anggota-anggota BONAPASOGIT2020 juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bagaimanakah agar bisa berjualan/berdagang di komunitas BONAPASOGIT2020&lt;/strong&gt;&lt;a name="Bagaimanakahagarbisaberjualanberdagangdi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua perdagangan dan jual beli di komunitas BONAPASOGIT2020 diatur melalui Divisi Perdagangan yang dikepalai oleh seorang manager.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berapa Nomor Rekening Koperasi??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menyusul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelola&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/21640503-113849256480142425?l=bonapasogit2020.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/113849256480142425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/21640503/posts/default/113849256480142425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bonapasogit2020.blogspot.com/2006/01/apakah-koperasi-online-bonapasogit2020.html' title='Apakah Koperasi Online Bonapasogit2020?'/><author><name>peace</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
